Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Seluas 1270 Ha sawah lahan rawa pasang surut dan lahan rawa lebak di Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi target program SERASI Kementerian Pertanian. Cengal, sebuah kecamatan di pesisir timur sumatera selatan dengan mayoritas pekerjaan masyarakat sebagai petani dan nelayan menyambut baik program SERASI.

SERASI – Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani atau yang biasa dikenal dengan nama OPLA - Optimasi Lahan Rawa diharapkan dapat mengatasi permasalahan pertanian lahan rawa seperti kemasaman tanah, cekaman, maupun genangan air. Dengan pengembangan lahan pertanian rawa yang baik tentunya dapat  meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi dan juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Selama dua hari, Rabu dan Kamis (19-20/06), pemerintah Kabupaten OKI melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura telah melakukan survey dan investigasi di empat desa di antaranya Desa Pelimbagan, Sungai Jeruju, Pantai Harapan, dan Kuala Sungai Jeruju. Survei dan investigasi dibantu oleh ketua gabungan kelompok tani dan didampingi oleh kepala desa.

Melalui survei dan investigasi, didapatkan informasi keadaan real lapangan seperti luas baku, keberadaan sumber air, analisis debit air, dan kondisi saluran. Hal tersebut penting dilakukan untuk mendukung irigasi yang baik di lahan sawah pasang surut dan lebak. Selanjutnya, informasi tersebut akan digunakan dalam penyusunan rencana anggaran biaya maupun rancang bangun yang nantinya juga digunakan dalam pembangunan maupun rehabilitasi saluran irigasi, pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan bantuan produkdi padi (benih, pupuk, herbisida, maupun dolomit). (nourma - Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Program#SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang bertujuan untuk memanfaatkan rawa sebagai lahan pertanian produktif. Dalam rangka akselerasi proses kegiatan Program#SERASI, Balitbangtan menugaskan (Detasering) 27 orang tenaga fungsionalnya hampir dari seluruh UPT Balitbantan, tidak ketinggalan dari Balingtan. Tenaga Detaser tersebut bertugas untuk mengawasi dan mendampingi setiap tahapan dari program SERASI di Kalimantan Selatan. Petugas detasering akan ditempatkan di 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.

Pada Selasa, 18 Juni 2019, bertempat di BPTP Kalsel, Petugas detasering mendapatkan arahan dari bapak Dr, Aidi Noor selaku penanggung jawab kegiatan SERASI terkait penempatan dan tugas – tugas yang harus dilaksanakan oleh Petugas Detasering Balitbangtan. Pada kesempatan tersebut, petugas detasering juga mendapatkan penjelasan terkait pertanian lahan rawa dan sosial budaya masyarakat Kalimantan Selatan oleh Kepala BPTP Kalsel Bapak Dr, Muhammad Yasin. MP.

Ka BPTP Kalsel berharap petugas detaser dapat beradaptasi dan bekerja sama dengan baik dengan para petani, PPL, Dinas Kabupaten, Dinas Provinsi dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan SERASI, sehingga pengembangan pemanfaatan lahan rawa melalui program SERASI bisa berjalan cepat dan target untuk meningkatkan produktivitas pertanian lahan rawa dapat tercapai. (Baiq-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Kebun Percobaan (KP) Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) malam hari kini lebih banyak lagi diwarnai dengan cahaya biru di tengah-tengah sawah. Cahaya tersebut tak lain adalah dari light trap atau lampu perangkap yang dipasang untuk menarik serangga pada malam hari supaya tidak meletakkan telurnya dipertanaman. Ada sekitar 12 light trap yang dipasang di areal seluas 10 ha.

Pemantauan serangga hama menggunakan light trap dilakukan untuk mengetahui keberadaan, jenis dan jumlah populasi serangga di lahan pertanian. Di KP Balingtan, perangkap serangga diletakkan di sekitar pertanaman padi dan jagung. Selain untuk pemantauan, light trap juga untuk pengendalian serangga hama. Pemantauan yang kontinyu dengan didukung oleh data yang lengkap dapat digunakan sebagai bahan peramalan jumlah dan jenis hama pada musim-musim berikutnya. 

