Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Gas Rumah Kaca

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 


Sejarah berdirinya Lab. GRK

Laboratorium Gas Rumah Kaca (Lab. GRK) merupakan salah satu laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan). Laboratorium GRK mulai berdiri pada tahun 1993. Tupoksi Laboratorium GRK adalah mendukung kegiatan Emisi dan Absorbsi Gas Rumah Kaca pada lahan pertanian serta melakukan inventarisasi gas rumah kaca dari lahan pertanian.

Laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian telah terakreditasi SNI ISO/IEC  17025:2008 (ISO/IEC 17025:2005) sebagai laboratorium penguji dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sertifikat akreditasi yang diperoleh bernomor LP-556-IDN ditetapkan tanggal 15 Desember 2011 dan berlaku hingga 14 Desember 2015. Pada tahun 2015 Laboratorium Balingtan melakukan re-akreditasi bersamaan dengan penambahan ruang lingkup untuk pengujian gas CH4, CO2, N2O sehingga mendapatkan sertifikat dengan Nomor LP-556-IDN terhitung 1 Oktober 2015 sampai dengan 1 September 2019. Pada tahun 2017 Laboratorium menambah ruang lingkup untuk C total dan N total dari tanah dan tanaman dengan sertifikat dengan Nomor LP-556-IDN terhitung 21 Maret 2018 sampai dengan 30 September 2019.

Laboratorium GRK dilengkapi dengan alat utama dan alat pendukung kegiatan analisis. Alat utama yang digunakan adalah GC (gas chromatography) untuk analisa gas CH4, CO2 dan N2O. Sampel yang dianalisa berupa udara atau biogas. Alat CN Analyzer yang digunakan untuk analisa C total dan N total dari tanah dan tanaman (daun dan batang). Berikut ini adalah GC (gas chromatography) dan CN total yang dimiliki laboratorium gas rumah kaca.

  1. Gas kromatografi, Shimadzu GC-14B series

GC ini dilengkapi dengan detektor Flame Ionization Detector (FID) untuk analisis CH4 secara manual dan otomatis. GC 14B terhubung dengan 12 chamber. Penangkap Gas Rumah Kaca yang terbuat dari pleksiglass berukuran 1m x 1m x 1m. Hasil analisis berupa peak yang diinterpretasikan dalam bentuk area (tanpa satuan) dan konsentrasi (ppm)

  1. Gas kromatografi Shimadzu GC-14A series

GC ini dilengkapi dengan3 detektor yaitu menggunakan Electron Capture Detector (ECD) untuk analisis gas N2O, Flame Ionization Detector (FID) untuk analisa CH4 dan Thermal Conductivity Detector (TCD) untuk analisis gas CO2.Hasil analisis berupa peak yang diinterpretasikan dalam bentuk area (tanpa satuan) dan konsentrasi dengan satuan ppm (untuk gas CO2dan CH4) dan ppb (untuk gas N2O)

  1. Green House Gas (GHG) Varian 450

GC ini dilengkapi dengan 3 detektor yaitu menggunakan Electron Capture Detector (ECD) untuk analisis gas N2O, Flame Ionization Detector (FID) untuk analisa CH4 dan Thermal Conductivity Detector (TCD) untuk analisis gas CO2. Selain itu juga dilengkapi PAL Autosampler yang berfungsi untuk auto injection. Hasil analisis berupa peak yang diinterpretasikan dalam bentuk area (tanpa satuan) dan konsentrasi dengan satuan ppm (untuk gas CO2dan CH4) dan ppb (untuk gas N2O)

  1. Gas Kromatografi Shimadzu GC-2014 series

GC ini dilengkapi dengan 3 detektor yaitu menggunakan Electron Capture Detector (ECD) untuk analisis gas N2O, Flame Ionization Detector (FID) untuk analisa CH4 dan Thermal Conductivity Detector (TCD) untuk analisis gas CO2.GC 2014 terhubung dengan 24 chamber Penangkap Gas Rumah Kaca yang terbuat dari pleksiglass berukuran 1m x 1m x 1,25m. Hasil analisis berupa peak yang diinterpretasikan dalam bentuk area (tanpa satuan) dan konsentrasi dengan satuan ppm (untuk gas CO2dan CH4) dan ppb (untuk gas N2O)

  1. Portable micro Gas Chromatography CP 4900

GC ini dilengkapi dengan detector Thermal Conductivity Detector (TCD) bisa untuk analisis gas CH4 dan CO2. Hasil analisis berupa peak yang diinterpretasikan dalam bentuk area (tanpa satuan) dan konsentrasi (ppm).

  1. CN Analyzer Primacs Skalar

Alat CN ini bekerja dengan system pembakaran suhu tinggi. Pada C total pembakaran menggunakan suhu 1050oC karbon teroksidasi menjadi CO2 diukur dengan Non Dispersive Infra Red Detection (NDIR). Pada N total didasarkan nitrogen diubah menjadi N2. Gas N2 diukur dengan Thermal Conductivity Detection (TCD) . Hasil berupa peak yang diinterpretasikan dalam bentuk area (tanpa satuan) dan kadar C/N (%)

 

Selain alat utama tersebut laboratorium dilengkapi dengan alat pendukung seperti timbangan analitik, vacuum pump, cupper decupper, incubator, syringe, vial, alat vacuum vial otomatis, Total C/N Analyzer serta alat bantu pengambilan sampel di lapangan.

 

Metoda pengambilan sampel dan analisa sampel GRK. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian mengacu pada IRRI and US-Environmental Protection Agency United Nations Development Program. 1995. Methane Measurements in Rice Fields.

 

Laboratorium Gas RumahKaca Balingtan merupakan satu-satunya laboratorium di Indonesia yang sudah terakreditasi. Sehingga Balitbangtan memberikan mandate kepada Balingtan khususnya Laboratorium Gas RumahKaca untuk dijadikan laboratorium rujukan yang mengacu pada ISO/IEC 17043.

 

  • Informasi lebih lanjut tentang Daftar Harga Analisa di Laboratorium Balingtan bisa di klik disini.