Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Panca Kelola Ramli di Desa Wotan Kecamatan Sukolilo yang telah tanam pindah pada tanggal 29 April 2019 telah memasuki masa panen. Seperti musim sebelumnya panca kelola ramah lingkungan menggunakan benih unggul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian yaitu Inpari 32, bahan organik biokompos, pengendalian hama dan penyakit menggunakan biopestisda, penggunaan urea berlapis biochar dan pengaturan pengairan intermitten,  Sistem tanam yang digunakan adalah jajar legowo 2 : 1 dengan jarak tanam 20x15x40 cm.

Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi maka dilakukan pengamatan setiap 2 minggu sekali mengambil data tinggi tanaman, jumlah anakan dan gas CH4.

Untuk  mengetahui produksi tanaman padi, sehari sebelum panen (19/7/2019) dilakukan pengambilan sampel tanaman dan sampel ubinan untuk mengetahui komponen hasil dan produksi gabah.

Ukuran ubinan yang dipergunakan adalah 3 x 3 m. Ubinan dilakukan di 3 titik yang berbeda yaitu di bagian depan, tengah dan belakang dengan ukuran yang sama. Hasil ubinan yang telah dilakukan kemudian diambil gabahnya kemudian ditimbang yaitu : 6,4 Kg; 6,7 Kg dan 6,9 Kg.

Hasil timbangan dirata-rata menghasilkan 6,66 Kg kemudian dilakukan penghitungan dan dikonversikan sehingga menghasilkan data gabah hasil panen adalah 7,4 ton/hektar. Rendahnya hasil panen dikarenakan serangan penggerek batang yang mencapai 30% dari keseluruhan tanaman.(Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) anggotan Kelompok Tani Gapoktan Sumber Berkah, Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara melakukan study banding ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) di bidang Teknologi Pertanian, Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Pengolahan Hasil Pertanian.

Rombongan anggota Gapoktan Sumber  Berkah tiba di balingtan pukul 14.20 yang berjumlah sekitar 35 orang yang diketuai oleh Bapak M. Fatchul Majid, S.Hum, langsung disambut oleh Kepala Kebun bapak Edi Supraptomo, S.ST di ruang pertemuan kebun. Selanjutnya  anggota Gapoktan diberikan bekal materi yang dipaparkan oleh bapak Suryanto, S.ST.

Setelah itu, anggota Gapoktan Sumber Berkah diajak untuk melihat Teknologi yang ada di Balingtan, dipandu oleh Bapak Yono, S.ST yang didampingi juga oleh Kepala Kebun.Anggota Gapoktan Sumber Berkah terlihat antusias dan semangat ingin mempelajari teknologi yang ada di Balingtan bahkan sudah ada yang ingin membawa pulang teknologi balingtan. Menurut Fatchul, "Kunjungan ini memberikan dampak positif bagi anggota Gapoktan untuk memanfaatkan teknologi balingtan yang ramah lingkungan." (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Rakor Upsus Pajale dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPTP Jawa Tengah, Wakil Bupati Kabupaten Blora, Ketua Suku Samin, Direktur Perbenihan dan Dirjen Hortikultura Bapak Suwandi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten se Provinsi Jawa Tengah.

Rapat koordinasi Upsus Pajale selanjutnya akan diselenggarakan di kabupaten di Jawa Tengah. Ada wacana akan dilaksanakan di kabupaten Cilacap atau kabupaten Jepara. Tiap kabupaten diharapkan membuat posko kekeringan yang dibuktikan dengan foto yang dihadiri oleh Bupati, Kepala Dinas Pertanian dan Dandim setempat.

Kondisi berusahatani Pajale tahun 2018: modal yang digunakan besar karena masih ada sistem ijon, belum semua petani bergabung dalam kemitraan yang ada. Aplikasi terbaru yang dikembangkan dinas pertanian provinsi Jawa Tengah ada aplikasi2.pertanian.go.id/sartika/. Didalamnya berisi petani hortikultura by name by addres. (Admin Balingtan)

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Bertempat di aula Ex Hutbun, Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara, sejumlah 50 peserta yang merupakan koordinator dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Se Kabupaten Jepara menghadiri rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dengan kerjasama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Jumat (19/7).

Rapat kali ini membahas mengenai teknis pelaksanaan kegiatan menangani dampak kekeringan sebagai tindak lanjut dari arahan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah di Blora hari Kamis tanggal 11 Juli 2019 kemarin.

Acara dibuka oleh Ir. Moch. Dian Satriadi selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara dengan moderator Rokhim, SST, MM yang merupakan Kasubid Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Dalam rakor kali ini dibahas 3 agenda yaittu: 1. Pemetaan potensi kekeringan, 2. Mengelompokkan potensi puso, puso dan 3. Rekapitulasi SC. Dari ketiga agenda tersebut akan didirikan posko kekeringan.

