Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Salah satu program Penelitian Unggulan Tahun 2013 di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) adalah penelitian delineasi logam berat dan residu pestisida organoklorin/POPs di lahan pertanian. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan berbasis DAS (Daerah Aliran Sungai), dengan mengambil lokasi wilayah DAS Brantas yang  membentang dari hulu di Kota Batu, Malang dan bagian hilir di kota Surabaya. DAS Brantas sebagai lokasi penelitian, karena sepanjang DAS Brantas ini terdapat lahan pertanian dan berbagai industri yang limbahnya dapat mencemari lahan pertanian. Wilayah hulu merupakan sentra tanaman apel dan sentra tanaman sayuran yang disinyalir penggunaan pestisida nya cukup tinggi, sehingga akan terakumulasi di daerah hilir. Residu pestisida yang mencemari tanah akan mengakibatkan terjadinya akumulasi sehingga residu pestisida tersebut dapat terserap tanaman dan menimbulkan bioakumulasi dalam tubuh manusia yang mengonsumsinya. Selain itu disepanjang DAS Brantas terdapat berbagai industri yang mengalirkan limbahnya ke badan sungai Brantas, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran air, dimana air dari sungai Brantas tersebut digunakan untuk mengairi lahan pertanian. Salah satu bahan pencemar dari limbah industri adalah logam berat, logam berat yang terkandung dalam air tersebut masuk ke lahan pertanian dan terjadi akumulasi dalam tanah yang dapat terserap tanaman, dimana apabila tanaman tersebut terkonsumsi manusia secara terus menerus maka akan membahayakan kesehatan. Daerah yang menjadi tempat pengambilan sampel adalah Kabupaten Jombang merupakan salah satu sentra padi di wilayah hilir DAS Brantas dan sebagian lahan pertaniannya menggunakan pengairan dari sungai Brantas. Tujuan penelitian ini adalah kita ingin mengetahui dan mendelineasi pencemaran logam berat dan residu pestisida yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida dan limbah industri yang berasal dari wilayah atasnya di DAS Brantas. Teknik pengambilan sampel menggunakan sistem grid yang dimodifikasi dengan dioverlay dengan peta penggunaan lahan, dimana untuk lahan yang datar satu titik mewakili sekitar 50 ha sedangkan lahan yang miring mewakili sekitar 22 ha. Perkiraan sampel yang terambil sekitar 1000 sampel tanah yang kemudian dianalisis kandungan 9 jenis logam berat dan 9 jenis residu organoklorinnya. Output yang ingin dihasilkan sesuai dengan tujuan delineasi adalah 9 peta pencemaran logam berat dan 9 peta residu organoklorin. Diharapkan setelah tercapainya output ini kita dapat mengetahui gambaran status pencemaran logam berat dan residu pestisida di lahan pertanian, khususnya di wilayah hilir DAS Brantas.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Jumat, 5 April 2013 Balingtan menerima kunjungan peserta Rapat Keja (Raker) BB Litbang SDLP dengan tema Formulasi dan Akselerasi Penelitian dan Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pembangunan Sistem Informasi Sumberdaya Lahan Pertanian yang dilaksanakan dalam rangka membahas tiga topik utama yaitu : (1) Pertanian Ramah Lingkungan (PRL), (2) Sistem Informasi Sumberdaya Lahan dan (3) Rencana Srategis BB Litbang SDLP tahun 2015-2019.

Peserta tiba di Balingtan pukul 9.30 WIB dengan menggunaka 4 buah bis. Peserta langsung menuju ke tempat pengembangan SITT ramah lingkungan berkelanjutan yang dikembangkan Balingtan. Setelah itu peserta menuju ke tempat peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium Gas Rumah Kaca (GRK). Acara diawali dengan paparan dan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala BB Litbang SDLP Dr. Ir. Muhrizal Sarwani, M.Sc., kemudian dilanjutkan denga peletakan batu pertama yang diawali oleh Ka BB Litbang SDLP, Ka Balingtan, Ka Balitanah, Ka Balitklimat dan Ka Balittra. Setelah itu peserta kembali ke lokasi ITT untuk melihat sejauh mana penerapan integrasi tanaman ternak ramah lingkungan berkelanjutan yang dikembangkan di Balingtan. Integrasi tanaman ternak berkelanjutan merupakan salah satu dari sembilan komponen Pertanian Ramah Lingkungan berkelanjutan yang dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. Adapun kesembilan komponen tersebut adalah : (1)Produktivitas meningkat, (2) Rendah emisi GRK, (3) Rendah pencemaran pestisida, (4) Rendah pencemaran logam berat, (5)Pemanfaatan limbah pertanian secara optimal, (6)Pemanfaatan sumberdaya lokal, (7) Terjaganya biodiversitas, (8)Harus terintegrasi dan (9) Berkelanjutan.

