Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Balingtan kembali menerima kunjungan mahasiswa dari STIP YAPI Bone pada 25 April 2019. Ini merupakan kali kedua mereka berkunjung ke Balingtan setelah kunjungan sebelumnya pada tahun 2017. Kunjungan diikuti oleh 23 mahasiswa yang sebagian besar dari prodi agribisnis semester 2 serta didampingi oleh dosen pembimbing. Kunjungan diterima oleh tim diseminasi Balingtan di gedung peneliti. Mahasiswa di perkenalkan dengan profil Balai Penelitian Lingkungan Pertanian yang disampaikan oleh Ibu Eni Yulianingsih, SP, MP. Mahasiswa sangat antusias sekali untuk mengetahui lebih jauh tentang teknologi yang telah dihasilkan dan pertanian ramah lingkungan Balingtan. Terlihat dari diskusi yang interaktif antara mahasiswa dengan pemateri.

Selanjutnya mahasiswa diajak berjalan mengelilingi lingkungan yang ada di Balingtan. Dengan kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa tentang makna pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan dan mengenal teknologi-teknologi yang telah dihasilkan oleh Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Kedepannya semoga mahasiswa bisa mendalami teknologi yang ada di Balingtan melalui kegiatan magang ataupun mengikuti kegiatan penelitian yang ada di Balingtan. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Pertumbuhan jumlah penduduk dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan pangan di Indonesia. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pangan adalah dengan meningkatkan produktivitas pertanian. Meningkatkan produktivitas pertanian tidak hanya melalui pembukaan lahan baru, tetapi juga dengan menerapkan tenologi yang tepat dan juga ramah lingkungan, sehingga hasil pertanian dapat meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Hal inilah yang kemudian mendorong dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten brebes untuk berkunjung ke Balingtan pada rabu (24/04/2019), sejumlah 60 orang terdiri dari Petugas Dinas Pertanian Brebes, PPL dan Petani. Menurut Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Bapak Ir. Slamet, M.Si, Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari teknologi-teknologi pertanian yang telah dihasilkan oleh balingtan, yang nantinya dapat diaplikasikan di Kabupaten Brebes.

Kabupaten Brebes merupakan daerah agraris. Sektor pertanian mendominasi daerah Brebes, terutama pertanian bawang merah, Brebes adalah daerah penghasil komoditi bawang merah terbesar di Indonesia. Namun menurut penuturan bapak Slamet, tanah pertanian di brebes sudah mulai jenuh, karena ditanami bawang merah secara terus menerus. Petani – petani brebes berharap adanya teknologi yang bisa menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah sehingga dapat terus melakukan budidaya bawang merah, produksi meningkat, kualitasnya bagus, rendah residu pestisida sehingga produk pertanian di Brebes dapat di ekspor.

Kunjungan tersebut diisi dengan sosialisasi Pertanian Ramah Lingkungan, beserta penyampaian materi terkait produk produk pertanian ramah lingkungan yang dihasilkan balingtan seperti biochar dan pestisida nabati, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik lapang pembuatan biochar, pestisida nabati dan kompos. Antusiasme pengunjung untuk mempelajari teknologi pertanian ramah lingkungan cukup tinggi, terlihat dari banyaknya pengunjung yang bertanya saat penyampaian materi mengenai biochar yang disampaikan oleh peneliti Balingtan Ibu Dr. Elisabeth Srihayu Harsanti. Pengunjung tertarik untuk mengaplikasikan biochar karena sifatnya yang ramah lingkungan dan terbukti dapat meningkatkan efektifitas pupuk. Kunjungan kemudian diakhiri dengan kegiatan praktik agar petani lebih paham cara pembuatan biochar, pestisida nabati dan kompos. Dengan adanya kunjungan tersebut balingtan berharap teknologi balingtan semakin dikenal dan semakin banyak dimanfaatkan oleh petani – petani di Indonesia. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas untuk ketahanan dan swasembada pangan. Dipimpin langsung oleh Bapak Suwandi (Dirjen Hortikultura) sebagai PJ UPSUS Pajale Jawa Tengah, dilaksanakan Rakor UPSUS Jateng di Yogyakarta, Kamis (18/4).

