Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Climate-Smart Villages (CSVs) dalam Menjawab Desakan Dampak Perubahan Iklim

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - SEARCA bekerjasama dengan CCAFS dan IIRR menyelenggarakan workshop “Establishing Climate-Smart Villages (CSVs) in ASEAN Region to Improve Food Security and Resiliency in Local Communities” di Los Banos, Filipina.  Workshop yang diikuti oleh peserta dari negara-negara di ASEAN (Indonesia, Myanmar, Laos, Malaysia dan Filipina) dilaksanakan selama 7 hari (8 – 14 July 2019). Hadir perwakilan dari Indonesia, Dr. Helena Lina Susilawati, salah satu peneliti dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan), Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP).

Climate-Smart Villages (CSVs) merupakan salah satu pendekatan yang mampu meramu pendekatan secara holistic dalam menghadapi dampak perubahan iklim di masyarakat petani. Berbicara dalam acara tersebut, Dr. Leocadio S. Sebastian (Regional Program Leader dari CGIAR – CCAFS SEA) mengatakan bahwa CSVs di ASEAN telah dilaksanakan di Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina dan Vietnam sebagai proses pembelajaran dalam menghadapi perubahan iklim berdasarkan community based participatory.

Hal yang menarik adalah bahwa kegiatan workshop tersebut didesign untuk mengunjungi beberapa tempat yang berhasil mengadopsi pendekatan CSVs di daerah Guinayangan, Provinsi Quezon. Kepala Daerah Guinayangan, (Hon. Mayor Cesar J. Isaac III), bercerita bahwa keberhasilan CSVs dibeberapa desa dibawah pimpinannya karena pendekatannya dilakukan secara holistic baik itu dari teknologi yang disampaikan kepada petani pengguna, partnership yang berasal dari kemauan masyarakat petani pengguna, dukungan pemerintah lokal dan nasional, pihak swasta dan pasar. (Dr. Helena - Balingtan)