Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Peningkatan Kualitas Laboratorium

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
 
       

 Berita Balingtan – Telah diselenggarakan 1st South-East Asia Laboratory Network (SEALNET) Workshop, dengan tema “Peningkatan kualitas laboratorium tanah di Asia : Dalam rangka standarisasi dan  harmonisasi  analisis tanah dan interpretasinya”. Tujuan pertemuan ini adalah (1). Kalibrasi dan harmonisasi prosedur pengujian tanah dan prakteknya di laboratorium regional ASEAN dan sekitarnya dalam konteks Asian Soil Partnership (ASP). (2). Merancang program uji profisiensi antar laboratorium dalam rangka mengimplementasikan prosedur dan proses jaminan mutu/pengendalian mutu (QA/QC).

Sekitar 52 manajer laboratorium dari 17 negara Asia (Banglades, Bhutan, Kamboja, Cina, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Filipina, Srilanka, Thailand dan Vietnam) hadir dalam diskusi tentang analsis tanah di laboratorium. Pertemuan ini di organisir oleh GSP-FAO, Balitbangtan, dan IRD Perancis, dengan kontribusi dari dari LDD Thailand dan ASPAC Australia. Sambutan pembukaan dilakukan oleh Kepala BBSDLP Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr sekaligus mewakili Balitbangtan, perwakilan FAO, perwakilan Kementerian Pertanian Thailand, dan Perwakilan dari IRD untuk Indonesia dan Timor Leste.  

SEALNET merupakan implementasi dari Global Soil Laboratory Network (GLOSOLAN) dan pilar ke-5 Global Soil Partnership (GSP). Acara dipandu oleh Dr. Lucrezia Caon dari FAO, Dr. Nopmanee Suvannang dari LDD, Dr. Christian Hartmann dari IRD dan Dr. Phil Moody Dari ASPAC. (Asep Kurnia-Balingtan)