Dilanjutkan dengan arahan dari Eni Yulianingsih, peneliti Balingtan yang juga merupakan salah satu anggota program upsus Kabupaten Jepara. Dalam arahannya disampaikan untuk mengantisipasi dampak kekeringan dilakukan 4 hal yaitu 1) Memanfaatkan sumber air (air permukaan, embung atau yang lain), 2) Alat mesin pertanian (alsintan) bisa menjadi pendukung tereaisainya mitigasi kekeringan akibat musim kemarau, 3) penggunaan varietas padi yang toleran terhadap kekeringan dan 4) Penggunaan varietas berumur genjah dan sangat genjah

Selain Balingtan dan DKPP, turut hadir Dandim Jepara/0719 yang dihadiri oleh Pasiterdim, Kapten M Fadelan. Beliau menuturkan untuk mengatasi dampak kekeringan dilakukan upaya khusus untuk budidaya tanaman yaitu padi, jagung dan kedelai. Hal ini sudah dituangkan dalam bentuk MoU.

Dari Bappeda Jepara yang diwakili oleh Ibu Karunatiti  menyampaikan bahwa untuk menangani dampak kekeringan harus dilakukan pemetaan data/kajian untuk mensinkronkan data dengan yang ada di BPBD. Hal yang bisa dilakukan saat ini (fase kekeringan) adalah dengan mengupayakan pengairan baik irigasi maupun dengan menggunakan pompa yang ada. Selain itu daerah mana yang paling berdampak akibat kekeringan untuk segera ditagani.

Jamaluddin dari BPBD Jepara menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Jepara memasuki musim kemarau dimana akan berlangsung selama 7 bulan dadri mulai bulan Mei. Di BPBD yang dilakukan adalah menangani masalah kekurangan air bersih untuk masyarakat bukan untuk pertanian. Halini sudah dilakukan dengan memberikan bantuan di 4 lokasi yaitu Desa Raguklampitan, Desa Blimbingrejo, Desa Plajan dan Desa Kaliombo. BPBD sendiri sudah mempunyai posko yang menangani semua dampak bencana termasuk serangan hama pada tanaman tertanian.

Kepala Bidang TP (Sujimo) menyampaikan bahwa upaya untuk mengantisipasi kekeringan masing-masing dinas harus mengadakan rakor kekeringan. Upaya yang dilakukan yaitu 1) pemilihan usaha budidaya tanaman dengan penggunaan sedikit air (tidak menanam padi), 2) Menggunakan atau mengidentifikasi sumber-sumber air yang masih memungkinkan dan 3)Info terkait SC untuk mengetahui ada tanaman apa di lapang dengan luasan berapa sebagai dasar untuk mengantisipasi gagal panen (Disampaikan oleh Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Penyakit pada rakor di Solo Senin tanggal 15 Juli 2019). (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Bapak Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev (Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan) bersama Balingtan mengikat kebahagiaan untuk memajukan pertanian yang ramah lingkungan (lingkungan pertanian yang lebih baik)

1 step, 10 step, 100 step closer untuk Balingtan menuju pertanian ramah lingkungan.

Bapak Pending Dadih Permana. Atau yang akrab disapa Bapak Dadih berkunjung ke Balingtan dalam rangka misi besar untuk meningkatkan kualitas lingkungan pertanian saat ini.

Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. kalimat ini sering kita dengar dari Bapak Menteri Pertanian. Ada 3 sumber daya yang dimana Indonesia kaya akan hal itu. Ketiga hal tersebut yaitu lahan, udara dan sumber daya air. Negara kita begitu kaya untuk membuat pertanian kita go internasional. Namun masih banyak kendala yang kita hadapi saat ini.

Akhir2 ini kita dihadapkan pada kendala lingkungan yang sangat menyita perhatian publik. Meski bernilai kecil, kita tetaplah berkontribusi pada kondisi lingkungan yang semakin tercemar dan pemanasan global saat ini. Program pemerintah terkait peningkatan produksi masih kurang di barengi dengan aspek lingkungan.

Oleh karena itu, Balingtan memiliki peran besar dalam hal ini. Balingtan melalui tupoksi nya harus membantu kementerian pertanian untuk menyusun bahan kajian sebagai rekomendasi untuk kebijakan terkait bidang lingkungan.

Di awali dengan pulau Jawa, Bapak Dadih mengajak Balingtan berkontribusi dalam memperbaiki kondisi lahan pertanian. Terkait pembiayaan Balingtan tidak sendiri, ada banyak mitra yang bersedia mendukung riset riset yang terkait dengan aspek lingkungan.

Mari kita lakukan sekarang. Tidak ada besok atau lusa, harus sekarang. Ayo Kita bersama merumuskan hal di atas untuk mendukung perbaikan kualitas lingkungan pertanian yang kita cintai ini, tutup beliau. (Admin Balingtan)