Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Varietas Rendah Emisi Gas Rumah Kaca

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Varietas Rendah Emisi Gas Rumah Kaca


Sistem budidaya padi sawah dianggap sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar di sector pertanian. Peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer merupakan penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Emisi GRK dari budidaya padi sawah dapat dikurangi melalui penggunaan varietas padi rendah emisi GRK. Beberapa varietas padi berdaya hasil tinggi mempunyai daya emisi GRK rendah yang dipengaruhi oleh sifat morfologi dan fisiologi tanaman, sistem perakaran tanaman, dan kapasitas mengoksidasi GRK dalam rizosfer, antara lain IR 64, Ciherang, Way Apoburu, Memberamo, dan Tukad Unda (padi sawah), dan Sei lalan, Indragiri (padi pasang surut) (Tabel 1). Varietas berdaya emisi rendah dan memberikan hasil gabah tinggi ditunjukkan oleh tingginya nilai nisbah produksi per satuan emisi metana dalam Tabel 1.

Tabel 1. Emisi CH4 dari berbagai varietas padi di Indonesia

Varietas Padi

Emisi CH4 (kg/ha/musim)

Hasil padi (t/ha)

Rasio produksi padi/kg CH4

Padi Sawah

Cisadane (baseline)

Memberamo

Maros

IR 36

IR 64

98

81

74

73

37

3,15

3,41

3,68

4,13

3,52

32,2

42,0

49,8

56,7

94,1

Cisadane (baseline)

Muncul

IR36

Memberamo

IR 64

Dodokan

238

127

117

112

97

74

3,98

4,58

4,87

4,15

3,89

3,32

16,7

36,0

41,4

37,1

40,1

44,5

Tukad Unda (baseline)

IR 64

Ciherang

Tukad Petanu

Way Apoburu

Cisantana

Tukad Balian

244

196

170

158

137

133

116

4,91

4,87

5,34

2,78

4,95

4,95

4,63

20,1

24,9

31,3

17,6

36,0

37,2

40,0

Cisadane (baseline)

Memberamo

Way Apoburu

IR 64

107

83

83

79

5,76

5,88

6,07

5,87

53,9

70,9

73,1

74,3

Cisadane, Tabela (baseline)

Cisadane, Tapin

IR 64, Tabela

IR 64, Tapin

122

86

82

78

6,03

6,46

5,89

5,91

49,5

75,1

71,7

75,5

Cisadane (baseline)

Memberamo

Way Apoburu

IR 64

124

106

106

101

6,43

7,40

7,40

6,74

51,8

69,8

69,8

66,7

Ciherang (baseline)

Gilirang

IR 64

Fatmawati

539

471

469

324

7,05

5,89

6,31

5,47

13,1

12,5

13,5

16,9

Padi Pasang Surut

Punggur (baseline)

Banyuasin

Martapura

Sei Lalan

Indragiri

Tenggulang

Batanghari

183

179

171

153

141

124

104

4,0

3,5

6,0

5,7

6,0

3,3

3,3

21,8

19,3

34,9

44,5

42,7

26,8

31,7


Petani sebagian besar telah mengadopsi penggunaan varietas Ciherang dalam sistem usahataninya, terutama di ekosistem sawah tadah hujan di Jawa Tengah, areal persawahan yang menerapkan pengelolaan tanaman padi terpadu (PTT) di Jawa melalui peran aktif Balai Pengkajian di masing-masing propinsi.



A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute