Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Kondisi umum lahan UPSUS di kecamatan Bangsri, Kembang dan Donorejo, tanaman padi musim tanam pertama yang sudah dipanen sebagian besar sudah ditanami padi  lagi, sebagian ada yang sudah diolah dan ada masih dibiarkan bera sembari menunggu umur bibit padi sudah siap ditanam. Tanaman padi kecamatan Bangsri, Kembang dan Donorejo rata-rata sudah berumur sekitar 1-4 minggu, kecuali kecamatan Keling sebagian besar tanaman sudah fase anakan maksimum dan premordia bunga.  Pada kondisi lahan yang berteras untuk antisipasi curah hujan yang redah sebagian petani tidak lagi tanam padi pada musim tanam kedua mengganti dengan tanaman jagung. Belum ditemukan terjadi kekeringan pada tanaman padi, dan serangan HPT yang tinggi, Kamis (16/5).

Luas Tambah Tanam (LTT) padi kecamatan Bangsri, Kembang, Keling dan Donorejo s/d 16 Mei 2019 masing-masing seluas 319; 350; 27 dan 679  Ha, sedangkan LTT padi Kabupaten Jepara s/d 16 Mei 2019 seluas 5783 Ha. Kesanggupan LTT padi Mei 2019 Kab. Jepara seluas 7250 Ha, dan hasil Kesepakatan Rakor di Hotel Swiss Belinn (29 April 2019) LTT Mei seluas 7572 Ha.

Kekurangan target LTT dengan sisa waktu selama 15 hari seluas 1467 – 1789 Ha akan terpenuhi karena perkiraan target  selama 15 hari kecamatan Bangsri, Kembang, Keling dan Donorejo diatas 1500 Ha, belum kecamatan lainnya dengan potensi LTT Mei tinggi yaitu Welahan, Kalinyamatan, Pecangaan, Batealit, Tahunan dan Mlonggo. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Panca Kelola Ramah Lingkungan atau yang biasa disebut Panca Kelola Ramli di Desa Wotan Kecamatan Sukolilo ini telah berjalan 2 musim dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Dan untuk ketiga kalinya Panca kelola ramli dimulai kembali sejak bulan Februari 2019 dengan olah tanah I, olah tanah II, persemaian benih Inpari 32, dan penyebaran biokompos sebanyak 3 ton ke lahan. Saat bibit padi berumur 21 hari dilakukan tanam pindah.

Sistem tanam yang digunakan adalah jajar legowo 2 : 1 dengan jarak 20x40x10 cm. Seperti perlakuan sebelumnya, kali ini tetap menggunakan biopestisida untuk mencegah serangan OPT dan urea berlapis arang sebagai pupuk.

Selain itu juga tetap dilakukan pemasangan lightrap. Setelah tanam maka rencana kegiatan selanjutnya adalah pemupukan I. diharapkan muim ketiga ini didapatkan hasil yang maksimal seperti musim sebelumnya walaupun menggunakan bahan ramah lingkungan. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Diseminasi teknologi yang dihasilkan balai penelitian sangat penting untuk dapat dipergunakan oleh masyarakat umum sehingga memberikan kemudahan maupun hasil yang lebih baik bagi pengguna. Balai penelitian Lingkungan Pertanian telah menghasilkan teknologi biopestisida dan urea berlapis arang aktif yang telah didaftarkan sebagai paten. Bappeda Jepara mulai melirik teknologi yang dihasilkan Balingtan ini untuk dapat diterapkan di daerahnya. Maka bappeda Jepara meminta Balingtan untuk menjadi narasumber dalam bimbingan teknis yang bertema “Pelapisan Pupuk Urea Dengan Arang Aktif Yang Dihasilkan Dari Limbah Pertanian”.

Pada tanggal 2 Mei 2019 bimtek dimulai dengan pemberian teori mengenai biopestisida dan urea berlapis arang (biochar). Mengapa arang aktif digantikan dengan arang?? Ini dikarenakan arang lebih ekonomis dibandingkan dengan arang aktif, selain itu arang mudah didapatkan di lingkungan sekitar.

Hari selanjutnya (3 Mei 2019) dilakukan praktik dari teori yang sudah diberikan. Dimulai dengan membuat arang dari sekam menggunakan tungku sederhana, kemudian praktik pembuatan biopestisida mulai dari perebusan bahan mentah hingga pencampuran semua ekstraksi dan penambahan bakteri Bacillus aryabhattai. Kemudian yang terakhir adalah praktik pelapisan urea menggunakan arang yang telah dihaluskan.

