Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Panca Kelola Lahan Sawah Ramah Lingkungan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Peningkatan kebutuhan pangan seiring laju pertambahan penduduk mendorong mengintensifkan lahan eksisting dengan memperdayakan sumberdaya secara bijak dan kelestarian lingkungan hidup. Luas lahan di Desa Wotan 2.113 hektar dan sebanyak 1.756 hektar merupakan lahan sawah. Dimana lahan sawahnya merupakan sawah irigasi.

Pengelolaan lahan sawah dengan Panca Kelola Lahan Sawah Ramah Lingkungan (Panca Kelola Ramli) merupakan salah satu kegiatan diseminasi yang terdiri atas lima paket teknologi inovatif berbasis sumberdaya lokal yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Panca kelola ramli terdiri atas 5 komponen teknologi  yang meliputi (1) Penggunaan varietas unggul adaptif perubahan iklim, (2) Penggunaan amelioran biochar-kompos, (3) Pemupukan berimbang dengan menggunakan urea berlapis arang, (4) Pengaturan air, (5) Penggunaan pestisida nabati.

Panca Kelola Ramli musim kedua di Desa Wotan Kecamatan Sukolilo ini telah dimulai sejak bulan September 2018 dengan olah tanah I, olah tanah II, persemaian benih Inpari 42, dan penyebaran biokompos sebanyak 3 ton/hektar ke lahan. Perubahan varietas padi yang ditanam dari Inpari 33 menjadi Inpari 42 dengan pertimbangan Inpari 42 lebih tahan terhadap hawar daun bakteri dan batangnya lebih kokoh. Saat bibit padi berumur 21 hari dilakukan tanam pindah. Sistem tanam yang digunakan adalah jajar legowo 2 : 1. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang telah dilakukan maka dilakukan pengambilan contoh gas rumah kaca dan pengukuran parameter tanaman (tinggi tanaman dan jumlah anakan) secara berkala 2 minggu sekali.

Untuk mengetahui perkembangan dan mamantau kegiatan yang telah dilakukan maka dilakukan peninjauan oleh tim MONEV (monitoring dan evaluasi) pada tanggal 23 Januari 2019. Tanaman secara keseluruhan tampak hijau dan pertumbuhannya seragam.  Namun bila dilihat secara dekat beberapa tanaman terserang ulat penggulung daun, diperkirakan sekitar 1% dari keseluruhan. Maka akan segera dilakukan penyemprotan insektisida untuk menghindari hama menyerang lebih parah lagi. Penggunaan biopestisida dan biokompos tampak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan performa secara visual (lebih tinggi dan lebih hijau), dilihat dari tanaman demplot dibandingkan dengan petani yang tidak menggunakan biopestisida. (Admin Balingtan)