Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Bimbingan Teknis Tentang Pengendalian Hama Kopi Di Desa Lempur Di Kerinci-Jambi

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

 Penggemar kopi semakin lama semakin meningkat.

Berita Balingtan - Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam subsektor perkebunan di Indonesia dimana peluang pasarnya lebih baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk memenuhi jumlah ketersediaan kopi di pasaran produksi, kopi harus ditingkatkan dan budidayanya perlu perhatian yang serius. Untuk meningkatkan keterampilan petani dalam hasil yang baik budidaya sebagai narasumber adalah peneliti dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Sri Wahyuni, SP. M. Si.) dan peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (Dr. Araz Meilin) memberikan bimbingan teknis terkait hama kopi dilaksanakan Desa Lempur Kecamatan Gunung Batu, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Desa Lempur Kabupaten Kerinci saat ini telah mengembangkan budidaya kopi Arabika  dengan citarasa yang unik.

Dalam budidaya kopi Arabika, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) cukup tinggi, untuk itu petani harus waspada dan siap siaga untuk penanganannya. Ketinggian tempat mencapai 1.400 m dpl dan jalanan masih tanah yang disertai hujan. Hama yang banyak menyerang tanaman kopi adalah penggorok daun dan kutu daun. Di perkebunan kopi rakyat tersebut juga ditemukan penyakit karat daun.

Setelah dari desa Lempur kami melakukan perjalanan menuju lokasi kegiatan penelitian KP4S yang letaknya di Desa Sangir Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Judul kegiatan penelitian adalah: “Kajian Teknologi Remediasi Residu Endosulfan pada Pertanaman Cabai Berbasis Sumber Daya Lokal di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi”. Kegiatan penelitian dilaksanakan di lahan petani dengan melibatkan petani kooperator dan kelompok tani. Teknologi Remediasi yang digunakan adalah pemanfaatan biochar sekam padi dengan perbedaan dosis yang diaplikasikan dengan Trichokompos, dan kontrol dengan teknologi petani.  Luas lahan yang digunakan untuk penelitian adalah 0,8 ha. Di tepi lahan penelitian ditanami jagung local yang mempunyai potensi hasil yang tinggi karena tongkolnya besar-besar, batang tanamannya juga besar dan tanamannya tinggi. Perlakuan dengan menggunakan biochar memberikan hasil yang tertinggi dibandingkan yang lainnya. (Sri Wahyuni-Balingtan)