Tanggap Padi Gogorancah Terhadap Masukan Hara N P K pada Posisi Toposekuen Berbeda dan Pengaruhnya Terhadap Emisi Gas Nitro-Oksida

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Tanggap Padi Gogorancah Terhadap Masukan Hara N P K pada Posisi Toposekuen Berbeda dan Pengaruhnya Terhadap Emisi Gas Nitro-Oksida

A. Wihardjaka

Balai Penelitian Lingkungan Pertanian


Abstrak

Respon padi gogorancah terhadap pemberian hara di tanah sawah tadah hujan dipengaruhi oleh tingkat kesuburan tanah, keadaan topografi, dan kondisi agrohidrologi. Cekaman kekeringan atau perubahan kondisi kelengasan dalam tanah pada suatu toposekuen menentukan produktivitas tanahdan tanaman. Suatu percobaan lapang dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan di Jakenan Pati untuk mengetahui respon tanaman padi gogorancah terhadap pengelolaan pupuk N P K pada posisi berbeda dalam suatu toposekuen. Percobaan disusun secara acak kelompok dengan enam perlakuan, yaitu kontrol, NP, NPK, CR_NPK, NPKZn, dan pupuk kandang saja pada tiga lokasi yang berbeda yaitu bagian atas, bagian tengah, dan bagian bawah dalam suatu toposekuen. Respon padi gogorancah teramati pada perlakuan dengan pupuk N, namun pemberian pupuk N dalam bentuk lambat urai CR_NPK terutama pada toposekuen atas tidak nyata memberikan hasil gabah tinggi. Serapan N P K pada toposekuen bawah lebih tinggi daripada toposekuen atas atau tengah.Pemberian pupuk N efektif meningkatkan hasil gabah dan serapan hara NPK, kecuali pada toposekuen bawah serapan hara NPK melebihi garis batas akumulasi maksimum. Emisi gas nitro-oksida pada pemupukan N lambat urai lebih rendah daripada pada pemupukan urea pril. Posisi toposekuen bawah mengemisi gas N2O lebih tinggi daripada toposekuen atas dan tengah.

Kata kunci : padi gogorancah, pengelolaan pupuk, serapan hara, emisi gas nitro-oksida



Sumber : Agrivita Vol. 28 No. 2 p.165-176 (2006)



BALAI PENELITIAN LINGKUNGAN PERTANIAN

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)


A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute