Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Terobosan Baru Lahan Rawa, Solusi Paceklik Pangan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Dalam mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan yakni lahan rawa lebak dan pasang surut.  Banyak lahan rawa yang kini berkembang dan telah menjadi sentra produksi pangan di Pulau Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Meski keberhasilan antar daerah memerlukan pendekatan holistik dan spesifik lokasi. Potensi dan peluang peningkatan produksi pangan nasional melalui pemanfaatan dan optimalisasi pengelolaan lahan rawa sangatlah besar.

Pekan Pertanian Rawa Nasional II bertempat di Balai Penelitian Lahan Rawa, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/10). “Harusnya tidak ada lahan kering di Kalsel, karena ada air dan sungai di sekeliling kita dan produksi harus bisa meningkat,” pungkas Andi Amran Sulaeman (Menteri Pertanian Republik Indonesia).

Tujuan Pekan Raya ini diantaranya adalah Mengkomunikasikan dan menyebarluaskan IPTEK hasil penelitian sumberdaya lahan rawa mendukung upaya mewujudkan pertanian modern berkelanjutan dan adaftif perubahan iklim. Memamerkan dan memperagakan keragaan sumberdaya genetik (konservasi plasma nutfah). Menggalang komunikasi dan kesepakatan antar stakeholder pengguna dan pengambil kebijakan terkait pemanfaatan sumberdaya lahan rawa. Menumbuhkembangkan apresiasi dan minat generasi muda terhadap proses produksi pangan berkelanjutan dan penelitian lahan rawa, serta Menghimpun dan merumuskan masukan untuk menentukan arah dan strategi pemanfaatan dan pengelolaan lahan rawa.

Kementerian Pertanian mengoptimalkan inovasi teknologi pertanian untuk lahan rawa sehingga menjadi solusi baru penyediaan pangan. Pemanfaatan lahan rawa untuk pangan adalah terobosan baru sebagai solusi paceklik pangan yang terjadi pada November, Desember dan Januari. Saat paceklik pangan terjadi di Jawa, tambahan pangan dapat dipenuhi dari lahan rawa. (Admin Balingtan)