Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

International Training On Digital Soil Property Mapping and Information Delivery

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Berita Balingtan - International Training On Digital Soil Property Mapping and Information Delivery diselenggarakan oleh Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) di Yogyakarta pada tanggal 22 – 26 April 2019. Diikuti oleh perwakilan balai lingkup BBSDL (Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Balai Penelitian Tanah, Balai Penelitian Lahan Rawa, Balai Penelitian Iklim dan Hidrologi) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian hampir seluruh Indonesia (24 BPTP). Acara dibuka oleh Dr. Haris Syahbuddin, DEA selaku PLT. BBSDLP yang sekaligus mewakili Kepala Balitbangtan. Setelah pembukaan dilanjutkan sesi materi dari berbagai narasumber seperti: Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, MAgr Assistant of Minister for Infrastructure, Ministry Of Agriculture; Prof. Dr. Budiman Minasny  The University of Sydney, Australia; Dr. Viatkin Konstatyn FAO, Rome, Italy; Dr. Pittayakon Limtong  LDD, Thailand; Dr. Adha Siregar ISRI, Indonesia; Dr. Kanika Singh The University of Sydney, Australia; Mr. Saefoel Bachri ICALRD, Indonesia.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Viatkin Konstatyn dan Dr. Isabel Caterina dari Food and Agriculture Organization (FAO). International Training on digital soil property mapping and information delivery ini menggunakan program open source QGIS dan R Studio. Pemakaian program yang open source akan memudahkan pengguna karena mudah diakses di internet tanpa bingung harus memikirkan lisensi yang mahal.

Materi yang disampaikan selama 4 hari mencakup intro spatal data, pengenalan R basics, praktik R Basics, Regression Kriging, Random forest, Uncertainty, Information delivery. Selain memberikan contoh step by step di setiap tema, juga dilakukan praktik langsung untuk menghasilkan peta yang berbeda. Kelebihan dari R studio adalah menggunakan script dalam melakukan perintah sehingga bila ada kesalahan dapat ditelusur dari awal. Sedangkan program QGIS digunakan untuk mempercantik tampilan peta karena di QGIS lebih mudah dalam menampilkan warna dan layout peta. (Admin Balingtan)