Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Program #SERASI Kementerian Pertanian. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan menerjunkan tenaga muda handal untuk mengikuti detasering di lokasi Program #SERASI. Masing-masing dua detaser dikirimkan ke Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

“Kegiatan detasering sangat bermanfaat bagi tenaga muda Balingtan karena banyak sekali pengalaman di lapangan yang dapat dijadikan bekal dalam meniti karier sebagai peneliti” ungkap Ka Balingtan (Ir. Mas Teddy Sutriadi, M.,Si)

Adalah Nourma Al Viandari, SP, tenaga muda detaser Balingtan yang ditempatkan di Kecamatan Cengal, OKI, Sumatera Selatan. Beberapa kegiatan dilakukan oleh Nourma diantaranya adalah mengikuti survey dan pengambilan sampel tanah di lahan sawah pasang surut di Kec. Muara Telang.

“Saya ikut survey lapang di jalur 10 Kecamatan Muara Telang, yaitu di Desa Mekar Sari, Mukti Jaya, Mekar Mukti, Upang Jaya, dan Upang Karya. Total luasannya 5459 ha degan total sampel sebanyak 544 titik” kata Nourma.

“Pengambilan sampel dilakukan secara komposit dengan menggabungkan sampel tanah yang diambil pada lima titik menjadi satu. Sampel kemudian dianalisis menggunakan Perangkat Uji Tanah Rawa atau PUTR untuk penetapan kadar pH tanah. Hasil analisis pH tanah ini akan menjadi dasar Dirjen Tanaman Pangan untuk memberikan bantuan dolomit yang merupakan salah satu bentuk bantuan sarana produksi pertanian dalam program #SERASI” jelas Nourma. (nourma-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Beirta Balingtan - Selasa pagi di bulan Juni, tiga bulan silam, Tim penyuluh kecamatan Cengal dan pendamping program #SERASI bertolak ke Sungai Jeruju, salah satu desa yang menjadi target program #SERASI. Maksud dan tujuan tim tak lain adalah membantu persiapan pemberkasan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) untuk mendapatkan bantuan saprodi (sarana produksi padi), monitoring tanaman, kunjungan lapang, serta koordinasi dengan babinsa setempat.

Desa Sungai Jeruju berjarak sekitar 25 km dari kantor BPP kecamatan Cengal. Pada saat itu, perjalanan ke Sungai Jeruju menghabiskan waktu sekitar dua jam dengan menggunakan kendaraan roda dua. Kondisi jalan yang kurang bersahabat terlebih saat musim hujan, memaksa kami untuk ekstra hati-hati. Banyak jalan rusak dan berlubang dengan kondisi tanah yang lengket serta berlumpur sangat menegangkan namun memberikan tantangan tersendiri bagi tim. Beberapa kali, tim harus berhenti untuk membersihkan tanah yang menempel di roda karena menghambat perputaran roda. Tidak hanya itu, kendaraan yang terjebak di dalam kubangan lumpur juga mengharuskan tim bahu membahu mendorong kendaran keluar dari kubangan.

Meski melewati medan yang menantang di tengah teriknya matahari, tim tetap semangat. Tim berharap dapat membantu kesuksesan program #SERASI di Kecamatan Cengal dan dengan adanya program #SERASI, bukan hanya sekedar memanfaatkan rawa sebagai lahan pertanian namun juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani di lahan rawa. (nourma-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan pada tahun 2045 sebagai lumbung pangan dunia. Untuk itu Kementerian Pertanian berupaya khusus di berbagai sector pertanian untuk swasembada. Kabupaten Jepara di bulan Juni, Juli dan Agustus mengalami surplus untuk LTT. Dari Peta prediksi peluang curah hujan Provinsi Jawa Tengah untuk Kabupaten Jepara pada minggu ke 3 bulan Oktober baru akan turun hujan. Upaya pencapaian target luas tanam bulan September dilakukan dengan melakukan koordinasi intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) memberikan dukungan penuh demi tercapainya target LTT di wilayah pendampingan masing-masing di Provinsi Jawa Tengah. Wilayah pendampingan Balingtan meliputi Kabupaten Pati dan Jepara.

Dalam Rapat Koordinasi Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung Kedelai (PaJaLe) di Kabupaten Jepara diselenggarakan dalam rangka akselerasi pencapaian LTT Provinsi Jawa Tengah. Hadir dalam Rakor Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Jepara, Pasiter Kodim Jepara, koordinator penyuluh dan pencatat data kecamatan se Kabupaten Jepara dan seluruh Danramil KODIM Jepara, Rabu (11/9).

Menindaklanjuti hasil rakor Provinsi Jawa Tengah di Purwokerto pada waktu yang lalu. Semua kabupaten di Provinsi Jawa Tengah sebagian besar sudah melaporkan gerakan olah tanah untuk percepatan tambah tanam.

