Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Bertempat di aula Ex Hutbun, Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara, sejumlah 50 peserta yang merupakan koordinator dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Se Kabupaten Jepara menghadiri rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dengan kerjasama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Jumat (19/7).

Rapat kali ini membahas mengenai teknis pelaksanaan kegiatan menangani dampak kekeringan sebagai tindak lanjut dari arahan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah di Blora hari Kamis tanggal 11 Juli 2019 kemarin.

Acara dibuka oleh Ir. Moch. Dian Satriadi selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara dengan moderator Rokhim, SST, MM yang merupakan Kasubid Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Dalam rakor kali ini dibahas 3 agenda yaittu: 1. Pemetaan potensi kekeringan, 2. Mengelompokkan potensi puso, puso dan 3. Rekapitulasi SC. Dari ketiga agenda tersebut akan didirikan posko kekeringan.

Dilanjutkan dengan arahan dari Eni Yulianingsih, peneliti Balingtan yang juga merupakan salah satu anggota program upsus Kabupaten Jepara. Dalam arahannya disampaikan untuk mengantisipasi dampak kekeringan dilakukan 4 hal yaitu 1) Memanfaatkan sumber air (air permukaan, embung atau yang lain), 2) Alat mesin pertanian (alsintan) bisa menjadi pendukung tereaisainya mitigasi kekeringan akibat musim kemarau, 3) penggunaan varietas padi yang toleran terhadap kekeringan dan 4) Penggunaan varietas berumur genjah dan sangat genjah

Selain Balingtan dan DKPP, turut hadir Dandim Jepara/0719 yang dihadiri oleh Pasiterdim, Kapten M Fadelan. Beliau menuturkan untuk mengatasi dampak kekeringan dilakukan upaya khusus untuk budidaya tanaman yaitu padi, jagung dan kedelai. Hal ini sudah dituangkan dalam bentuk MoU.

Dari Bappeda Jepara yang diwakili oleh Ibu Karunatiti  menyampaikan bahwa untuk menangani dampak kekeringan harus dilakukan pemetaan data/kajian untuk mensinkronkan data dengan yang ada di BPBD. Hal yang bisa dilakukan saat ini (fase kekeringan) adalah dengan mengupayakan pengairan baik irigasi maupun dengan menggunakan pompa yang ada. Selain itu daerah mana yang paling berdampak akibat kekeringan untuk segera ditagani.

Jamaluddin dari BPBD Jepara menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Jepara memasuki musim kemarau dimana akan berlangsung selama 7 bulan dadri mulai bulan Mei. Di BPBD yang dilakukan adalah menangani masalah kekurangan air bersih untuk masyarakat bukan untuk pertanian. Halini sudah dilakukan dengan memberikan bantuan di 4 lokasi yaitu Desa Raguklampitan, Desa Blimbingrejo, Desa Plajan dan Desa Kaliombo. BPBD sendiri sudah mempunyai posko yang menangani semua dampak bencana termasuk serangan hama pada tanaman tertanian.

Kepala Bidang TP (Sujimo) menyampaikan bahwa upaya untuk mengantisipasi kekeringan masing-masing dinas harus mengadakan rakor kekeringan. Upaya yang dilakukan yaitu 1) pemilihan usaha budidaya tanaman dengan penggunaan sedikit air (tidak menanam padi), 2) Menggunakan atau mengidentifikasi sumber-sumber air yang masih memungkinkan dan 3)Info terkait SC untuk mengetahui ada tanaman apa di lapang dengan luasan berapa sebagai dasar untuk mengantisipasi gagal panen (Disampaikan oleh Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Penyakit pada rakor di Solo Senin tanggal 15 Juli 2019). (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Rakor Upsus Pajale dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPTP Jawa Tengah, Wakil Bupati Kabupaten Blora, Ketua Suku Samin, Direktur Perbenihan dan Dirjen Hortikultura Bapak Suwandi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten se Provinsi Jawa Tengah.

Rapat koordinasi Upsus Pajale selanjutnya akan diselenggarakan di kabupaten di Jawa Tengah. Ada wacana akan dilaksanakan di kabupaten Cilacap atau kabupaten Jepara. Tiap kabupaten diharapkan membuat posko kekeringan yang dibuktikan dengan foto yang dihadiri oleh Bupati, Kepala Dinas Pertanian dan Dandim setempat.

Kondisi berusahatani Pajale tahun 2018: modal yang digunakan besar karena masih ada sistem ijon, belum semua petani bergabung dalam kemitraan yang ada. Aplikasi terbaru yang dikembangkan dinas pertanian provinsi Jawa Tengah ada aplikasi2.pertanian.go.id/sartika/. Didalamnya berisi petani hortikultura by name by addres. (Admin Balingtan)

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel sebagian besar lahan Pertanian yang digunakan untuk bercocok tanam adalah Lahan Rawa Lebak. Beberapa petani di Kabupaten OKI ini rata-rata hanya bisa tanam padi satu kali dalam setahun karena pada musim penghujan (bulan Januari) lahan mereka akan tergenang air dan tidak dapat ditanami.