Evaluasi capaian LTT periode Oktober-Maret 2018/2019 serta perencanaan target dan strategi pencapaian LTT periode April-September 2019 menjadi agenda utama rakor kali ini. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sebagai PJ. UPSUS Kabupaten Pati dan Kabupaten Jepara. Untuk Realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi per Maret 2019 wilayah Kab. Pati: 25.241 ha, wilayah Kab. Jepara: 1.144 ha. Realisasi LTT Padi per 17 April 2019 wilayah Kab. Pati: 8.311 ha, Kab. Jepara: 1.875 ha. Kesanggupan per 30 April 2019 Kab. Pati: 10.000 ha, Kab. Jepara: 4.100 ha.

Optimalisasi lahan, optimalisasi pemanfaatan alsintan, kesiapan dan distribusi logistik input produksi, kesiapan sarpras sumberdaya air dan jaringan irigasi di setiap wilayah perlu diidentifikasi lebih awal sesuai potensi dan target yang telah ditentukan, menjadi poin penting dalam rangka menghadapi MK 2019. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Setiap tanggal 21 April, Indonesia memperingati hari bersejarah yaitu Hari Kartini. Pada momen ini masyarakat Indonesia kerap memperingatinya dengan mengenakan pakaian adat, termasuk anak anak dari TK Dharma Wanita Bumimulyo, Pos PAUD Menur dan KB Adi Tunas Bangsa II dari Kecamatan Batangan.

Pada Hari Selasa (23/4), Balai Penelitian Lingkungan Pertanian menerima kunjungan tiga tamu dari PAUD, KB dan TK dari kecamatan Batangan. Kunjungan kali ini terasa berbeda karena anak-anak mengikuti kegiatan dengan mengenakan berbagai macam pakaian adat daerah dan profesi lengkap dengan atributnya. Anak-anak berkeliling di lingkungan kebun percobaan Balingtan sambil diperkenalkan dengan berbagai macam tanaman dan ternak yang ada.

Mereka sangat interaktif mengikuti kunjungan melalui kegiatan tanya jawab tentang ternak dan tanaman yang mereka lihat. Namun, ada pula beberapa anak yang sepanjang jalan sibuk memperhatikan dan merapikan kostumnya. Maklum, mengenakan pakaian adat dan profesi tersebut hanya dapat mereka pakai saat momen-momen tertentu saja.

Pengenalan Hari bersejarah dengan cara yang unik kepada anak-anak membuat mereka akan selalu mengenang momen penting itu hingga mereka besar nanti. (Admin Balingtan)

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Untuk kedua kalinya, Balingtan mendapatkan kunjungan dari PT. TJS Kediri (15/4). Kali ini kunjungan bertujuan untuk melakukan diskusi lanjutan terkait rencana kegiatan penelitian kerjasama bertemakan pemanfaatan limbah untuk pertanian dan dampaknya terhadap lingkungan. Kerjasama ini sebagai salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan lahan kritis dengan pemanfaatan limbah sebagai bahan pembenah tanah. Tujuannya adalah untuk memperbaiki tanah yang rusak (tidak sehat) menjadi tanah yang lebih produktif sehingga dapat meningkatkan hasil tanaman dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Hadir dalam diskusi, Bapak Gunawan dan Bapak Wahyu dari PT. TJS yang disambut oleh Bapak Kabalingtan, Kasie Yantek/Jaslit, Koordinator Program dan peneliti dari kelompok Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (EP3).

Pada kesempatan ini disampaikan pemaparan rencana kegiatan penelitian oleh salah satu peneliti di Kelti EP3 (Asep Kurnia, SP., M.Eng). Setelah pemaparan dilanjutkan dengan diskusi untuk mendapatkan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Banyak masukan yang diperoleh dari diskusi tersebut sehingga memperkaya rencana penelitian yang akan dilaksanakan. (Admin Balingtan)