Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Juknis Analisa Residu Pestisida

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Penggunaan pestisida dalam upaya pengendalian hama pengganggu pada tanaman dapat menyebabkan tertinggalnya pestisida dan derivatnya pada bagian tanaman. Pestisida dan derivatnya yang tertinggal tersebut dikenal sebagai residu pestisida. Residu pestisida tersebut kadang-kadang masih ditemukan sampai saat hasil pertanian mengalami proses selanjutnya atau bahkan sampai saat dikonsumsi. Residu tidak sinonim dengan deposit. Deposit adalah bahan kimia pestisida yang terdapat pada suatu permukaan pada saat segera setelah penyemprotan atau penggunaan pestisida. Residu merupakan bahan kimia pestisida yang terdapat di atas atau di dalam suatu benda dengan implikasi penuaan (aging), perubahan (alterasi) atau kedua-duanya.

Besarnya residu pestisida yang ditemukan dalam tanaman tergantung pada dosis, jumlah dan interval aplikasi, faktor-faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi dekomposisi pestisida, jenis tanaman yang diperlakukan, formulasi dan cara aplikasinya, jenis bahan aktif dan sifat fisikokimianya, serta saat aplikasi terakhir sebelum hasil tanaman dipanen. Residu pestisida masih mempunyai potensi untuk menimbulkan keracunan terhadap manusia dan organisme bukan sasaran lainnya, tergantung dari besarnya residu, sifat fisikokimia, sifat bioakumulatif dan toksisitasnya maka keracunan yang ditimbulkan dapat bersifat akut maupun kronis. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh residu pestisida terhadap kesehatan manusia selain karsinogenik (kanker) adalah menimbulkan EDs (Endocrine Disrupting Pesticides) yakni dapat mempengaruhi metabolisme steroid, fungsi tiroid, spermatogenesis, hormon gonadotropik, aktifitas oestrogenik dan aktifitas anti-androgenik.

  • Untuk informasi Juknis secara lengkap bisa download disini

 

 


BALAI PENELITIAN LINGKUNGAN PERTANIAN

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)

 


A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute