Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

juknis pengambilan dan analisis sampel gas CO2

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Lahan sawah merupakan sumber beberapa gas rumah kaca, khususnya CO2, CH4, dan N2O yang berperan penting pada pemanasan bumi secara global. Emisi gas CO2, CH4, dan N2O masing-masing menyumbang 55, 15 dan 6% dari total efek gas rumah kaca (Mosier et al., 1994).

Kondisi tanah tergenang seperti lahan sawah dan lahan pasang surut mempengaruhi karakteristik tanah, aktivitas hayati dan lingkungan. Perubahan karakteristik tanah akibat proses oksidasi dan reduksi berakibat terhadap keragaman fluks gas rumah kaca. Perubahan kondisi tanah mempengaruhi pola dan besarnya emisi gas rumah kaca.

Gas rumah kaca seperti CO2 adalah gas yang dapat membentuk lapisan pemancar panas di atmosfir yang memantulkan kembali sinar infra merah yang dipancarkan pennukaan bumi. Penumpukan gas CO2 menyebabkan jumlah sinar infra merah yang dipantulkan kembali semakin besar, akibatnya suhu bumi semakin panas (Cicerone,1987; Dickenson and Cicerone, 1986). CO2 adalah hasil samping dari dekomposisi bahan organik secara aerobic, tetapi CO2 sendiri akan digunakan kembali (recycle) sebagai senyawa penting dalam proses fotosintesis tanaman. Untuk mengukur besarnya emisi gas CO2 dari lahan pertanian, terutama latran sawah, maka diperlukan petunjuk teknik pengukuran gas CO2 yang bias dipertanggungjawabkan.

  • Untuk informasi Juknis secara lengkap bisa download disini

 

 


BALAI PENELITIAN LINGKUNGAN PERTANIAN

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)

 


A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute