Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Announcement-2 Workshop Internasional Inovasi Pestisida Ramah Lingkungan Mendukung Swasembada Pangan

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Swasembada pangan terutama padi, bawang merah, dan cabe telah tercapai pada tahun 2016 melalui program Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Yusuf Kalla. Swasembada jagung ditagetkan terwujud pada tahun 2017 dan kedelai pada tahun 2020. Keberhasilan swasembada pangan tersebut didukung oleh ketersediaan sarana produksi memadai, antara lain benih varietas unggul, pupuk, dan pestisida. Penanganan OPT menempati komponen sarana produksi tertinggi dibanding komponen yang lain. Komponen ini memerlukan biaya mencapai 30% dari seluruh biaya produksi. Kondisi demikian menyebabkan suburnya bisnis pengadaan pestisida sintetik.

Pestisida sintetik yang beredar di lapangan tiap tahun selalu mengalami peningkatan, misal tahun 2011 beredar 2.247 formulasi dan tahun 2016 meningkat menjadi 3.207 formulasi. Selain itu, banyak pestisida ilegal juga beredar di masyarakat petani. Penggunaan pestisida sintetik seolah tidak mampu ditekan, termasuk oleh pemerintah karena alasan ekonomi. Dampak yang timbul kemudian adalah adanya sejumlah residu pestisida di lahan (tanah dan air) serta produk pertanian.

Penggunaan pestisida dalam usaha tani perlu dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan organisme sasaran. Penggunaan pestisida yang tidak tepat baik jenis, dosis, waktu, cara, dan frekuensi dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, penurunan kualitas produk pertanian, dan meningkatkan resistensi dan resurjensi hama. Menurut Moekasan (1998), hama ulat bawang asal Brebes telah tahan terhadap formulasi insektisida Profenofos, Lufenuron, dan Bacillus thuringiensis. Petani cabai merah dan bawang merah umumnya mencampur 2 atau lebih jenis pestisida. Pencampuran yang tidak tepat dapat menurunkan kemanjuran pestisida (Moekasan dan Prabaningrum, 2011).

Kualitas produk pertanian menjadi tuntutan konsumen baik internasional, regional, maupun nasional. Eco labelling menjadi prasyarat utama dalam pasar bebas dunia (WTO) yang akan diberlakukan pada tahun 2020. Pemberlakuan WTO tersebut menuntut produk-produk pertanian aman dikonsumsi, hygienis, dan bebas cemaran/kontaminan termasuk residu pestisida. Kesadaran konsumen untuk memperoleh produk makanan yang higienis terus meningkat. Kalangan petani timbul gerakan back to nature untuk memperoleh produk pertanian sehat dan sustain.

Download template dalam bahasa inggris KLIK DISINI

Tujuan

  1. Menghimpun informasi pencemaran dan dampak pestisida, serta menjaring inovasi teknologi pengendaliannya di lahan pertanian
  2. Menghimpun informasi pemanfaatan sumberdaya lokal untuk pestisida alami dan menjaring inovasi teknologi pestisida ramah lingkungan di lahan pertanian
  3. Menyusun bahan kebijakan pemerintah dalam memposisikan pestisida untuk pencapaian swasembada pangan (Pajale Babe), dan solusi permasalahannya
  4. Ajang koordinasi antar UK/UPT lingkup Balitbangtan dalam penanganan masalah pestisida.

 

Tempat dan Waktu:

Kegiatan Workshop dan Seminar Pestisida dilaksanakan pada tanggal 6-7 September 2017, bertempat di: “New Merdeka Hotel” Jl. Diponegoro No. 69 Pati, Jawa Tengah. Telp. (0295)

Materi:

  1. Muhammad Syakir (Kepala Badan Litbang Pertanian): “Status Pencemaran Pestisida dan Inovasi Teknologi Penanggulangannya di Lahan Pertanian”
  2. Dr. Errol Hasan (Expert Australia): “Botanical Pesticide and Its challenge toward Food Safety”
  3. Ir. Muhrizal Sarwani (Direktur Pupuk dan Pestisida): “Produksi, Peredaran, dan Pengawasan Pestisida di Indonesia serta Peluang Biopestisida Dalam Mendukung Pertanian Bioindustri Berkelanjutan yang Ramah Lingkungan”
  4. Agung Kurniawan (Crop Life Indonesia): Kondisi Saat Ini dan Kondisi yang akan Datang Pestisida di Indonesia: Mungkinkah Komersialisasi Pestisida Botani?
  5. Testimoni: “Biopestisida sebagai Sahabat Petani”(Petani Pengguna Pestisida Ramah Lingkungan: Petani Bantul DIY)

Topik Seminar:

  1. Pemanfaatan sumberdaya local untuk pestisida alami yang ramah lingkungan
  2. Inovasi pestisida ramah lingkungan di lahan pertanian
  3. Pencemaran pestisida dan dampaknya terhadap lingkungan
  4. Teknologi pengendalian pencemaran pestisida di lahan pertanian
  5. Aspek social ekonomi dalam penerapan pestisida ramah lingkungan

Pengirim makalah seminar mengacu pada salah satu topik di atas. Makalah dengan bahasan di luar topik tersebut tidak akan diterima.

Keterangan:

Pendaftaran peserta mulai tanggal 21 Juli hingga tanggal 28 Agustus 2017 dan tidak dipungut biaya. Panitia akan memajukan batas waktu pendaftaran bila telah memenuhi kuota peserta.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
 

Ina Zulaeha, SP, M.Si (HP: 0821 37 068 817)

Rina Kartikawati, SP, M.Agr (HP: 0823 26 532 229)

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan)
Jl. Raya Jakenan-Jaken Km.05 Jakenan, Pati, Jawa Tengah 59182
Telp. +62 295 474 9044
Fax. +62 295 474 9045
email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
website : www.balingtan.litbang.pertanian.go.id