Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Belajar Langsung dari Ahlinya

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
   

 Berita Balingtan - Kepala Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Sub tropika (Balitjestro) (Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si) disertai Kepala Kebun Percobaan dan beberapa peneliti senior melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Menurut Kepala Balitjestro bahwa kunjungannya bertujuan untuk belajar dan mengetahui master plan dari Taman Sains Pertanian (TSP) yang telah dibangun di Balingtan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pembangunan TSP di Balitjestro. Kunjungan dilakukan pada berbagai objek TSP termasuk penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan seperti water storage di setiap rumah kasa dan kantor kebun, Filter Inlet Outlet (FIO) sebagai penyaring residu pestisida dari saluran air dll.

Kunjungan dari Balitjestro membawa keberuntungan tersendiri bagi Kepala Kebun Balingtan, dimana pada kesempatan tersebut Kepala Kebun Balingtan dapat berkonsultasi secara langsung dengan ahli tanaman jeruk. Seperti diketahui bahwa KP Balingtan mempunyai 250 tanaman jeruk yang sebagian sedang berbuah. Tanaman jeruk tersebut ditanam pada tahun 2015 dan bibit sebagian besar dari Balitjestro. Namun pertumbuhan sebagian tanaman jeruk kurang optimal. Sebagai contoh, tanaman kuning, tidak tumbuh dengan baik, jika berbuah tidak sampai panen karena buah jeruk pecah.

Melihat permasalahan budidaya jeruk di Balingtan tersebut, peneliti Balitjestro (Ir. Sutopo, M.Si) menyarankan untuk memperbaiki tata kelola lahan setelah melihat langsung di lapangan bahwa bukan penyakit sebagai penyebab kurang optimalnya pertumbuhan dan hasil jeruk tetapi muka air tanah yang terlalu dangkal tersebut yang mengganggu perkembangan akar tanaman jeruk. Ditekankan bahwa tanaman jeruk tidak suka kondisi tanah yang tergenang atau jenuh air. Solusi tata kelola yang dapat dilakukan adalah membuat saluran air dan membuat meninggikan tempat tumbuh tanaman seperti sistem surjan. Untuk pemasalahan jeruk terbelah ketika menjelang masak pun hampir sama, tata kelola dan pemeliharaan harus diperhatikan. Semoga perbaikan tata kelola lahan  dapat meningkakan agri wisata di Taman Sain Pertanian Balingtan dengan kelimpahan buah jeruk menguning nan ranum.  (Admin Balingtan)