Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Promosi Produk Inovatif ke Perusahaan Pupuk Organik

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
 
       

Berita Balingtan - Melahirkan produk inovatif merupakan salah satu target Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Oleh karena itu hasil riset diarahkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.  Sebagai salah satu lembaga riset di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang fokus terhadap permasalahan lingkungan pertanian, produk inovatifnya tidak terlepas dari penanganan masalah lingkungan pertanian pula.

Beberapa produk inovatif Balingtan diantaranya telah dilisensi. Sebut saja urea berlapis arang aktif dan biopestisida Balingtan yang sudah terlebih dahulu dilirik oleh dunia usaha. Target selanjutnya adalah mendapatkan lisensor untuk Pupuk Organik Cair (POC) Balingtan.

POC Balingtan ini sangat unik karena bahan baku utamanya adalah dari limbah pertanian seperti sekam padi, sludge dan urin sapi. Sesuai dengan slogan Balingtan “zero waste”, artinya memanfaatkan limbah yang ada di sekitar menjadi produk yang bernilai.

Sebagai langkah awal mendapatkan lisensor, Balingtan melakukan promosi POC ke PT. Triputra Jaya Sentosa (PT. TJS). PT TJS merupakan salah satu perusahaan berbadan hukum yang bergerak di bidang pupuk organik, pemanfaatan dan pengangkutan Limbah B3 yang telah mendapatkan izin sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sesuai dengan ijin usahanya, PT TJS kegiatannya melakukan pembuatan pupuk organik atau pembenah tanah yang dimanfaatkan bagi pertanian.

Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Ir. Mas Teddy Sutriadi, M.Si. didampingi oleh Asep Kurnia, SP., M.Eng dan Dr. E.S. Harsanti (peneliti Balingtan) menyampaikan keunggulan dari POC Balingtan pemilik PT. TJS, Bambang Gunawan. “Produk kami mempunyai kemampuan merangsang pertumbuhan daun, tunas, dan meningkatkan hasil tanaman pangan, palawija, sayuran, dan tanaman lainnya” jelas Teddy. “Selain itu bahan yang digunakan pun menggunakan limbah yang secara langsung mengurangi pencemaran, dan formulasi bahan mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Dengan demikian POC Balingtan mempunyai berbasis ramah lingkungan” tandasnya.

Peneliti senior, Dr Harsanti menambahkan bahwa POC Balingtan mempunyai kelebihan diantaranya mengandung unsur-unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman seperti N, P, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, Fe. “Jika dibandingkan dengan produk di pasaran, POC kita lebih lengkap kandungan haranya sedangkan POC yang dipasaran yang hanya mengandung unsur mikro saja” ujar Harsanti. “selain itu POC Balingtan lebih murah, penggunaan mudah, disemprotkan pada bagian permukaan  tanaman (daun dan batang), dengan dosis 4-5 cc/liter air setiap 7-14 hari sekali ” tandasnya.

Mendengar penjelasan dari Kepala Balingtan dan Dr. Harsanti, pemilik PT. TJS semakin antusias. “Saya tertarik untuk mencoba POC Balingtan dan mohon info bagaimana cara untuk mendaftar sebagai lisensornya” ungkap Gunawan. Lebih lanjut Gunawan menyampaikan bahwa dia akan mencoba POC terlebih dahulu”.  "Sebelum mencoba, saya pingin tahu detil administrasi,  juga tata cara dan prosedur lisensi terlebih dahulu" tandasnya.  Kepala Balingtan mempersilahkan dan menyambut baik keinginan calon pengguna produk inovatif Balingtan tersebut,dan akan segera memberikan informasi tentang proses dan prosedur lisensi guna mendukung pelakaanaanmya nanti.  (E.S.Harsanti-Balingtan)