Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Mendeteksi Residu Organoklorin dan Organofosfat pada Sayuran Secara Cepat, Murah, dan Praktis

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Inovasi Balingtan - Penggunaan pestisida sekarang ini semakin intensif dan cenderung tidak terkontrol, sehingga ditengarai akan berdampak terhadap agroekologi pertanian dalam bentuk residu pestisida. Berdasarkan hasil penelitian, residu pestisida organoklorin dan organofosfat masih banyak terdeteksi pada tanah, air, maupun tanaman. Residu pestisida dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia bila terakumulasi dalam tubuh. Oleh karena itu perlu usaha untuk mendeteksi residu pestisida secara cepat terutama pada produk pertanian.

Residu pestisida pada umumnya dianalisis dengan menggunakan alat kromatografi gas (KG), Kromatografi cairan kinerja tinggi (KCKT) dan Kromatografi lapis tipis (KLT). Metode ini membutuhkan peralatan yang sangat mahal, personil yang terlatih, waktu yang relatif lama, bahan kimia yang banyak dan mahal, serta harus mengelaborasi prosedur preparasi contoh.

Alat multimeter digital (AMD) mampu mendeteksi residu organoklorin dan organofosfat secara cepat, murah dan praktis. Alat ini menggunakan prinsip perbedaan resistensi (tahanan) terhadap arus listrik senyawa kimia residu pestisida relatif spesifik. Setiap senyawa kimia memiliki kemampuan tingkat resistensi terhadap arus listrik yang spesifik atau berbeda-beda. Dengan teknik ini mampu menghemat biaya, dan waktu analisis serta dapat meminimalisir penggunaan pelarut organik. AMD-Balingtan saat ini masih berupa prototipe dan sedang dikembangkan untuk menjadi alat uji cepat analisa residu pestisida secara cepat, murah, dan praktis.

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Pati, Jawa Tengah

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)