Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Kenaikan Target Tanam Padi Kabupaten Jepara

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Bertempat di aula Ex Hutbun, Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara, sejumlah 49 peserta yang merupakan perwakilan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Se Kabupaten Jepara menghadiri rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dengan kerjasama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Rapat kali ini membahas mengenai teknis pelaksanaan kegiatan tanaman pangan tahun 2019 yang juga merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah yaitu UPSUS (Upaya Khusus).

Pukul 10.00 WIB, acara dibuka oleh ir. Mijil Sulasih, MM selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara dengan moderator Rokhim, SST, MM yang merupakan Kasubid Tanaman Pangan dan Hortikultura. Selain membahas mengenai informasi pengadaan benih tumpangsari, Ir Mijil juga sempat menyinggung mengenai kendala dalam program upaya yang juga kendala umum dalam bertani yaitu banjir.

"Ada tiga kecamatan di Kabupaten Jepara yang terendam banjir di antaranya Pecangaan, Donorejo, dan Kalinyamatan." Tutur Ir. Mijil Sulasih, MM.

Dilanjutkan dengan pemaparan dari Ir. Mulyadi, peneliti Balingtan yang juga merupakan salah satu anggota program upsus Kabupaten Jepara. Dalam pemaparannya, beliau membahas mengenai Luas Tambah Tanam (LTT) yang menjadi target Kabupaten Jepara dalam program UPSUS.

 Target Luaas Tambah Tanam perbulan Januari dari tahun 2017 sampai 2019 di Kab. Jepara mengalami kenaikan target yang signifikan, pada tahun 2017 yaitu 3.696 ha, Tahun 2018 yaitu 8.354 ha, dan tahun 2019 yaitu 14.705 ha.

 Selain itu, beliau juga membuka sesi diskusi dengan para peserta rapat yakni PPL kecamatan mengenai kendala dalam mencapai target program. Ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Di antaranya banjir, adanya alih komoditas di lahan sawah, dampak kemarau panjang dan berbagai kendala teknis lainnya di lapangan.

Selain Balingtan dan DKP, turut hadir Dandim Jepara/0719 yang dihadiri oleh Wakil Pasiterdim, Kapten Inf Ngadino. Beliau menuturkan perlu kerjasama yang baik antar berbagai elemen dalam mendukung program pemerintah sebagai upaya untuk mencapai ketahanan pangan. Pemaparan Kapten Inf Ngadino sekaligus menutup rapat koordinasi pada siang itu. (Nourma-Balingtan)