Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Gelar Teknologi Pertanian Rawa Ramah Lingkungan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Temu Lapang Dukungan Litbang dalam Program #SERASI 2019 di Kalimantan Selatan bertempat di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Senin (14/10).

Acara ini dihadiri Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufri,MS, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalsel, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov. Kalsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalsel, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Barito Kuala beserta para pejabat lainnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufri, mengatakan temu lapang dilaksanakan dalam rangka mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang Pertanian dalam upaya mendukung Program Utama Strategis Kementerian Pertanian dalam Program #SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) untuk menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045, kemandirian pangan, diversifikasi pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, kesejahteraan petani, serta menghadapi perubahan iklim.

Biopestisida Balingtan adalah Balitbangtan yang melahirkan teknologi inovatif untuk meningkatkan produksi pangan dan kualitasnya. Peran yang sangat penting diemban Balitbangtan untuk membangunkan lahan rawa, menggerakkannya sehingga menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.

Berbagai teknologi diaplikasikan mulai dari paket budidaya tanaman padi dengan menggunakan varietas unggul dan adapatif terhadap lingkungan rawa, penggunaan alat dan mesin pertanian modern berbasis 4.0 hingga integrasi tanaman padi dengan ternak itik dan ikan. Tak kalah pentingnya adalah penanganan pasca panen dan manajemen korporasi yang juga menjadi kunci keberlanjutan Program SERASI.

Dalam budidaya tanaman, penggunaan sarana produksi pestisida kimiawi tidak dapat dihindari selain mudah mendapatkannya juga cepat menunjukkan hasil. Seorang petani penggarap di lahan rawa menuturkan bahwa selama ini dia menggunakan pestisida kimiawi untuk mengendalikan OPT. 

Penggunaan pestisida kimiawi memang nyata memberikan kontribusi terhadap stabilitas hasil tanaman pertanian termasuk tanaman pangan dan hortikultura. Namun penggunaan pestisida kimiawi yang tidak tepat dan cenderung berlebihan akan berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Sebut saja resurjensi hama tertentu, terbunuhnya organisme menguntungkan non target, kontaminasi dan cemaran residu dalam tanah, air, dan produk pertanian. (Admin Balingtan)