Pertanian ramah lingkungan yang dikembangkan Balingtan diharapkan diikuti dan diterapkan oleh peserta di masing-masing UK/UPT yang bersangkutan. Peserta sangat tertarik dengan kegiatan, kebersihan dan kerapian yang ada di Balingtan dan memberikan apresiasi yangg tinggi atas keberhasilan penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan ini.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Pada hari selasa tanggal 12 Maret 2013, Balingtan (Balai Penelitian Lingkungan Pertanian) telah dikunjungi oleh Dr. Ir. Haryono, M.Sc (Kepala Badan Litbang Pertanian) yang didampingi oleh Dr. Ir. Moch Syakir, MS.(Kapuslitbangbun), Dr. Ir. Karden Mulya M.Sc (Ka BB Biogen), Dr. Ir. Mastur, MSi (Kepala Balittas), Dr. Ir. Tri Sudaryono, MS (Kepala BPTP Jawa Tengah). Kedatangan beliau disambut langsung oleh Kepala Balai beserta jajarannya yang terdiri dari Kasie Yantek-Jaslit, Kasubbag Tata Usaha dan para peneliti. Acara kunjungan diawali dengan presentasi mengenai profil Balingtan yang disampaikan langsung oleh  Kepala Balai Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc, yang dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Badan Litbang Pertanian dan masukkan dari Kapuslitbangbun serta Kepala Balai Besar Bioteknologi  dan Sumberdaya Pertanian. Acara selanjutnya adalah kunjungan lapang ke kebun percobaan dengan melihat visitor plot SITT (Sistem Integrasi Tanaman Ternak), Laboratorium Terpadu, dan Laboratorium GRK (Gas Rumah Kaca). Setelah acara kunjungan  Kepala Badan Litbang Pertanian, Kapuslitbangbun, dan Ka BB Biogen menyampaikan apresiasi dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh staff Balingtan atas kerja keras dan kerja ikhlasnya mendukung kemajuan Balingtan dengan harapan mudah-mudahan kedepan Balingtan semakin maju.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Pada hari Sabtu Tanggal 23 Maret 2013, Balingtan (Balai Penelitian Lingkungan Pertanian) mendapat kunjungan peserta Rapat Kerja BBP2TP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian), Jumlah peserta yang hadir kurang lebih sekitar 300 orang yang berasal dari BPTP (Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) dari seluruh Indonesia, dari mulai Aceh sampai dengan Papua yang berjumlah 33 UK/UPT. Sekitar pukul 08.00 pagi peserta tiba di balingtandengan 6 bis besar dan dikawal oleh 2 mobil polisi lalu disambut ucapan selamat datang dari pembawa acara, kemudian para peserta beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan. Acara dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Balingtan Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc. materi yang disampaikan antara lain sejarah balingtan, profil balingtan, state of the art penelitian, rencana pengembangan, dan konsep pertanian ramah lingkungan. Selanjutnya disusul dengan sambutan dan arahan dari Kepala Badan Litbang Pertanian yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala BBP2TP Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng yang menyatakan pentingnya konsep pertanian ramah lingkungan yang di kembangkan balingtan dan diharapkan ditiru dan diterapkan di masing-masing BPTP. Acara selanjutnya dilakukan kunjungan lapang Ke Laboratorium GRK (Gas Rumah Kaca), SITT (Sistem Integrasi Tanaman Ternak), dan Laboratorium Terpadu. Dalam kunjungan ini, peserta dibagi 3 tim, masing-masing tim ada pemandunya, disamping itu staf balingtan juga berbaur dengan peserta yang ikut menerangkan apa yang sudah dan sedang dilaksanakan di Balingtan. Tim pertama mengunjungi Laboratorium GRK, tim Kedua mengunjungi SITT dan tim ketiga mengunjungi laboratorium terpadu. Para peserta sangat tertarik dengan kegiatan, kebersihan, dan kerapihan yang ada di Balingtan. Para peserta menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan Balingtan.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Berita Balingtan - Tanggal 27 Februari 2013 Balingtan menerima kunjungan tamu dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) BTQ Bani Muslim 02 Juwana. Tamu berjumlah 130 orang yang terdiri dari peserta didik 120 anak (usia 2 s/d 6 tahun, play group dan TK) dan guru berjumlah 10 orang. Kunjungan tamu diterima oleh Poniman, SP beserta peneliti Balingtan lainnya. Bapak Poniman menyampaikan profil Balingtan lalu dilanjutkan pengenalan tentang manfaat padi dalam pertanian dan menjelaskan tentang Sistem Integrasi Tanaman dan Ternak (SITT) yang ramah lingkungan. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan bagi anak didik dan untuk menambah pengetahuan serta pengenalan pada anak secara langsung tentang pertanian melalui pengalaman belajar di instansi pertanian secara kongkrit. Setelah diskusi dilanjutkan kunjungan ke tempat visitorplot SITT (Sistem Integrasi Tanaman-Ternak) yang ramah lingkungan. Dengan bantuan dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian program  belajar mengenal lingkungan ini berjalan lancar. Ilmu yang ada di Balingtan itu sendiri bisa dimanfaatkan dan diterapkan kepada anak-anak sejak dini agar tahu pentingnya pemanfaatan limbah kotoran sapi didalam kehidupan manusia di bumi.