Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Rekayasa dan Penguatan Kelembagaan Petani, Bentuk Dukungan Balitbangtan untuk Program #SERASI

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
   
 
 
   

 Berita Balingtan - Berbagai kegiatan dilakukan untuk mendukung Program#SERASI, salah satunya adalah upaya penguatan kelembagaan petani. Berbicara pada rapat koordinasi di Banjarmasin, “Dukungan Balitbangtan untuk Program#SERASI”, Dr. Hermanto, SP., MP [peneliti di Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP)] mengatakan bahwa intervensi terhadap kelembagaan harus dilakukan dengan menonjolkan fungsi kelembagaan tersebut. Hal yang terpenting adalah mengfungsikan kembali kelembagaan yang ada di masyarakat.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hermanto mengingatkan kembali bahwa fungsi kelembagaan adalah mengorganisasi dan memobilisasi sumberdaya; membuka akses sumberdaya produksi dan sumber informasi; membantu keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya alam; mempengaruhi lembaga-lembaga politis; meningkatkan intensitas hubungan sosial; membantu mengembangkan sikap dan tindakan, kooperatif dll.; menyiapkan insfrastruktur sosial di tingkat lokal.

 

Dr. Hermanto menambahkan penguatan kelembagaan dilakukan melalui kepemimpinan, kewirausahaan, manajerial, modal usaha, sarana dan prasarana. Namun, permasalahan dalam kelembagaan yang terjadi saat ini adalah krisis leadership di petani dan rasa distrust. Apa yang dilakukan untuk penguatan kelembagaan? Menurut Dr. Hermanto disebutkan paling tidak 4 tahapan penguatan kelembagaan petani, yaitu: 1). Membangun partisipasi aktif, 2). Membangun kapasitas manajemen dan usaha kelompok, 3). Membangun kemitraan usaha, 4). Membangun kemandirian kelompok

(Admin Balingtan)