“LTT pada bulan September ini mennjadi penting karena panennya pada bulan Desember dan akan tercatat di tahun 2019. Sedangkan apabila LTT Oktober akan tercatat data produksinya di tahun 2020,” pungkas Ir. Mas Teddy Sutriadi, M.Si selaku Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Menurutnya Hal ini menjadi langkah strategis karena hasil kinerja Kementerian Pertanian mendapat apresiasi dari DPR karena kontribusi sektor pertanian sangat besar.

Gerakan percepatan olah tanah dan tanam dilakukan untuk pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) bulan September untuk mencatatkan data produksi di tahun 2019. Ada beberapa program Kementerian Pertanian untuk gerakan ini seperti bantuan pompanisasi dan traktor (BBM), bantuan upah operator traktor, konsumsi gerakan dan narasumber dengan hamparan luas minimal 100 ha.

“Di Kabupaten Jepara ada 2 kecamatan yang berpotensi masih bisa tanam yaitu Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling,” ujar Ir Achid Setiawan, MSi selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara.

Menurutnya di kedua kecamatan tersebut bisa ada gerakan percepatan tambah tanam untuk Percepatan luas tambah tanam dan tambah panen. Dalam sektor pertanian di Kabupaten Jepara merupakan penyumbang terbesar ketiga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kab. Jepara, Tumpuan  utama penyediaan pangan, Penyedia bahan baku industri kecil dan menengah, Sektor Pertanian menyerap banyak tenaga kerja.

“Petani di donorejo yg sdh melakukan percepatan dg cara sebar pethuk (melakukan tabela 10 hari sebelum padi dipanen) seluas 165 ha dan berpotensi utk meningkatkan LTT 650 ha jk ada bantuan pemerintah,” kata Nurohmad selaku Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kecamatan Donorojo, Kab. Pati. Dengan metode sistem tanam pethuk sehingga kesempatan lahan nganggur nyaris tidak jeda, tambahnya. Tindaklanjut pertemuan ini langsung pada hari berikutnya PPL langsung mengadakan pertemuan lagi bersama kelompok tani di kecamatan donorejo utk melakukan GPOT. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) memberikan dukungan penuh demi tercapainya target LTT di wilayah Kabupaten Pati dan Jepara. Pendampingan secara intensif terus dilakukan terlebih pada musim kemarau seperti saat ini dimana air menjadi kendala utama dalam budidaya padi.

Sebagai upaya akselerasi pencapaian target LTT di musim kemarau ini, Balingtan menginisiasi Rapat Koordinasi Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung Kedelai (PaJaLe) di Kabupaten Pati (12/9).  Hadir dalam Rakor yaitu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati (Dispertan Pati), Kepala Balingtan dan tim UPSUS Pajale Balingtan, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispertan Pati, Koordinator PPL, Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), dan Koramil dari 5 kecamatan (Tayu, Cluwak, Margoyoso, Wedarijaksa dan Dukuhseti).

“Kita harus melakukan langkah konkrit dalam program GPOT yaitu gerakan percepatan olah tanah dan penanganan kekeringan di wilayah Pati, oleh karena itu kami mengundang koordinator PPL dari kecamatan yang berpotensi untuk program ini” jelas Ir. Muchtar Efendi, MM (Kepala Dispertan Kab. Pati) dalam pembukaan rakor tersebut. Efendi juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini harus didukung semua pihak termasuk TNI (Babinsa).

Berbicara dalam rakor Kepala Balingtan (Ir. Mas Teddy Sutriadi) yang mengatakan bahwa bulan September menjadi sangat penting dalam percepatan LTT karena data di bulan September 2019 ini menjadi data produksi di bulan Desember 2019 dan menjadi data akhir LTT dan juga produksi tahun 2019.” Pada bulan inilah menjadi titik krusial yang sangat penting untuk meningkatkan LTT pada musim kemarau” kata Teddy.

UPSUS PaJaLe menjadi bagan Kementerian Pertanian karena LTT salah satu  bagian yang sangat penting untuk peningkatan produksi dan sangat dominan. Wilayah yang berpotensi untuk GPOT (lahan yang masih basah, dekat sumber air, baik lahan sawah, lahan ladang/lahan kering, dan lahan lainnya yang bisa dilakukan percepatan tanam) harus segera bergerak cepat dengan mengoptimalkan alsintan (pompa, traktor). Langkah yang tak kalah penting lainnya adalah keterlibatan petani dalam percepatan tanam.

Masing-masing koordinator PPL yang diundang menyatakan siap mendukung GPOT dengan menyisir lahan yang berpotensi untuk program tsb. Namun yang perlu diperhatikan bersama adalah ketersediaan air harus mencukupi terutama pada fase-fase kritis, yaitu anakan dan pengisian malai sehingga produksi akan maksimal dan dapat menjadi cerminan produksi bulan Desember.

