Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Arang Aktif Pengendali Residu Pestisida



Arang Aktif Pengendali Residu Pestisida

 

Limbah pertanian seperti sekam padi, tempurung kelapa, tongkol jagung, tandan kosong kelapa sawit, limbah tebu, bambu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku arang aktif. Teknologi arang aktif mampu mengendalikan residu pestisida dal logam berat di lahan pertanian.

Arang aktif mampu mengikat residu pestisida golongan organoklorin yang sebagian besar merupakan senyawa persistant organic pollutant (POPs) yaitu DDT, endrin, dieldrin heptaklor, lindan, dan endosulfan; dan gologan organofosfat seperti klorpirifos dan profenofos di dalam tanah. Manfaat lain dari arang aktif adalah untuk meningkatkan populasi mikroba berguna bagi pertumbuhan tanaman pertanian dan merupakan habitat mikroba pendegradasi pestisida yang berperan dalam menguraikan senyawa residu pestisida yang terjerap ke dalam arang aktif.


Teknologi ini telah mendapat perhatian di tingkat petani melalui magang dan mengadopsi teknik pembuatan arang terutama petani jagung di Kabupaten Pati dan Rembang. Teknologi arang aktif telah dipatenkan dengan nomor paten (S00200900254) dan sudah mendapatkan lisensi dari PT Nutrimas dengan nomor perjanjian 493.1/OT.220/1.8.4/11/2012 (Balingtan) dan 19/PKS/NAI-BLGT/XI/2012 (PT Nutrimas Agro Indonesia).

 

 

BALAI PENELITIAN LINGKUNGAN PERTANIAN

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)

 

 


A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute