Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Mengenalkan lingkungan terlebih tanaman dan ternak penting dilakukan. Tujuannya, dapat melatih anak-anak untuk lebih peduli dan mencintai lingkungan. Hal tersebut melatarbelakangi kunjungan PAUD IT Umar Bin Khatab Juwana pada Kamis (24/10).  Sebanyak 199 anak terdiri dari 140 anak usia TK dan 59 anak usia dini tentunya dengan pendampingan, disambut hangat oleh pemandu kunjungan Balingtan.

Hari itu, peserta belajar mengenal lingkungan pertanian dengan memberi makan sapi dan mengenal lingkungan. Mereka sangat excited meski beberapa dari mereka juga takut untuk memberi makan sapi. Salah satu peserta, Obib mengaku senang dapat berkunjung di Balingtan. “Obib merasa senang bisa melihat sapi, kambing, ayam dan memberi makan sapi secara langsung. Ada yang cokelat, ada yang putih, ada yang besar dan kecil” Pungkas Obib sembari mempraktikan ukuran dengan tangannya.

Kegiatan kunjungan PAUD IT Umar Bin Khatab rutin dilakukan. Menurut info dari Ibu Hartuti, S.Ag, M.Pd selaku pendamping mengaku kegiatan ini memang dilaksanakan rutin untuk menjalin silaturahim yang baik dengan Balingtan selain itu juga untuk mencari suasana baru dalam pembelajaran agar tidak monoton di dalam kelas.

“Dengan mengenalkan lingkungan sekitar terlebih tanaman dan peternakan, anak-anak bisa belajar sambil bermain dan praktik langsung untuk menambahkan sikap peduli. Terlebih Balingtan memiliki banyak sumber daya yang bisa kita kenalkan kepada anak-anak” Pungkas Hartuti. (Nourma-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Balingtan mendapatkan kunjungan dari SMPN 8 Pati yang berjumlah 87 siswa dan 5 guru pendamping. Para siswa belajar mengenai Pertanian Ramah Lingkungan sejak pukul 08.00 pagi sampai 15.00 sore, Rabu (23/10). Acara dibuka oleh Bp. Edi Supraptomo S.ST selaku Kepala Kebun Balingtan dan Bapak Nur Cahyono perwakilan guru pendamping dari SMP N 8 Pati. Siswa diajak untuk berkeliling TSP Balingtan sembari belajar tentang produk-produk ramah lingkungan, seperti biochar, pestisida nabati, dan kompos.

Mereka juga diajarkan tentang cara menanam tanaman cabai mulai dari komposisi media tanam, dosis pupuk, maupun cara pindah tanam yang benar. Tak hanya itu, siswa juga diajak untuk ikut kelas memasak/cooking class, menu yang diajarkan kali ini adalah salad buah. Para siswa sangat antusias dengan kegiatan cooking class ini, selain mereka mendapat ilmu baru cara membuat salad buah, mereka juga diperbolehkan mencicipi salad yang telah mereka buat.

Selain kegiatan lapang, ada juga games edukasi yang diberikan kepada para siswa. Mereka sangat serius mengerjakan games karena akan diberikan hadiah pada tim yang menyelesaikan games ini dengan cepat dan tepat. Akhir acara, beberapa siswa diminta untuk memberikan pesan dan kesan pada kegiatan kunjungan hari ini. Bagus, salah satu peserta merasa senang dapat mengikuti acara ini karena bisa belajar langsung mengenai pertanian ramah lingkungan di luar kelas. "Harapannya, kita sebagai pemuda dapat meneruskan pertanian Indonesia sehingga tidak impor dari luar", pungkas Bagus. Acara ditutup oleh Bp. Edi Supraptomo, S.ST, beliau berpesan agar ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan diterapkan dilingkungan sekitar mereka. (Sarah-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Temu Lapang Dukungan Litbang dalam Program #SERASI 2019 di Kalimantan Selatan bertempat di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Senin (14/10).

Acara ini dihadiri Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufri,MS, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalsel, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Prov. Kalsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalsel, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Barito Kuala beserta para pejabat lainnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufri, mengatakan temu lapang dilaksanakan dalam rangka mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitian Badan Litbang Pertanian dalam upaya mendukung Program Utama Strategis Kementerian Pertanian dalam Program #SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) untuk menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045, kemandirian pangan, diversifikasi pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, kesejahteraan petani, serta menghadapi perubahan iklim.

Biopestisida Balingtan adalah Balitbangtan yang melahirkan teknologi inovatif untuk meningkatkan produksi pangan dan kualitasnya. Peran yang sangat penting diemban Balitbangtan untuk membangunkan lahan rawa, menggerakkannya sehingga menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan.

Berbagai teknologi diaplikasikan mulai dari paket budidaya tanaman padi dengan menggunakan varietas unggul dan adapatif terhadap lingkungan rawa, penggunaan alat dan mesin pertanian modern berbasis 4.0 hingga integrasi tanaman padi dengan ternak itik dan ikan. Tak kalah pentingnya adalah penanganan pasca panen dan manajemen korporasi yang juga menjadi kunci keberlanjutan Program SERASI.

Dalam budidaya tanaman, penggunaan sarana produksi pestisida kimiawi tidak dapat dihindari selain mudah mendapatkannya juga cepat menunjukkan hasil. Seorang petani penggarap di lahan rawa menuturkan bahwa selama ini dia menggunakan pestisida kimiawi untuk mengendalikan OPT. 

