Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Varietas Padi Berpotensi Mengemisi Gas Metana Rendah

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Inovasi Balingtan - Baik pada ekosistem isu pemanasan bumi global disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir, salah satunya adalah gas metana (CH4). Besarnya emisi gas metana di atmosfir yang bersumber dari lahan persawahan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: varietas, pengelolaan hara, dan pengelolaan air atau rejim air.

Laju emisi gas metana antar varietas unggul padi adalah beragam tergantung pada sifat morfologi dan fisiologi, sistem perakaran termasuk jumlah eksudat dan daya oksidasi akar, dan besarnya jaringan aerenkhima pada varietas padi. Kondisi air lahan persawahan menentukan besarnya gas metana yang dilepaskan ke atmosfir. Beberapa varietas unggul yang berpotensi tinggi menurunkan emisi gas metana yaitu IR64, Way Apoburu, Tukad Balian, Tukad Petanu, Ciherang, Cisantana, dan Fatmawati, selain berdaya hasil tinggi. Potensi penurunan emisi gas metana pada varietas tersebut secara berurutan masing-masing 10 – 60, 37 – 44, 53, 35, 30 – 38, 46, dan 21 %. Diantara ke-7 varietas tersebut, Way Apoburu relatif konsisten melepaskan gas metana rendah ke atmosfir

sawah irigasi maupun tadah hujan.

 

 

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Pati, Jawa Tengah

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)