Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Sistem Biopori, Hasil Buah Menjanjikan dengan Kotoran Sapi (Sludge)

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Inovasi Balingtan - Biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi oleh udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria, dan (4) tanaman semakin cepat berbuah dan lebih besar buahnya.

Pembuatan biopori menggunakan alat manual seperti bor tanah. Setelah lubang terbentuk selanjutnya dapat diisi dengan sludge. Sludge adalah cairan limpasan dari pupuk kandang yang dimasukkan dalam biodigester. Penambahan sludge berperan sebagai sumber hara bagi tanaman. Perlakuan aplikasi sludge berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil buah. Secara teknis lubang biopori sebaiknya dibuat dengan kedalaman 80-100 cm dan diameter 10-30 cm. Hal tersebut dimaksudkan agar organisme pengurai atau mikroorganisme dapat bekerja dengan optimal. Akibat dari adanya aktifitas dari organisme pengurai tersebut menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan menyuburkan tanah. Buah yang dihasilkan setelah melakukan teknik biopori menjadi lebih besar, manis dan produksi lebih banyak.

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Pati, Jawa Tengah

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)