Pada (28/6) Tim Pendamping SERASI bersama Koordinator Penyuluh melakukan kunjungan lapang ke desa Tanjung Serang, Kec. Kayu Agung perjalanan ditempuh dengan ketek (Perahu Kecil) selama satu jam menyeberangi danau Teloko dan menyelurusuri anak Sungai. Beberapa kali perahu kami tersangkut akibat jalur perahu tertutup tumbuhan rawa yang mengharuskan pengantar kami turun ke air untuk menarik perahu.

Salah satu usulan desa Tanjung Serang pada program SERASI adalah pembuatan pintu air yang menurut Ketua Gapoktannya sangat berpengaruh terhadap pengelolaan air di lahan mereka. Saat musim hujan tiba, sawah mereka tidak dapat ditanami karena air yang terlalu tinggi. Disaat itu, petani beralih mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari. Banyak keramba-keramba yang mereka pasang di pinggir jalur perahu yang dapat mereka panen saat musim penghujan.

Semoga upaya pemerintah dalam mengoptimalkan lahan rawa melalui program SERASI ini akan sukses dan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman sehingga Petani akan sejahtera. Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani. (Elga-Balingtan)

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Bapak Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec. Dev (Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan) bersama Balingtan mengikat kebahagiaan untuk memajukan pertanian yang ramah lingkungan (lingkungan pertanian yang lebih baik)

1 step, 10 step, 100 step closer untuk Balingtan menuju pertanian ramah lingkungan.

Bapak Pending Dadih Permana. Atau yang akrab disapa Bapak Dadih berkunjung ke Balingtan dalam rangka misi besar untuk meningkatkan kualitas lingkungan pertanian saat ini.

Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. kalimat ini sering kita dengar dari Bapak Menteri Pertanian. Ada 3 sumber daya yang dimana Indonesia kaya akan hal itu. Ketiga hal tersebut yaitu lahan, udara dan sumber daya air. Negara kita begitu kaya untuk membuat pertanian kita go internasional. Namun masih banyak kendala yang kita hadapi saat ini.

Akhir2 ini kita dihadapkan pada kendala lingkungan yang sangat menyita perhatian publik. Meski bernilai kecil, kita tetaplah berkontribusi pada kondisi lingkungan yang semakin tercemar dan pemanasan global saat ini. Program pemerintah terkait peningkatan produksi masih kurang di barengi dengan aspek lingkungan.

Oleh karena itu, Balingtan memiliki peran besar dalam hal ini. Balingtan melalui tupoksi nya harus membantu kementerian pertanian untuk menyusun bahan kajian sebagai rekomendasi untuk kebijakan terkait bidang lingkungan.

Di awali dengan pulau Jawa, Bapak Dadih mengajak Balingtan berkontribusi dalam memperbaiki kondisi lahan pertanian. Terkait pembiayaan Balingtan tidak sendiri, ada banyak mitra yang bersedia mendukung riset riset yang terkait dengan aspek lingkungan.

Mari kita lakukan sekarang. Tidak ada besok atau lusa, harus sekarang. Ayo Kita bersama merumuskan hal di atas untuk mendukung perbaikan kualitas lingkungan pertanian yang kita cintai ini, tutup beliau. (Admin Balingtan)

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Kecamatan Gambut merupakan salah satu calon lokasi Program#SERASI yang ada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kecamatan Gambut terdiri dari 12 Desa dan 2 Kelurahan. Sebagian besar wilayah Kec. Gambut merupakan lahan rawa pasang surut tipe C dengan komoditas dominan adalah padi lokal. Menurut Sekretaris Camat Gambut, Kec. Gambut adalah lumbung padi Kabupaten Banjar.

Dalam rangka mensukseskan Program#SERASI, pada Senin 24 Juni 2019 bertempat di kantor BPP Kecamatan Gambut, diadakan kegiatan sosialisasi dan rapat koordinasi Program#SERASI. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Dinas TPH Kabupaten Banjar, Danramil, Sekretaris Camat, PPL, Mantri Tani, Kepala Desa sekecamatan Gambut, Ketua Gapoktan dan UPKK serta Pendamping Serasi dari Kementerian Pertanian.

Kabid PSP Dinas TPH Kabupaten Banjar Ibu Sri Apolina menjelaskan bahwa tujuan dari Program#SERASI adalah untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas serta meningkatkan partisipasi Poktan dan Gapoktan dalam pengelolaan lahan rawa. Ibu Apolina juga meminta supaya semua pihak yang terlibat bisa bekerja sama dengan serasi sehingga Program#SERASI bisa berjalan lancar dan sukses.

Dalam acara tersebut, Mantri Tani juga menjelaskan betapa penting peran dan partisipasi petani, Poktan dan Gapoktan dalam Program#SERASI. Beliau meminta supaya petani yang biasanya menanam padi sekali dalam setahun (IP 100) untuk bersedia menanam dua kali dalam setahun (IP 200). Dengan demikian target peningkatan produktivitas dapat tercapai.

Petani yang bersedia ikut  dalam Program#SERASI akan mendapatkan bantuan berupa dana untuk perbaikan infrastruktur dan pengolahan lahan pertanian, bantuan alsintan, dan bantuan Saprodi berupa benih, dolomit, pupuk dan herbisida sesuai dengan luasan area yang dimiliki petani.

Semoga Program#SERASI berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. (Admin Balingtan)