Lahan Rawa Berpotensi Tinggi Dalam Pengembangan Pertanian

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Kementerian Pertanian meluncurkan program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani). Melalui program ini, lahan rawa akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif.

Kabupaten Banyuasin, Sumsel merupakan salah satu lokasi pelaksanaan proyek optimasi lahan rawa pasang surut dalam Program Serasi, Rabu (12/12).

"Lahan rawa diibaratkan sebagai Singa Tidur yang diartikan bahwa lahan rawa merupakan lahan yang berpotensi tinggi untuk pengembangan pertanianl," ujar Prof Dedi (Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian).

Mendukung sepenuhnya program tersebut, yang dimulai dengan perencanaan (dimulai dengan SID) di Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan harus selesai pada bulan Desember 2018.  

Langkah selanjutnya adalah Pendampingan meliputi pendampingan pembukaan lahan sampai kepada pasca panen dan manajemen yang bersifat korporasi, dan pembuatan demplot (model perkembangan rawa).  

Petani di lahan rawa umumnya masih belum optimal memanfaatkan lahan rawa karena produktivitas yang masih rendah, IP 100.  Melalui Implementasi Panca Kelola Lahan Rawa diharapkan produktivitas tanaman dan indeks pertanaman dapat ditingkatkan.

Sebagai langkah awal pengembangan lahan rawa akan dilakukan penyusunan SID dan karakterisasi  sumberdaya lahan dan air untuk mendukung upaya optimalisasi lahan rawa melalui peningkatan IP dan produktivitas, diversifikasi komoditas, dan pemberdayaan petani. Peningkatan IP Padi dari 100 menjadi 200 melalui pengelolaan tata air makro dan mikro, pintu air, dan pompa serta penataan lahan.(Admin Balingtan)