Solusi Percepat LTT UPSUS Jawa Tengah

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Provinsi Jawa Tengah diminta melakukan percepatan luas tambah tanam pada Upaya Khusus (LTT-UPSUS) Pajale  yang menjadi program pemerintah. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Suwandi, M.Si, saat memberi arahan pada rapat kordinasi Upsus. "Semua mengalami kekeringan, tetapi luas tambah tanam tetap harus dipercepat dengan strategi tepat," kata Suwandi, Selasa (3/9).

Suwandi menawarkan solusi agar LTT tidak terhambat akibat keterbatasan air. "Lakukan gerakan percepatan olah tanah dan tanam pada lokasi terdampak kekeringan tetapi mempunyai poteni air irigasi," kata Suwandi.

Berikutnya pemerintah akan menggulirkan bantuan BBM untuk pompa air, sementara brigade Alsintan harus sinergi bergerak mendukung. "Solusi kedua kejar tanam dengan membuat sumur dangkal untuk daerah kekeringan yang tidak ada sumber air," kata Suwandi.

Rapat Koordinasi UPSUS Pajale Provinsi Jawa Tengah memang dilaksanakan untuk akselerasi pencapaian LTT Provinsi Jawa Tengah. Hadir dalam rakor Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Kepala Dinas yang membidangi pertanian dan penanggungjawab UPSUS se-Jawa Tengah dan DIY, dan seluruh Pasiter KODIM se-KODAM IV/ Diponegoro.

Turut hadir pula dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian. Melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan), Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Balitbangtan memberikan dukungan penuh demi tercapainya target LTT di wilayah pendampingan masing-masing di Provinsi Jawa Tengah.

Wilayah pendampingan Balingtan meliputi Kabupaten Pati dan Jepara, Balitklimat meliputi Kabupaten Cilacap, Temanggung, Wonosobo dan Kebumen sedangkan BPTP Jawa Tengah mencakup Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Pemalang.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro, M.Sc,   menawarkan pemanfaatkan lahan untuk palawija seperti pengalaman di Kabupaten Demak saat musim kemarau.  "Lahan bisa ditanam kacang hijau dengan adopsi teknologi varietas kacang hijau unggul hasil dari Badan Litbang Pertanian," kata Suryo. 

Kasiter Korem Solo, Letkol Drs. Achsin, M.Si, mewakili Aster Kasdam IV Diponegoro, menyampaikan siap melakukan pendampingan UPSUS.  “Ketahanan Pangan adalah Ketahanan Nasional yang harus diupayakan bersama-sama” tambah Achsin.

Kebijakan pendampingan antara lain mendorong petani melaksanakan budaya tanam serentak dan meningkatkan LTT; membantu pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tersier (embung, long storage, DAM Parit); sinergi dengan stakeholder lainnya dalam distribusi air untuk pertanian; pengawalan saprodi (pupuk-benih) secara simpatik dan berkoordinasi dengan instansi lain.

Berikutnya optimalisasi brigade alsintan KODIM guna mendukung percepatan tanam, tingkatkan indeks pertanaman (IP) dan tanam serentak.

Satkorwil bersama dengan instansi terkait membantu menyiapkan, melatih dan mendidik SDM petani; melaksanakan pelatihan guna mendukung tenaga PPL; melanjutkan giat percontohan (demplot) sebagai sarana pembelajaran Apkowil dan petani setempat; membangkitkan motivasi dan kesadaran para tokoh masyarakat dalam bertani.

Keterbatasan air bukan penghalang  budidaya dengan syarat semua pihak saling bekerja sama bersinergi mewujudkan target LTT UPSUS Provinsi Jawa Tengah (Rina Kartikawati-Balingtan)