Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Menyamakan Persepsi Demi Meretas Pengangguran Lulusan SMK

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Dalam rangka mengumpulkan informasi dan dengar pendapat antara SMK Tunas Harapan dan dunia usaha dan dunia industri tempat anak-anak magang maka pihak SMK Tunas Harapan mengundang pihak seluruh pihak di sekitar Pati untuk melakukan forum group discussion (FGD) dalam tajuk ‘’Koordinasi Pengembangan Jejaring Kerjasama Industri Program Pengembangan SMK Berbasis Industri Keunggulan Wilayah’’ pada hari Kamis (17/10/2019).

Ada 15 dunia usaha dan instansi pemerintah di Pati, termasuk Balingtan yang diundang. “FGD ini diadakan untuk menyamakan persepsi dengan keinginan industri sehingga dapat meningkatkan kompetensi lulusan SMK dan meretas pengangguran lulusan SMK” demikian Kepala Sekolah SMK Tunas Harapan Ir. Eny Wahyuningsih, M.Pd menjelaskan maksud dari pertemuan diadakan. Drs. Sunoto yang merupakan Kepala cabang Dinas pendidikan wilayah 3 prov Jateng dalam sambutannya menegaskan program revitilisasi sekolah, sikronisasi kurikulum, dan kerjasama industri bertujuan agar anak-anak SMK punya kemampuan dan tidak menganggur. Setelah sambutan selesai beliau sekaligus  membuka acara FGD.

Materi utama dari kegiatan ini adalah strategi implementasi budaya industri di SMK dan pengembangan kurikulum SMK berbasis industri. Narasumber didatangkan dari PT. ATMI Solo. Penjelasan yang dapat didapat bahwa sasaran dar lulusan siswa SMK adalah bekerja di industri, melanjutkan ke perguruan tinggi dan wirausaha. Sedangkan dimensi SMK yang dikembangkan mengenai sikap, pengetahuan dan keterampilan. Bayu Prabandono, ST., MT menekankan bahwa dalam meningkatkan kompetensi dasar adalah hal yang sangat penting sebagai contoh adalah kerja bangku (mengikir) bila berhasil sesuai yang disyaratkan maka dapat dipastikan tingkah laku dan kerjasama akan baik. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan tentu saja harus ada kerjasama antara sekolah, orang tua dan lingkungan dalam mendidik.

Materi terakhir diberikan oleh Rivai Simanjuntak dari P4TK BBL Medan. Dalam sesi ini dijelaskan sistem pendidikan di Jerman, anak-anak TK sudah dilatih dan dijuruskan sesuai kompetensinya sehingga keberhasilan anak dalam menempuh pendidikan sangat besar. Diharapkan pendidikan di Indonesia akan berkembang menuju hal yang sama sehingga tidak memberatkan anak dalam proses belajar. Dalam sesi terakhir ini juga dilakukan diskusi antar industri kriteria lulusan SMK seperti apa yang dibutuhkan, masukan diberikan mengenai sikap anak-anak SMK yang magang dan kemungkinan kerjasama lebih lanjut antara industri dengan sekolah. (Dolty-Balingtan)