Era Industri 4.0 Riset Lebih Inovatif

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
 
 
 
       

Berita Balingtan - Kunjungan mantan kepala balitbangtan Dr.  Haryono di gedung utama dan disambut di dalam ruangannya oleh Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian yang diwakilkan oleh Kasubbag TU Sudarto SE,  yang didampingi Kasi Yantek dan Jaslit Rina Kartikawati SP., M. Agr, Koordinator Program Dr. Ir. A. Wihardjaka M.Si, Ketua Kelti GRK Ali Pramono SP., M. Biotech, Ketua Kelti EPPP Dr. E.S. Harsanti SP., M. Sc, Kepala Kebun Percobaan Edi Supraptomo S.ST, Indratin SP, Dr. Helena Lina S., S.Si dan Asep Kurnia SP, M.Eng. Bersama mantan kepala balitbangtan membahas soal upaya balingtan dalam menghadapi era industri 4.0.

“Balingtan seharusnya menjadi balai besar, dimana salah satu dari 3 (tiga) pilar pembangunan dunia yaitu lingkungan yang merupakan bagian dari visi dan misi balingtan,” kata Dr. Haryono dalam pertemuan bersama tim balingtan, ruangan kabalai. Dr. Haryono menuturkan bahwa balingtan sudah memiliki modal untuk menghadapi era industri 4.0, ditambah lagi perlunya sistem informasi yang mendukung untuk membawa hasil riset ke aplikasi massal, masyarakat ataupun industri dan beliau siap menfasilitasi sebagai konsultan IT untuk mewujudkan visi dan misi dari balingtan. Di samping  itu, beliau juga merupakan salah satu pengajar mahasiswa pascasarjana di bidang IT yang berkaitan dengan sistem informasi.

Dr. Haryono menyampaikan banyak cerita dan pengalamannya sebagai salah satu orang yang memiliki peran penting dalam pembangunan balingtan dan salah satu bangunan yang diabadikan namanya yaitu bangunan gedung auditorium Dr. Haryono Balingtan. Beliau mencontohkan yang paling penting untuk menghadapi era industri 4.0 yakni, kita harus memahami persoalan yang akan dihadapi beberapa tahun yang akan mendatang, lalu memulai langkah kecil untuk membuat kerja nyata berdasarkan data dan aturan yang lengkap untuk disebarluaskan ke masyarakat.

 Dari penjabaran cerita dan pengalaman beliau serta diskusi bersama untuk  membahas soal masa depan balingtan, akhirnya menghasilkan 7 (tujuh) poin kesimpulan yang harus dihadapi balingtan di era industri 4.0. Adapun isi dari 7 (tujuh) poin adalah sebagai berikut: (1) Melakukan riset yang lebih inovatif, yaitu riset-riset yang bermuara pada aplikasi nyata, adopsi massal atau industri; (2) Riset harus memiliki data, database dan back up data tentang pencemaran lingkungan pertanian; (3) Harus ada tim IT yang kuat (Dr. Haryono siap menjadi konsultan IT); (4) Harus tetap dalam melanjutkan kolaborasi riset dan inovasi; (5) Harus segera mendesain sistem informasi tentang pencemaran lingkungan pertanian di Indonesia; (6) Harus memiliki pola managemen sistesmatis dan terukur, managemen yang disarankan yaitu porter value chain management; (7) Menerapkan open sience dan open inovation. (Admin Balingtan)