Penggunaan pestisida kimiawi memang nyata memberikan kontribusi terhadap stabilitas hasil tanaman pertanian termasuk tanaman pangan dan hortikultura. Namun penggunaan pestisida kimiawi yang tidak tepat dan cenderung berlebihan akan berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Sebut saja resurjensi hama tertentu, terbunuhnya organisme menguntungkan non target, kontaminasi dan cemaran residu dalam tanah, air, dan produk pertanian. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Dalam rangka mengumpulkan informasi dan dengar pendapat antara SMK Tunas Harapan dan dunia usaha dan dunia industri tempat anak-anak magang maka pihak SMK Tunas Harapan mengundang pihak seluruh pihak di sekitar Pati untuk melakukan forum group discussion (FGD) dalam tajuk ‘’Koordinasi Pengembangan Jejaring Kerjasama Industri Program Pengembangan SMK Berbasis Industri Keunggulan Wilayah’’ pada hari Kamis (17/10/2019).

Ada 15 dunia usaha dan instansi pemerintah di Pati, termasuk Balingtan yang diundang. “FGD ini diadakan untuk menyamakan persepsi dengan keinginan industri sehingga dapat meningkatkan kompetensi lulusan SMK dan meretas pengangguran lulusan SMK” demikian Kepala Sekolah SMK Tunas Harapan Ir. Eny Wahyuningsih, M.Pd menjelaskan maksud dari pertemuan diadakan. Drs. Sunoto yang merupakan Kepala cabang Dinas pendidikan wilayah 3 prov Jateng dalam sambutannya menegaskan program revitilisasi sekolah, sikronisasi kurikulum, dan kerjasama industri bertujuan agar anak-anak SMK punya kemampuan dan tidak menganggur. Setelah sambutan selesai beliau sekaligus  membuka acara FGD.

Materi utama dari kegiatan ini adalah strategi implementasi budaya industri di SMK dan pengembangan kurikulum SMK berbasis industri. Narasumber didatangkan dari PT. ATMI Solo. Penjelasan yang dapat didapat bahwa sasaran dar lulusan siswa SMK adalah bekerja di industri, melanjutkan ke perguruan tinggi dan wirausaha. Sedangkan dimensi SMK yang dikembangkan mengenai sikap, pengetahuan dan keterampilan. Bayu Prabandono, ST., MT menekankan bahwa dalam meningkatkan kompetensi dasar adalah hal yang sangat penting sebagai contoh adalah kerja bangku (mengikir) bila berhasil sesuai yang disyaratkan maka dapat dipastikan tingkah laku dan kerjasama akan baik. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan tentu saja harus ada kerjasama antara sekolah, orang tua dan lingkungan dalam mendidik.

Materi terakhir diberikan oleh Rivai Simanjuntak dari P4TK BBL Medan. Dalam sesi ini dijelaskan sistem pendidikan di Jerman, anak-anak TK sudah dilatih dan dijuruskan sesuai kompetensinya sehingga keberhasilan anak dalam menempuh pendidikan sangat besar. Diharapkan pendidikan di Indonesia akan berkembang menuju hal yang sama sehingga tidak memberatkan anak dalam proses belajar. Dalam sesi terakhir ini juga dilakukan diskusi antar industri kriteria lulusan SMK seperti apa yang dibutuhkan, masukan diberikan mengenai sikap anak-anak SMK yang magang dan kemungkinan kerjasama lebih lanjut antara industri dengan sekolah. (Dolty-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Dalam rangka meningkatkan pertanaman kedelai tersebut salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyisip tanaman kedelai pada lahan jagung yang ditanam dengan system monokultur,menjelang tanaman jagung dipanen, Kamis (10/10). Lahan untuk kegiatan penanaman kedelai adalah lahan yang merupakan bantuan pemerintah maupun lahan swadaya masyarakat.

Adapun alasan perlunya gerakan penanaman sistem Tumpang Sisip (TuSip) ini adalah sebagai berikut Petani sudah terbiasa dalam melaksanakan tumpeng sisip pada lahan jagung dengan kedelai atau tanaman lainnya, Gerakan ini yang melibatkan petani dan pihak-pihak terkait termasuk dari Kementan, Dinas Pertanian , Unsur TNI, sehingga petani termotivasi untuk melakukan percepatan tanam kedelai.

“Sistem TUSIP sangat diharapkan keberhasilannya namun juga harus melihat Potensi Lahan dan Musim yang ada di wilayah setempat,” Ujar Ir. Amirudin Pohan, M.Si selaku Direktur AKABI.

Berdasarkan Evaluasi Data LTT Pajale PDPS dengan Hasil Pemetaan Lahan Sawah demhan menggunakan Aplikasi Arc.GIS ternyata Lahan yang belum terdata (belum di Polygon kan), ada sejumlah 120.000 Ha Luas Lahan Baku Sawah.

Sementara menurut Dirjen Tanaman Pangan (Dr. Suwandi), sampai dengan bulan Oktober 2019.,wilayah Prop.Jateng harus bisa tercapai LTT sejumlah 26.000 Ha,untuk itu diharapkan kepada para Penyuluh dan KCD untuk mengecek kembali dan menyisir data Okt-Sept 2019 dan meng update lagi data lapangan menjadi data PDPS.

Berdasarkan hasil Luas Tambah Tanam untuk Kab.Pati: Realisasi Sept'2019 LTT Padi sejumlah 1611 Ha dan LTT Jagung sejumlah 184 Ha. Untuk Kab.Jepara : Realisasi Sept'2019 LTT Padi sejumlah 1197 Ha dan LTT Jagung sejumlah 592 Ha. Kesanggupan Kab.Pati : Okt'2019  LTT Padi sejumlah = 6947 Ha, LTT Jagung sejumlah = 771 Ha.,LTT Kedele = 0, Kesanggupan Kab.Jepara : Okt'2019  LTT Padi sejumlah = 20 Ha, LTT Jagung sejumlah = 4 Ha.,LTT Kedele = 19 Ha. (Admin Balingtan)