Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Inovasi Teknologi Untuk Perubahan Di Jateng Gayeng Tani Fest

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian dengan tagline science innovation network dituntut untuk selalu menghasilkan teknologi baru untuk perubahan percepatan pencapaian tujuan pembangunan pertanian. Simultan dengan penciptaan inovasi teknologi baru, diseminasi dan hilirisasi teknologi dilakukan dengan massive dengan menggerakkan seluruh elemen lintas unit kerja dan unit pelaksana tugas baik di pusat maupun di daerah agar inovasi teknologi segera diadopsi, diterapkan, direplikasi dan diperoleh manfaatnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka penderasan diseminasi dan hilirisasi inovasi teknologi kepada masyarakat BPTP Balitbangtan Jawa Tengah menyelenggarakan ekspose inovasi spesifik lokasi yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 November 2018 dengan tema “Jateng Gayeng Tani Fest: Inovasi Teknologi Untuk Perubahan”. Berbagai inovasi teknologi pertanian multi-bidang komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan, pasca panen, mekanisasi pertanian, bioindustri, serta agribisnis dikemas dalam berbagai media pun digelar.

Dalam acara tersebut juga dilakukan launching UPBS ayam KUB, distribusi bibit mangga, distribusi bibit apel dan distribusi bibit ketang untuk Kabupaten seputar Jawa Tengah. Selain itu juga terdapat display inovasi teknologi dengan berbagai media seperti video, leaflet, banner, maupun produk-produk inovasi. Acara lainnya adalah pembagian produk inovasi seperti bibit pepaya, padi, kentang, sayuran; dan demo inovasi seperti hidroponik, kultur jaringan, serta demo pasca panen.

Seorang petani dari Semarang, Fahradi bercerita “Saya sering ke pameran-pameran inovasi pertanian seperti Jateng Gayeng ini untuk mendapatkan informasi perkembangan pertanian, siapa tahu bisa diterapkan di tempat saya”. Fahradi banyak bertanya mengenai pembuatan biochar dari berbagai bahan di stand Balingtan.

Khusus di stand Balingtan menampilkan produk inovasi yang telah dihasilkan seperti biochar, biokompos, biopestisida, sabun antiseptic alami, urea berlapis biochar dan lain-lain. Pengunjung yang datang mulai dari anak-anak SD, siswa SMP, petani, PPL dari wilayah Jawa Tengah, dan masyarakat umum. Seorang siswa SMP N 1 Boja, Althea Syahriza berkomentar “Kami sangat senang dengan adanya pameran ini menambah pengetahuan tentang inovasi teknologi pertanian”. Sementara Ramadhan seorang pegawai Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang mengajak diskusi mengenai budidaya terong yang terserang hama penyakit “Saya dibilang teman untuk tanya ke klinik konsultasi pertanian siapa tahu ada solusi tanaman terong saya”. Klinik konsultasi pertanian ini terdiri dari BPTP Balitbangtan Jawa Tengah, BPTP DIY, KP Muktiharjo dan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Banyak pengunjung yang menanyakan inovasi teknologi dan berdiskusi mengenai masalah bududaya pertanian dari padi, buah, hortikultura hingga mengenai olah lahan. Berbagi ilmu walaupun sedikit akan bermanfaat bagi yang lain. JAYALAH PERTANIAN INDONESIA!! (Admin Balingtan)