Diskusi dalam rakor semakin aktif termasuk dalam hal antisipasi serangan HPT. “Kita harus bekerja ekstra karena berdasarkan kondisi lapang kami ramalkan akan ada serangan penggerek batang apabila padi ditanam 10 hari ke depan. Hal ini menjadi perhatian terutama pada aplikasi pupuk N, jangan sampai berlebih” kata Zaenuri, SP (POPT Kecamatan Wedarijaksa).

Hal ini dibenarkan oleh Indrastuti, SP (Kasie Pupuk dan Perlindungan Tanaman Dispertan Pati) bahwa untuk GPOT di musim kemarau jumlah pupuk harus diperhatikan mengingat hujan untuk wilayah Pati diramalkan masih lama.

Adapun strategi yang harus dilakukan dalam GPOT antara lain adalah Petakan Data Luas Tanam, Standing Crop; Potensi Tanam September 2019 di wilayah yang berpotensi; Tetapkan Target minimum lokasi yang akan dilakukan GPOT (minimal 100 hektar per lokasi ).  GPOT diprioritaskan di Kabupaten yang mempunyai potensi tanamnya luas.

Capaian Luas Tambah Tanam Padi Nasional perlu dioptimalkan pada bulan September dengan target luas Tanam padi 1,7 juta hektar sehingga dapat berkontribusi pada produksi tahun 2019. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Provinsi Jawa Tengah diminta melakukan percepatan luas tambah tanam pada Upaya Khusus (LTT-UPSUS) Pajale  yang menjadi program pemerintah. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Suwandi, M.Si, saat memberi arahan pada rapat kordinasi Upsus. "Semua mengalami kekeringan, tetapi luas tambah tanam tetap harus dipercepat dengan strategi tepat," kata Suwandi, Selasa (3/9).

Suwandi menawarkan solusi agar LTT tidak terhambat akibat keterbatasan air. "Lakukan gerakan percepatan olah tanah dan tanam pada lokasi terdampak kekeringan tetapi mempunyai poteni air irigasi," kata Suwandi.

Berikutnya pemerintah akan menggulirkan bantuan BBM untuk pompa air, sementara brigade Alsintan harus sinergi bergerak mendukung. "Solusi kedua kejar tanam dengan membuat sumur dangkal untuk daerah kekeringan yang tidak ada sumber air," kata Suwandi.

Rapat Koordinasi UPSUS Pajale Provinsi Jawa Tengah memang dilaksanakan untuk akselerasi pencapaian LTT Provinsi Jawa Tengah. Hadir dalam rakor Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Kepala Dinas yang membidangi pertanian dan penanggungjawab UPSUS se-Jawa Tengah dan DIY, dan seluruh Pasiter KODIM se-KODAM IV/ Diponegoro.

Turut hadir pula dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian. Melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan), Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Balitbangtan memberikan dukungan penuh demi tercapainya target LTT di wilayah pendampingan masing-masing di Provinsi Jawa Tengah.

Wilayah pendampingan Balingtan meliputi Kabupaten Pati dan Jepara, Balitklimat meliputi Kabupaten Cilacap, Temanggung, Wonosobo dan Kebumen sedangkan BPTP Jawa Tengah mencakup Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Pemalang.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro, M.Sc,   menawarkan pemanfaatkan lahan untuk palawija seperti pengalaman di Kabupaten Demak saat musim kemarau.  "Lahan bisa ditanam kacang hijau dengan adopsi teknologi varietas kacang hijau unggul hasil dari Badan Litbang Pertanian," kata Suryo. 

Kasiter Korem Solo, Letkol Drs. Achsin, M.Si, mewakili Aster Kasdam IV Diponegoro, menyampaikan siap melakukan pendampingan UPSUS.  “Ketahanan Pangan adalah Ketahanan Nasional yang harus diupayakan bersama-sama” tambah Achsin.

Kebijakan pendampingan antara lain mendorong petani melaksanakan budaya tanam serentak dan meningkatkan LTT; membantu pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tersier (embung, long storage, DAM Parit); sinergi dengan stakeholder lainnya dalam distribusi air untuk pertanian; pengawalan saprodi (pupuk-benih) secara simpatik dan berkoordinasi dengan instansi lain.

Berikutnya optimalisasi brigade alsintan KODIM guna mendukung percepatan tanam, tingkatkan indeks pertanaman (IP) dan tanam serentak.

Satkorwil bersama dengan instansi terkait membantu menyiapkan, melatih dan mendidik SDM petani; melaksanakan pelatihan guna mendukung tenaga PPL; melanjutkan giat percontohan (demplot) sebagai sarana pembelajaran Apkowil dan petani setempat; membangkitkan motivasi dan kesadaran para tokoh masyarakat dalam bertani.

Keterbatasan air bukan penghalang  budidaya dengan syarat semua pihak saling bekerja sama bersinergi mewujudkan target LTT UPSUS Provinsi Jawa Tengah (Rina Kartikawati-Balingtan)