Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Dampak Pemupukan Jangka Panjang Padi Sawah Tadah Hujan Terhadap Emisi Gas Metana

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Dampak Pemupukan Jangka Panjang Padi Sawah Tadah Hujan Terhadap Emisi Gas Metana


A. Wihardjaka (1) dan S. Abdurachman (2)

(1) Balai Penelitian Lingkungan Pertanian

(2) Balai Besar Penelitian Padi


Abstrak

Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus diduga berpengaruh negatif terhadap lingkungan. Pengembalian bahan organik ke dalam tanah dalam jangka panjang diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah, terutama pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui emisi gas rumah kaca, terutama gas metana, melalui tanaman padi sawah tadah hujan setelah 10 tahun pemupukan berlangsung (1995-2004). Penelitian pemupukan jangka panjang disusun dalam rancangan acak kelompok, enam perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan terdiri dari: tanpa pupuk (kontrol), bahan organik, NP, bahan organik + NP, NPK, bahan organik + NPK. Bahan organik yang digunakan adalah pupuk kandang pada padi gogorancah selama musim hujan dan jerami segar pada padi walik jerami selama musim kemarau. Emisi gas metana diukur dari petak tanaman padi sawah tadah hujan yang merupakan percobaan tahun ke-11. Emisi gas metana melalui padi gogorancah nyata lebih rendah daripada melalui padi walik jerami. Fluks gas metana melalui padi gogorancah berkisar antara 19,5-47,5 kg CH4/ha, sedangkan melalui padi walik jerami 25,0-67,5 kg CH4/ha. Pemberian bahan organik dan pupuk anorganik tidak konsisten pengaruhnya terhadap emisi gas metana dari lahan sawah tadah hujan. Pemberian bahan organik berupa jerami pada padi walik jerami dapat menurunkan emisi gas metana, namun pemberian pupuk K cenderung meningkatkan emisi gas metana.

Kata kunci : Pemupukan, sawah tadah hujan, emisi metana


Sumber : Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol. 26 No. 3. p.199-205 (2007)



BALAI PENELITIAN LINGKUNGAN PERTANIAN

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)


A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute