Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Kegiatan Climate Smart Agriculture (CSA), Teknologi Balingtan Unjuk Gigih

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Sebanyak 35 peserta dan 5 panitia TOM melakukan kunjungan lapang ke Balingtan. Peserta merupakan Dosen, Widyaiswara, Penyuluh pertanian/KJF Provinsi, dan Penyuluh Pertanian/KJF Pusat yang berasal dari 8 provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat). Kegiatan ini merupakan serangkaian agenda TOM Climate Smart Agriculture (CSA) dari proyek SIMURP 2019.

Peserta disambut oleh Kepala Kebun Percobaan Balingtan (Edi Supraptomo, S.ST) yang mewakili manajemen Balingtan. Edi berharap kegiatan kunjungan lapang ini dapat menambah wawasan peserta TOM. Ir. Sri Rahayu, MM, perwakilan panitia menyampaikan bahwa kedatangan peserta TOM bertujuan untuk mengenal langsung penerapan CSA di Balingtan.

Kunjungan dimulai dari lahan OPAL, Laboratorium terpadu, Greenhouse, Lysimeter, demplot jangka panjang, dan Laboratorium GRK, serta praktik cara sampling gas rumah kaca (GRK), pembuatan biokompos, pembuatan kompos, dan pembuatan pestisida nabati. Selama kunjungan lapang peserta didampingi oleh para peneliti handal Balingtan, yang memberikan penjelasan terkait teknologi yang dihasilkan Balingtan, serta para teknisi berpengalaman yang membantu peserta dalam kegiatan praktik lapang.

Para peserta sangat terkesan dengan fasilitas dan teknologi yang ada di Balingtan.  “Saya tidak menyangka Kementan mempunyai balai penelitian yang fokus terhadap lingkungan pertanian. Fasilitas dan teknologinya sangat luar biasa. Masyarakat bisa memanfaatkannya” ujar Abdurrahman, salah satu peserta dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang. Dia juga mengatakan bahwa Balingtan telah menghasilkan banyak teknologi yang mendukung Climate Smart Agriculture, seperti pestisida nabati yang ramah lingkungan, kemudian ada Filter Irigasi Inlet Outlet (FIO) yang berfungsi untuk menyaring air irigasi dari racun – racun berbahaya seperti cemaran logam berat dan residu pestisida dan masih banyak lagi teknologi yang lainnya.

Peserta sangat senang dan berterima kasih atas ilmu dan pengetahuan yang didapatkan selama kunjungan singkat tersebut. Saran dan harapan peserta untuk Balingtan adalah semoga teknologi di Balingtan bisa semakin inovatif, dan para peneliti harus lebih mendekat kepada petani dengan melakukan sosialisasi yang lebih instensif sehingga , setiap hasil penelitian dan semua teknologi yang dihasilkan dapat di aplikasikan oleh  petani. (Baiq NS-Balingtan)