Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah.

Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman yang dapat mengurangi masalah lingkungan tanpa perlu menggali bahan kontaminan dan membuangnya di tempat lain. Dalam hal ini, tanaman-tanaman di Taman Fito memiliki kemampuan menjadi tanaman yang nantinya dapat digunakan untuk remidiasi tanah tercemar logam berat.

Jenis tanaman di taman ini beraneka ragam, mulai dari lidah mertua, melati air, bambu air, sambang dara, haramay, akar wangi, dan masih banyak lagi. Tanaman-tanaman tersebut didapatkan dari hasil tanaman yang telah diujikan di rumah kasa dan Lysimeter, maupun hasil dari berbagai sumber referensi. “Tanaman yang pernah diujikan di Balingtan dan hasilnya bagus untuk fitoremidiasi itu seperti tanaman mendo, haramay, dan lilia” ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) saat ditemui di Laboratorium Terpadu Balingtan, Selasa (6/11).

Aneka koleksi tanaman tersebut tentu saja memiliki fungsi berbeda-beda dalam menyerap logam berat. Haramay misal, tanaman bernama latin Bohmeria nivea ini mampu menyerap logam berat jenis timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Bambu air (Equisetum hyemale) mampu menyerap timbal, kadmium, serta kromium (Cr). Lidah mertua (Sansevieria sp) mampu menyerap polutan udara, akar wangi (Vetiveria zizanioides) yang memiliki kemampuan untuk menyerap raksa (Hg), tembaga (Cu), dan seng (Zn), dan masih lagi.

Dulu, keberadaan tanaman-tanaman penyerap logam berat ini hanya ditempatkan di sebuah petakan kecil. “Kita pernah buat berupa petakan biasa dan tidak sebanyak itu. Masih berupa petak kecil-kecil, tidak seperti sekarang yang cukup luas dan akhirnya dikenal menjadi Taman Fito itu” pungkas Etik. (Admin Balingtan)