Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Upaya pengembangan laboratorium Gas Rumah Kaca melalui modernisasi alat penangkap Gas Rumah Kaca otomatis

Berita Balingtan - Salah satu fasilitas yang dimiliki Balingtan untuk mendukung tupoksinya dalam melakukan penelitian Gas Rumah Kaca adalah peralatan untuk menangkap dan meng-analisis CH4 secara otomatis. Peralatan ini sudah ada di Balingtan sejak tahun 1993 dan peralatan ini merupakan bagian dari program penelitian interregional (IRRI- Fraunhofer Institute for Atmospheric Environmental Research - Litbang di China, India, Indonesia, Philipina dan Thailand, didanai oleh UNDP-GEF (United Nation Development Program-Global Environment Facility). Berdasarkan informasi yang ada, saat ini peralatan CH4 otomatis yang berada di Balingtan merupakan satu-satunya alat yang masih bisa beroperasi diantara 7 stasiun pengamatan di 5 negara yang tergabung dalam penelitian interregional tersebut diatas. Meskipun masih bisa beroperasi, peralatan ini memerlukan penanganan khusus.

 

Pada tahun 2011, pada saat Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono, mengunjungi Balingtan. Beliau mengatakan bahwa peralatan CH4 otomatis ini perlu untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kemajuan IT dan peralatan elektronika untuk mendukung dihasilkannya teknologi rendah emisi GRK. Penambahan jumlah chamber sangat diperlukan agar perlakuan tidak terbatas hanya pada 12 chamber saja. Menindaklanjuti arahan Kepala Badan Litbang Pertanian dan upaya untuk mengoptimalkan alat otomatis yang ada maka pada tanggal 8-10 Mei 2012, Balingtan mengundang Dipl. Ing. Bayu Budiman dari Pusat Teknologi Sumberdaya Mineral, Kedeputian Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Kedatangan beliau adalah untuk melakukan survey awal dalam rangka penggumpulan informasi dan need assessment untuk perencanaan penambahan kapasitas dan modernisasi peralatan pengukuran GRK otomatis. Didalam diskusinya dengan para peneliti Balingtan dikatakan bahwa upaya modernisasi peralatan otomatis akan dilakukan dengan menambah 24 chamber dengan ukuran yang sama. Untuk lebih menyederhanakan penggunaan kabel, pipa-pipa sampel maka akan digunakan teknologi kontrol berbasis distributed system dan pada jaringan micro-pipeline menggunakan konsep bus. Membuka menutupnya chamber akan didesain dengan sistem servo atau pneumatic. Konsep pengembangan dan modernisasi peralatan otomatis ini masih bersifat terbuka akan adanya ide-ide baru sehingga masih dimungkinkan adanya perubahan.