Berdasarkan pemantauan yang telah dilakukan selama dua minggu ditemukan cukup banyak jenis serangga yang tertangkap di dalam alat lampu perangkap. Serangga yang tertangkap umumnya merupakan hama utama seperti penggerek batang padi dan jagung, wereng, serta lalat bibit. Selain itu ditemukan pula musuh alami atau predator seperti tomcat.

Pemantauan serangga hama menggunakan lampu perangkap sangat efektif untuk mengetahui langkah pengendalian yang harus dilakukan. (Apri-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Tahun 2019, Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) turut serta dalam mendukung dan mensukseskan salah satu program utama Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Obor Pangan Lestari (OPAL). Lalu, apakah program OPAL itu? OPAL adalah program Kementan sebagai upaya promosi penganekaragaman pangan dalam rangka pemenuhan gizi masyarakat yang beragam, bergizi, seimbang dan berbasis potensi sumber daya lokal dengan memanfaatan lahan perkantoran. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana percontohan untuk masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi.

Kegiatan OPAL dilaksanakan di Balingtan dengan memanfaatkan lahan tidur di sekitar gedung auditorium Dr. Haryono. Beberapa jenis tanaman yang ditanam antara lain: kacang panjang, sawi, kangkung, bayam, selada, terung, cabai, tomat dan markisa. Di sekitar tanaman sayuran ditanami beberapa tanaman bunga sebagai attractant bagi serangga sehingga tidak menyerang sayuran dan buah-buahan di kawasan OPAL. Selain itu juga, terdapat kolam yang berisi ikan tombro yang bisa dijadikan sebagai sumber protein.

Perawatan rutin yang dilakukan terhadap tanaman yaitu pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dengan penyemprotan pestisida nabati, dan penyiraman. Penyiraman tanaman di lahan OPAL Balingtan menggunakan sistem penyiraman  berbasis web online dengan sensor kelembaban tanah. Sensor kelembaban tanah berfungsi untuk mendeteksi berapa persen kelembaban tanah dan akan menyiram secara otomatis.  Jadi, sistem penyiraman ini bisa dikendalikan dari jarak jauh melalui handphone ataupun computer. Saat ini, sistem penyiraman web online ini masih terus dalam tahap penyempurnaan.

Pada saat ini, beberapa tanaman sayuran telah siap panen seperti kacang panjang, selada, sawi, dan kangkung. Kualitas yang bagus, harga relatif murah, dan tidak menggunakan pestisida kimia, menjadikan sayuran dari lahan OPAL sangat diminati konsumen. Namun sayang karena lahan terbatas, hasil panen lahan OPAL saat ini hanya dinikmati oleh warga Balingtan saja.

Ayo kita manfaatkan pekarangan yang ada disekitar kita dengan menanam berbagai jenis tanaman karena banyak manfaat yang bisa diperoleh (Siska-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Rapat koordinasi UPSUS PAJALE Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan di Hotel Sunan Jl. A. Yani No 40 Solo Jawa Tengah. Rapat dipimpin oleh Direktur Jendral Hortikulturan (Dr. Suwandi),  Kementerian Pertanian RI. Rapat dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Tengah, Para Kepala BB/Balit/BPTP Lingkup Kementan pendamping UPSUS wilayah Jawa Tengah dan Pj.Upsus masing-masing Kabupaten se Jawa Tengah. Rapat diawali dengan hahal bi halal antar peserta rapat.

Dalam pokok-pokok arahan Direktur Jendral Hortikultura memberikan pesan agar dikembangkan/digiatkan kembali teknologi indigenous dengan memanfaatkan gelengan dengan menanami dengan tanam-tanaman seperti: kacang-kacangan, jagung, tanaman sayuran, Mengganti varietas padi inbrida dengan varietas hibrida yang memiliki daya hasil lebih tinggi dibanding varietas inbrida, Alsintan yang sudah ada di tingkat-tingkat kelompok tani agar dapat dimanfaatkan secara maksimal termasuk di dalamnya alat-alat untuk pemanfatan air.

Dampak musim kemarau sudah mulai terasa dan bahkan di beberapa wilayah tertentu telah mengalami kekeringan. Prediksi kondisi cuaca dapat dilihat pada Gambar berikut, dimana sampai awal tahun 2020 sebagian besar wilayah Indonesia mengalami El Nino lemah. Kondisi ini tetap harus diwasdai agar dapat dilakukan antisipasi lebih awal kemungkinan dampaknya aterhadap tanaman. (Admin Balingtan)