Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Kegiatan Pendampingan Kostratani di BPP Kec. Jakenan Kab. Pati

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Balingtan melakukan pendampingan kegiatan Kostratani di BPP Kecamatan Jakenan untuk memonitor program-program Kementerian Pertanian yang tengah berjalan saat ini. Meski ditengah pandemi covid-19, Balingtan tetap berupaya untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian melalui pendampingan kegiatan Kostratani di BPP Jakenan.

Kondisi di Kecamatan Jakenan saat ini, petani sudah melakukan panen dan akan memasuki musim penghujan (MT) 1. Beberapa lahan petani sudah diberikan pupuk kandang untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah serta efisiensi penggunaan pupuk kimia. Saat ini petani sedang menunggu turunnya hujan untuk memulai tanam. Petani di Kecamatan Jakenan telah mendapatkan bantuan benih padi Inpago sebanyak 2500 kg untuk luasan 100 Ha yang dibagikan ke dua kelompok tani di Desa Mantingan Tengah dan satu kelompok tani di Desa Plosojenar. Sebelumnya, petani juga sudah mendapatkan bantuan handspayer, pesitisida dan benih kedelai varietas grobogan, namun minat petani untuk menanam kedelai menurun disebabkan harga jual kedelai yang rendah.

Selain pendampingan rutin petani atau kelompok tani, BPP Jakenan saat ini sedang melakukan pengawasan program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) serta persiapan pembangunan embung di desa Sembaturagung. Tim Balingtan ikut melakukan pendampingan di lapang. RJIT yang dibuat sepanjang 141 meter dengan  lebar 0,5 meter dan tinggi 0,6 meter, pengerjaan RJIT sudah hampir selesai. Setiap program dilaporkan rutin setiap minggu yaitu pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP) serta kegiatan lapang lainnya.

Kendala rendahnya harga jual beberapa komoditas seperti kedelai dan ubi jalar membuat petani enggan untuk menanam komoditas selain padi. Sedangkan saat ini, kuota bantuan benih padi akan dikurangi, dari 102 kelompok tani yang ada hanya 19 kelompok tani yang akan mendapat bantuan benih Inpari 32 sebanyak 25 kg untuk luasan 25 Ha. Kendala lainnya yaitu pengajuan pupuk di eRDKK yang tidak lengkap yaitu hanya 2 jenis pupuk yang dapat diajukan Urea dan Phonska, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan petani. (Baiq, Apri dan Aji - Balingtan)

Medsos Facebook