Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Tim UPSUS Kabupaten Pati serta Kabupaten Jepara melakukan rapat koordinasi lapang. Rapat membahas tentang pengaturan dan penjadwalan tanam/LTT yang lebih tepat dengan memanfaatkan informasi di aplikasi siperditan (perkiraan curah hujan bulanan dan tinggi muka air waduk/bendungan), Pompanisasi pada long strorage dan sumber-sumber air, Pemilihan komoditas tanaman palawija yang minim air dan mempunyai nilai ekonomis tinggi, Penyediaan benih dengan VUB keunggulan tertentu (tahan penyakit dan tahan kekeringan), Kemunduran awal MH 1-2 bulan perlu diimbangi dengan penerapan sistem pembibitan kering dan dapog (tray) serta pengolahan tanah awal agar begitu hujan turun bibit dapat langsung ditanam.

Hasil rapat koordinasi tersebut antara lain adalah akan didirikan Posko Kekeringan Kabupaten Pati di 3 desa yang berada di wilayah Kecamatan Gabus (Desa Tlogoayu, Desa Karaban, dan Desa Wuwur) dan 2 desa di  wilayah Kecamatan Margorejo, yaitu Desa Jambean Kidul dan Desa Suko Jimbaran. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Koordinasi UPSUS PaJaLe Provinsi Jawa Tengah, Jum'at (26/7). Acara dibuka oleh bapak Dr. Ir. Suwandi, M.Sc Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian..Dalam tindak lanjut dalam mengatasi di prov. Jateng diantaranya dengan pengaturan dan penjadwalan tanam/LTT yang lebih tepat dengan memanfaatkan informasi di aplikasi siperditan (perkiraan curah hujan bulanan dan tinggi muka air waduk/bendungan), Pompanisasi pada long strorage dan sumber-sumber air, Pemilihan komoditas tanaman palawija yang minim air dan mempunyai nilai ekonomis tinggi, Penyediaan benih dengan VUB keunggulan tertentu (tahan penyakit dan tahan kekeringan), Kemunduran awal MH 1-2 bulan perlu diimbangi dengan penerapan sistem pembibitan kering dan dapog (tray) serta pengolahan tanah awal agar begitu hujan turun bibit dapat langsung ditanam.

Realisasi Luas Tambah Tanam (LTT), wilayah kabupaten Pati per tgl 25 Juli 2019: 1.427 ha. perkiraan sampai akhir Juli 2019: 1.530 ha. posko kekeringan akan didirikan Senin tanggal 29 Juli 2019 berlokasi di desa wuwur, kec. gabus, kab.pati.

Wilayah kabupaten Jepara per tgl 25 Juli 2019: 660 ha. perkiraan sampai akhir Juli 2019: 875 ha. Posko kekeringan sudah didirikan yang bertempat di Dinas Pertanian dan Pertanian Kab. Jepara. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Panca Kelola Ramli di Desa Wotan Kecamatan Sukolilo yang telah tanam pindah pada tanggal 29 April 2019 telah memasuki masa panen. Seperti musim sebelumnya panca kelola ramah lingkungan menggunakan benih unggul Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian yaitu Inpari 32, bahan organik biokompos, pengendalian hama dan penyakit menggunakan biopestisda, penggunaan urea berlapis biochar dan pengaturan pengairan intermitten,  Sistem tanam yang digunakan adalah jajar legowo 2 : 1 dengan jarak tanam 20x15x40 cm.

Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi maka dilakukan pengamatan setiap 2 minggu sekali mengambil data tinggi tanaman, jumlah anakan dan gas CH4.

Untuk  mengetahui produksi tanaman padi, sehari sebelum panen (19/7/2019) dilakukan pengambilan sampel tanaman dan sampel ubinan untuk mengetahui komponen hasil dan produksi gabah.

Ukuran ubinan yang dipergunakan adalah 3 x 3 m. Ubinan dilakukan di 3 titik yang berbeda yaitu di bagian depan, tengah dan belakang dengan ukuran yang sama. Hasil ubinan yang telah dilakukan kemudian diambil gabahnya kemudian ditimbang yaitu : 6,4 Kg; 6,7 Kg dan 6,9 Kg.

Hasil timbangan dirata-rata menghasilkan 6,66 Kg kemudian dilakukan penghitungan dan dikonversikan sehingga menghasilkan data gabah hasil panen adalah 7,4 ton/hektar. Rendahnya hasil panen dikarenakan serangan penggerek batang yang mencapai 30% dari keseluruhan tanaman.(Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Sejumlah rombongan 45 orang anggota Kelompok Tani dengan didampingi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara berkunjung ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan ilmu serta menambah wawasan pertanian anggota Kelompok Tani Jali Rejo, Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.

Penyampaian materi oleh Dr. E. S. Harsanti (peneliti Balingtan) tentang penggunaan pestisida dalam sistem pertanian ramah lingkungan. Dalam paparannya disampaikan mengenai bahaya dan dampak pestisida kimia bagi kesehatan tanah, tanaman, manusia, serta lingkungan sekitarnya. Keingintahuan peserta untuk mendalami materi yang disampaikan sangat besar, terlihat dari diskusi interaktif dengan pemateri. Selama ini petani dalam penggunaan pestisida masih belum memperhatikan efeknya bagi lingkungan.

Untuk memperdalam atas materi yang disampaikan, selanjutnya peserta berkunjung ke lapangan untuk belajar praktek langsung pembuatan biopestisida, pembuatan biochar, dan pembuatan pupuk organik. Petani dapat mempergunakan limbah pertanian yang biasanya tidak dimanfaatkan untuk dapat dikelola menjadi bahan pembenah tanah dan pupuk organik melalui teknologi.

Melalui studi banding ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kelompok tani Jali Rejo sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian menuju pertanian berkualitas yang ramah lingkungan. Semoga hasil kunjungan ini bisa memotivasi kelompok tani lain yang ada di Kabupaten Jepara.(Admiin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) anggotan Kelompok Tani Gapoktan Sumber Berkah, Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara melakukan study banding ke Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) di bidang Teknologi Pertanian, Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Pengolahan Hasil Pertanian.

Rombongan anggota Gapoktan Sumber  Berkah tiba di balingtan pukul 14.20 yang berjumlah sekitar 35 orang yang diketuai oleh Bapak M. Fatchul Majid, S.Hum, langsung disambut oleh Kepala Kebun bapak Edi Supraptomo, S.ST di ruang pertemuan kebun. Selanjutnya  anggota Gapoktan diberikan bekal materi yang dipaparkan oleh bapak Suryanto, S.ST.

Setelah itu, anggota Gapoktan Sumber Berkah diajak untuk melihat Teknologi yang ada di Balingtan, dipandu oleh Bapak Yono, S.ST yang didampingi juga oleh Kepala Kebun.Anggota Gapoktan Sumber Berkah terlihat antusias dan semangat ingin mempelajari teknologi yang ada di Balingtan bahkan sudah ada yang ingin membawa pulang teknologi balingtan. Menurut Fatchul, "Kunjungan ini memberikan dampak positif bagi anggota Gapoktan untuk memanfaatkan teknologi balingtan yang ramah lingkungan." (Admin Balingtan)