Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Mitigasi Residu Organofosfat pada Lahan Bawang Merah.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Organophosphate Residue Mitigation on Shallot Cropping
Oleh :
Harsanti, E. S., S. Y. Jatmiko, dan A. N. Ardiwinata

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian

Jl. Raya Jakenan-Jaken km 5 Jakenan Pati 59182


Abstrak                                                                                                                                                 

Petani sayuran umumnya mengaplikasikan insektisida dengan dosis dan frekuensi melebihi anjuran karena keinginan memperoleh produksi tinggi dan kekhawatiran gagal panen. Persepsi petani bahwa pestisida dalam dosis dan frekuensi tinggi akan  meningkatkan hasil bawang masih melekat dalam pikiran petani sehingga penggunaan insektisida dalam budidaya bawang merah tidak dapat dihindari. Perilaku petani dalam aplikasi insektisida menyebabkan timbulnya cemaran residu insektisida pada lingkungan tanah, air, maupun produk bawang merah. Residu insektisida dalam produk bawang merah umumnya lebih tinggi dibandingkan dalam tanah dan air sawah terutama di sentra bawang merah di Brebes dan Tegal. Tulisan ini bertujuan untuk menginformasikan upaya mitigasi residu insektisida organofosfat dalam budidaya bawang merah. Upaya remediasi diperlukan untuk menurunkan residu insektisida. Arang (aktif) dapat berperan penting dalam menurunkan pencemar residu insektisida baik dalam tanah maupun air melalui mekanisme penjerapan sehingga pestisida tidak mobil. Selain itu, arang aktif merupakan ”rumah” yang baik bagi mikrobia terutama pendegradasi residu insektisida. Kapasitas dan daya serap arang aktif yang besar melalui struktur pori dan keberadaan gugus kimia di permukaan arang aktif (C=O, ion C2-, dan ion C2H-) mampu berperan dalam mitigasi pencemaran residu pestisida. Beberapa penelitian remediasi residu insektisida dalam tanah telah dilakukan dengan tujuan untuk mitigasi residu insektisida. Remediasi arang aktif 250-1000 ppm pada tanah Inceptisol dapat menurunkan residu karbofuran 63,6-85% pada tanaman setelah 140 hari, pada air 97,46-99,57% (45 hari), dan 98,03-99,71% (65 hari). Briket urea-arang aktif (50% : 100%) dapat menurunkan residu profenofos (organofosfat) sebesar 16-49% (air), 100-200% (fiksasi tanah) dan klorpirifos 29-30% (fiksasi tanah) pada tanah Inceptisol. Remediasi lainnya yang dapat dikembangkan adalah penggunaan mikrobia Pseudomonas sp yang mempunyai kemampuan menurunkan residu karbofuran 50% setelah 1-4 hari.


Abstract

Insecticide application in vegetable crops is generally higher than its recommendation to gain high production and to prevent harvest failure. Farmer perceptions in using higher pesticides will increase shallot yield so that insecticides application must be done. The high insecticides application tends cause pollution in soil, water, and shallot product. Insecticide residue in shallot product was relatively higher than in soil and water of shallots center of Brebes and Tegal. The objective is to inform mitigation option of insecticides residue in shallot crop culture. Remediation attempts were required to reduce insecticide residues. Some potential ameliorants could remediate insecticide residues in soil such as active charcoal. Active charcoal could cause immobile pesticide compound through adsorption mechanism, and as the better site for microorganism which degrade insecticide residues. Active charcoal of 250-1000 ppm applied in Inceptisol could reduce 63.6-85% of carbofuran residue in crops after 140 days, 97.46-99.57% in water at 45 days, and 98.03-99.71% at 65 days, respectively. Urea combined active charcoal of 50% : 100% could reduce in water of 16-49% and 100-200% by soil fixation, and chlorpyrifos residue in Inceptisol of 29-30% by soil fixation. Other remediation could be developed to mitigate insecticides residues such as Pseudomonas sp that could reduce carbofuran residue of 50% at 1-4 days.