Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Verifikasi lapang terakit luas tambah tanam (LTT) dan luas tambah panen (LTP) untuk Mendukung UPSUS Kab. Pati

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - Kec. Batangan, Kab. Pati kondisi lahan masih terdapat tanaman, berumur sekitar 1,5 bulan – 3 bulan. Sebagian masih premordia, sebagian keluar malai, dan sebagian mulai menguning. Panen diperkirakan mulai pertengahan Maret dan puncak panen minggu ke-4 Maret. Apabila masih turun hujan (sebagian tanam padi), dan apabila tidak ada hujan praktis tidak tanam padi dan biasanya beralih ke palawija. Kalaupun tanam padi diperkirakan hanya sekitar 50-75 ha saja dengan sumber pengairan sumur bur.

Kac. Juwana, Kab. Pati kondisi pertanaman baru memasuki masa generatif dan sebagian masih masa vegetatif. Panen diperkirakan Maret, dan tanam berikutnya akan terjadi akhir maret-pertengahan April. Wilayah yang dimungkinkan dapat tanaam padi adalah wilayah dekat sungai Juwana (Ds. Sejomulyo, Gempolmulyo, sebagian Karang rejo) dan desa Margomulyo sebagian yang dapat aliran dari waduk gunungrowo dan sebagian dengan sumur bur. Tetapi untuk wilayah laiinya seperti Ngerang, Pekuwon, Bakaran Wetan, Bakaran Kulon, dll. kalau melihat curah hujan seperti ini ada kemungkinan beralih ke tanaman selain padi.

Kecamatan Trangkil Kab. Pati sebagian besar tanaman padi telah memasuki masa generatif, panen diperkirakan bulan maret dengan puncak panen sekitar pertengahan Maret. Tanam padi berikutnya diperkirakan bulan April, meliputi wilayah-wilayah rendah seeperti Desa Trangkil, Guyangan, Asempapan, sebagian Karanganyar, Ketomulyo, Krandan. Untuk wilayah-wilayah tersebut biasanya mengandalkan pengairan dari sumur bur.

Kecamatan Dukuhseti Kab. Pati sebagian besar telah memasuki masa generative, puncak panen diperkirakan minggu ketiga Maret. Tanam padi berikutnya bulan Maret minggu ketiga- akhir april, dengan pengairan sumur bur. Areal-areal yang sulit sumber sumur bur, baiasanya ditanam tanaman semangka dan kadang juga bero.

Di wilayah ini saat ini (saat verifikasi) terdapat lahan sekitar 538 ha tidak tertanami (tidak ada tanaman), akibat dari dari dampak banjir akhir januari yang lalu. Dari luasan tersebut sebagain telah membuat pesemaian dan sebagian lagi belum membut persemaian (alasannya adalah menunggu panen dari tanaman yang tidak terdampak banjir). Lahan terdampak banjir belum dilakukan penanganaan lahan sama sekali, sehingga nampak kering dan ditumbuhi rumput rumput. Lahan inilah yang diperlukan untuk segera ditangani dengan penanaman padi.

Wilayah terdampak banjir ini memang berada pada posisi cekungan dan sulit membuang air ke sungai (arah laut). Wilayah terdapat benjir tersebut meliputi berapa desa se Kecamatan Dukuhseti, yairu: Desa Dukuhseti, Alasdowo, Ngagel, Kenanti, Bakalan, Dumpil, Grogolan, Tegalombo, Kembang, dan Puncel meliputi luasan sekitar 758 ha. Ssat ini tanaman yang selamat dari dampat banjir baru memasuki masa vegetatif. (Admin Balingtan)