Secara garis besar semua peserta sangat penasaran dengan komposisi bahan maupun cara pembuatan dan tertarik untuk melakukan praktik serta ingin menerapkan apa yang telah diberikaan di bimtek. Terutama bagi PPL untuk menularkan ilmu yang telah didapat kepada petani binaan. Diharapkan ilmu yang telah ditularkan dapat dipraktikkan dengan baik oleh peserta bimtek. (Dolty Mellyga Wangga Paputri-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - International Training On Digital Soil Property Mapping and Information Delivery diselenggarakan oleh Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) di Yogyakarta pada tanggal 22 – 26 April 2019. Diikuti oleh perwakilan balai lingkup BBSDL (Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Balai Penelitian Tanah, Balai Penelitian Lahan Rawa, Balai Penelitian Iklim dan Hidrologi) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian hampir seluruh Indonesia (24 BPTP). Acara dibuka oleh Dr. Haris Syahbuddin, DEA selaku PLT. BBSDLP yang sekaligus mewakili Kepala Balitbangtan. Setelah pembukaan dilanjutkan sesi materi dari berbagai narasumber seperti: Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, MAgr Assistant of Minister for Infrastructure, Ministry Of Agriculture; Prof. Dr. Budiman Minasny  The University of Sydney, Australia; Dr. Viatkin Konstatyn FAO, Rome, Italy; Dr. Pittayakon Limtong  LDD, Thailand; Dr. Adha Siregar ISRI, Indonesia; Dr. Kanika Singh The University of Sydney, Australia; Mr. Saefoel Bachri ICALRD, Indonesia.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Viatkin Konstatyn dan Dr. Isabel Caterina dari Food and Agriculture Organization (FAO). International Training on digital soil property mapping and information delivery ini menggunakan program open source QGIS dan R Studio. Pemakaian program yang open source akan memudahkan pengguna karena mudah diakses di internet tanpa bingung harus memikirkan lisensi yang mahal.

Materi yang disampaikan selama 4 hari mencakup intro spatal data, pengenalan R basics, praktik R Basics, Regression Kriging, Random forest, Uncertainty, Information delivery. Selain memberikan contoh step by step di setiap tema, juga dilakukan praktik langsung untuk menghasilkan peta yang berbeda. Kelebihan dari R studio adalah menggunakan script dalam melakukan perintah sehingga bila ada kesalahan dapat ditelusur dari awal. Sedangkan program QGIS digunakan untuk mempercantik tampilan peta karena di QGIS lebih mudah dalam menampilkan warna dan layout peta. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Kegiatan fieldtrip merupakan kegiatan keluar dari lingkungan sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kembali daya konsentrasi anak-anak dari kejenuhan belajar di dalam kelas. Adalah PAUD Miftahul Falah dari Desa Dukuhmulyo, Jakenan, yang memilih Balingtan untuk destinasi kegiatan fieltrip di Balingtan (30/4).

Balingtan sendiri merupakan tempat yang sering dikunjungi anak-anak sebagai sarana untuk berwisata, bersenang-senang, sekaligus mencari pengalaman yang tidak didapatkan selama di sekolah. Kegiatan ini berlangsung selama sekitar 2,5 jam yaitu dimulai pada pukul 08.00-10.30 WIB sejumlah 75 anak dan 6 orang guru pendamping. Anak-anak belajar mengenal beberapa jenis tanaman dan belajar membedakan berbagai warna yang terlihat di sepanjang perjalanan fieldtrip di Balingtan.

Selain berjalan-jalan dan mengenal berbagai macam jenis tanaman, kegiatan lain yang dilakukan yaitu belajar memberi makan ternak dan belajar cara menanam tanaman. Antusiasme anak-anak sangat terlihat apalagi ketika melihat dan belajar secara langsung untuk memberi makan ternak. Kegiatan ini dilakukan selain agar anak-anak mengetahui jenis makanan untuk ternak, juga untuk melatih keberanian mereka sejak dini. Setelah itu, anak-anak diajak untuk belajar menanam tanaman cabai di polybag. Disini, anak-anak juga dilatih agar tidak takut kotor dan selanjutnya belajar merawat tanaman dengan baik. (Admin Balingtan)