Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Membangunkan Singa Tidur, Lahan Rawa Disulap menjadi Lahan Produktif

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Potensi lahan rawa pasang surut di Indonesia cukup besar dan prospektif untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan produksi pangan dan penerapan inovasi teknologi yang tepat. Untuk optimalisasi pemanfaatan dan keberlanjutan sistem usaha tani di lahan rawa pasang surut, Badan Litbang Pertanian telah menyusun model pengembangan lahan rawa pasang surut, yang implementasinya dilaksanakan bersama dengan pemerintah daerah, Jum'at (16/11).

Dalam Workshop Pengembangan Pertanian Korporasi Lahan Rawa bertema tentang "Lahan Rawa Solusi Pangan Nasional" yang dihadiri oleh Anggota DPR RI, TAM Bidang Infrastruktur Pertanian, Direktur Irigasi Rawa, Ditjen Sumberdaya Air, Kemen PUPR, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten Batola Kalimantan Selatan, Dekan Gaperta ULM, UNPAR, UNISKA, UVAYA.

Pengembangan pertanian korporasi lahan rawa yang luasnya 500.000 ha bukan sedikit, apalagi akan menerapkan sistem pertanian modern berbasis pendekatan korporasi dengan mengintegrasikan berbagai inovasi teknologi yang telah dihasilkan selama ini.

Pada Tahun 2019 Kementerian Pertanian mengembangkan 500.000 hektar lahan rawa berupa optimalisasi lahan sawah komoditasnya berupa padi, sayuran, itik, dan ikan," ujar Prof. Dedi Nursyamsi (Ka BBSDLP).

Menurutnya dalam pendampingan penyediaan benih melalui Demfarm (Demonstrasi Farming) kurang lebih 500 hektar di 3 provinsi yaitu Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan Lampung.

Demfarm dimaksudkan untuk menunjukkan model pengolahan lahan rawa didalamnya berisi inovasi teknologi, mengatur air, menata lahan, menanam varietas yang toleran terhadap rawa, bahkan sampai hilir outputnya berupa beras premium. "Managemennya pun dikembangkan berupa sistem pertanian korporasi dimana Poktan dan Gapoktan memiliki saham yang besar dan dominan," pungkasnya. (Admin Balingtan)