Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Manfaat Embung di Lahan Tadah Hujan

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Berita Balingtan – Ketersediaan air pada lahan sawah tadah hujan sangat tergantung dari curah hujan. Pada saat musim kemarau umumnya lahan tidak dapat ditanami, karena air tidak tersedia. Embung merupakan salah satu teknologi adaptasi ketidakpastian iklim khususnya untuk lahan tadah hujan.

Cek lokasi Embung bersama Staf Ahli Menteri (SAM) bidang Infrastuktur Kementerian Pertanian Ibu Dr. Ir. Ani Andayani, M.Agr yang berada di Desa Labuhan Kidul, Kec. Sluke, Kab. Rembang. Embung yang berada di rembang ini berkapasitas 7200 m3. Pembangunan embung ini diatas lahan 20 hektar digunakan untuk menyirami kebun buah sejumlah 2000 pohon mangga varietas Thailand, rehabilitasi 2000 pohon Mangga Arummanis. Konsep embung menggunakan geomembrane yang kedap membuat air tidak terbuang infiltrasi / rembes ke tanah.

Untuk mengatasi kekeringan, maka salah satu strategi yang paling murah, cepat, dan efektif serta hasilnya langsung terlihat adalah dengan memanen aliran permukaan dan air hujan di musim penghujan melalui daerah tangkapan air. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan limpahan air hujan adalah dengan membangun embung. (Admin Balingtan)