Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Menerapkan Pertanian Ramah Lingkungan di Kalimantan Selatan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Sebagai salah satu instansi yang berfokus pada lingkungan pertanian, Balingtan senantiasa mengedepankan program pertanian yang ramah lingkungan. Tak hanya itu, Balingtan berharap konsep pertanian ramah lingkungan bisa diterapkan kepada seluruh lapisan masyarakat, salah satunya para petani di Kabupaten Hulu Sungai, Kalimantan Selatan.

Kabupaten Hulu Sungai, Kalimantan Selatan ini merupakan lokasi penelitian para peneliti Balingtan merupakan salah satu upaya dalam mengedepankan program pertanian ramah lingkungan, yang ditempuh dengan melakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan berupa aplikasi sekaligus identifikasi penggunaan produk Balingtan ramah lingkungan, yakni biopestisida. Dalam menunjang penelitian tersebut, pihak peneliti tentu saja melibatkan para petani lokal, yakni dalam hal praktik cara pembuatan biopestisida dan pengaplikasiannya di lapangan.

“Identifikasi sudah dilakukan dan biopestida yang dibuat bersama petani di sana kemarin kita lihat hasilnya bagus. Biopestisida yang kami buat kemarin terbuat dari daun sirsak dan daun jingah,” ujar Peneliti Balingtan, Sri Wahyuni,

Biopestisida sendiri merupakan salah satu produk Balingtan berupa pestisida alami dengan memanfaatkan bahan baku dari tumbuhan yang tersedia melimpah di lingkungan sekitar seperti kunyit, mimba, mahoni, babandotan dan sebagainya. Dinamakan Biopestisida karena adanya penambahan bakteri maupun mikroba yang mampu membunuh penyakit spesifik yang disebabkan oleh mikroba dan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kehadiran produk ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan pestisida kimia yang membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

Dengan adanya penelitian serta praktik membuat biopestisida bersama para petani lokal Hulu Sungai Kalimantan Selatan, Balingtan berharap para petani bersedia mengadopsi penggunaan biopestisida untuk digunakan secara berkelanjutan. “Jadi kita harapkan tidak hanya di tahun ini saja tapi di tahun-tahun yang akan datang pun petani mau membuat sendiri. Dan tentu saja pertanian yang ada di sana menjadi pertanian yang ramah lingkungan karena penggunaan pestisida dikurangi,” Sri Wahyuni menuturkan. (Admin Balingtan)