Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Farm Field Day (FFD) panen kedelai di Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus Kabupaten Pati dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan jajarannya, Badan Pusat Statistika, Babinsa, penyuluh se Kabupaten Pati dan Gapoktan Sayuk Tani 3 Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Bogotanjung (Bapak Warsono) yang menyampaikan permasalahan budidaya tanaman yang menurun dari luasan yang ada di Desa Bogotanjung tidak semuanya bisa ditanami hanya seitar 80% yang saat ini ada pertanaman. Faktor air sebagai penghambat utama budidaya tanaman ini. Tanaman kedelai yang merupakan tanaman tahan kekeringan dibudidayakan oleh petani setempat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Ir Mochtar Effendi, MM dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan bahagia bahwa ditengah iklim kering yang berkepanjangan masih bisa panen tanaman kedelai. Menurut petani setempat yang didampingi penyuluh bahwa 1 ubinan bisa mencapai 2,09 ton/ha hasil kedelai kering beserta biomas. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Lahan tadah hujan merupakan kawasan yang cukup baik dalam menopang keberhasilan swasembada pangan. Terdapat 11 juta petani Indonesia yang terlibat di sekitar 2 juta lahan tadah hujan. Namun demikian, tantangan ketersediaan air menjadi problematika yang jamak dihadapi oleh kawasan tadah hujan.

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) yang terletak di Kawasan tadah hujan mampu mengelola kawasan cekaman air tersebut menjadi bentuk ekosistem yang lestari dengan beberapa teknologi simpan dan hemat air. Salah satu teknologi simpan air yang telah diadopsi di banyak tempat di Indonesia adalah embung. Embung Balingtan mulai eksis tahun 1983 dan berkembang hingga saat ini. Dengan luasan embung sekitar lebih dari 3 hektar, Balingtan yang hanya mengandalkan air hujan sebagai sarana perkantoran dan pertanaman 30 hektar mampu bertahan di musim kering. Kemudian salah satu teknologi hemat air yang digunakan di Balingtan adalah model irigasi sprinkler otomatis untuk mengairi tanaman. Irigasi sprinkler otomatis ini dapat diatur kapan kita perlu mengairi areal pertanaman kita hanya dengan menggunakan aplikasi di smartphone. Pengairan otomatis ini masih dikembangkan lagi yang akan menggunakan lengas tanah sebagai pemberi sinyal pada sensor kapan saatnya menyiram, Kamis (22/8).

Untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh, para petani dan penyuluh sejumlah 30 orang dari Gapoktan Sido Bangun, Sido Joyo dan Sido Luput serta penyuluh pertanian dari Kecamatan Kayen Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pati belajar pendistribusian air irigasi yang efisien dan konsep neraca air embung. Tujuan dari kunjungan adalah untuk meningkatkan pengetahuan petani dan penyuluh dalam rangka beradaptasi dari cekaman kekeringan dan meminimalisasi dampak kekeringan khususnya di Kabupaten Pati. Selain itu proses pembelajaran ini juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalam perawatan embung dan parit. Materi disampaikan oleh Bapak Sukarjo S.TP, MP selaku peneliti madya di Balingtan. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-74, Panitia HUT RI Kecamatan Jaken bekerjasama dengan Pengurus Dharma Wanita Kecamatan Jaken mengadakan lomba bertema “Kudapan Berbahan Baku Ubi-ubian”. Bertempat di gedung pertemuan Kecamatan Jaken, hadir 30 orang peserta dari beberapa desa di Kecamatan Jaken dan instansi pemerintah yang ada di Kecamatan Jaken. Menariknya panitia membuat peraturan biaya membuat kudapan termasuk bahan dan hiasannya hanya Rp. 50.000,-

Hadir sebagai peserta Tim Paspa Balingtan dengan menyajikan kudapan yang diberi nama “Nugget Singkong Ceria”. Hmmmm pastinya yummy...cara membuatnya mudah dan biayanya murah. Resep ini bisa dicontoh sebagai alternatif kudapan untuk menemani minum teh atau kopi. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Rakor Upsus Pajale di Sekuro Village Beach Resort Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara  dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi Jawa Tengah, Kepala BPTP Jawa Tengah, Itjen Kementan, Kepala Baliklimat, Kepala Balingtan, Dirjen Tanaman Pangan, Dandim se Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten se Jawa Tengah beserta kabid dan pencatat datanya.

Ir. Achid Setiawan C, M.Si (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara) mengenalkan berbagai potensi dan budaya serta lokasi pariwisata di Kaupaten Jepara sebagai ucapan selaman datang kepada seluruh pesrta rakor yang hadir. Ada tenun troso sebagai hasil kerajinan tenun ikat yang sudah sampai ke manca negara, ada berbagai produk furniture yang dihasilkan oleh pengrajin lokal seperti kursi tamu, kursi makan, tempt tidur, almari dan perabot yang lainnya yang sudah eksport ke berbagai negara, selain itu ada tempat wisata pantai yang ada di sepanjang jalur pantai utara pulau Jawa (Pantai Telukawur, Pantai Tirtosamudro, Pantai Kartini, Pantai Blebak, Pantai Pailus, dll).

Kolonel Inf. Djaelani, SIP (Aster Kodam IV) menyatakan prediksi hujan sekitar 60-130 hari ke depan. Untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang terjadi dilakukan upaya khusus Luas Tambah Tanam (LTT) dengan jalan mendorong petani melaksanakan budaya tanam serentak dan meningkatkan LTT, membantu pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tersier (embung, long storage, dan DAM Parit), sinergi dengan stakeholder terkait dalam pendistribusian air untuk pertanian, pengawalan saprodi pertanian (pupuk-benih) secara simpatik dan berkoordinasi dengan instansi lain, mengoptimalisasikan brigade alsintan kodim guna dukung percepatan tanam, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan tanam serentak.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebuan Provinsi Jawa Tengah (Ir. Suryo Banendro, M.Sc) mengatakan bahwa kondisi saat ini merupakan kondisi kekeringan dimana lahan seluas 9.676 ha di Provinsi Jawa Tegah mengalami kekeringan. Akselerasi percepatan luas tambah tanam yang dilakukan di Provinsi Jawa Tengah saat ini dengan target sasaran tanaman padi adalah penambahan luas tanam 2.140.311 ha dan luas panen 1.948.188 ha dengan provitas 59.25 kw/ha serta hasil produksi 11.543.015 ton. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Palang Merah Indonesia (PMI) bekerjasama dengan Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-74 Kecamatan Jaken mengadakan bakti sosial donor darah. Acara dihadiri dari instansi-instansi daerah setempat, instansi pemerintah pusat di kawasan Kec. Jaken,  purnawirawan ABRI,  masyarakat umum,  dan mahasiswa KKN dari Universitas Muria Kudus (UMK). Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) juga tidak ketinggalan dalam aksi sosial tersebut. Beberapa pegawai Balingtan turut berpartisipasi donor darah.  Isna salah satu staf sekretariat Balingtan menyampaikan “sudah pengin donor darah lagi.." karena sudah menjadi kebiasaannya selama ini. Donor darah yang sudah menjadi kebiasaan dapat menyehatkan tubuh kita. Dr. Wihardjaka salah peneliti senior di Balingtan juga mengatakan, "minimal setiap 3-6 bulan sekali perlu melakukan donor darah" kilahnya.

Apapun dapat kita lakukan untuk berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke-74 asalkan kegiatan tersebut adalah kegiatan positif. Dirgahayu RI ke-74. (Admin Balingtan)