Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Eucalyptus Herbal Ampuh

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Indonesia kaya akan aneka ragam hayati, salah satunya tanaman EucalyptusEucalyptus sudah banyak dimanfaatkan dan dibudidayakan di berbagai negara sebagai bahan baku kayu, pulp, dan minyak atsiri. Kandungan metabolit dalam Eucalyptus dapat bersifat anti virus, anti bakteri, dan anti jamur pada konsentrasi tertentu. Komponen utama minyak atsiri dari Eucalyptus adalah senyawa volatil 1,8-cineole (cineole or eucalyptol), β-caryophyllene dan α-pinene yang memiliki sifat- sifat obat dan terapeutik. Lebih dari 300 spesies Eucalyptus mengandung minyak atsiri dalam daunnya dan kurang lebih 20 spesies mengandung 1,8–cineole (lebih dari 70%) yang telah digunakan secara komersil untuk produksi minyak atsiri dalma industri farmasi dan kosmetik.

Ekstrak Eucalyptus sering dimanfaatkan sebagai analgesik, anti inflamasi dan obat antipiretik untuk gejala infeksi pernapasan, seperti pilek, flu, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan infeksi dada termasuk bronchitis dan pneumonia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak Eucalyptus dengan kandungan bahan aktifnya yaitu 1,8 cineol atau eucalyptol memiliki kemampuan menghambat replikasi virus influenza (H1N1). Minyak atsiri E. globulus memiliki aktivitas antivirus terhadap H1N1 dan HSV1, kandungan 1,8-cineole dan β-caryophyllene menunjukkan aktivitas anti-HSV1 dengan menonaktifkan partikel virus secara langsung.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Eucalyptus memiliki kemampuan untuk dapat dijadikan agen antivirus alami. Banyaknya publikasi dari hasil penelitian serta fakta empiris terkait minyak Eucalyptus sudah digunakan secara turun-temurun sebagai pengobatan alternatif untuk flu dan gangguan pernafasan. Hal ini mendorong Kementrian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) berupaya menciptakan inovasi baru dalam memanfaatkan Eucalyptus. Hasil inovasi terbarunya menunjukkan Eucalyptus telah terbukti memiliki aksi antivirus yang kuat dengan efisiensi lebih dari 95% ketika dipaparkan selama 5-15 menit. (Admin Balingtan)

Medsos Facebook