Filter Residu Pestisida Yang Dapat Diisi Ulang

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Filter Residu Pestisida Yang Dapat Diisi Ulang


Pestisida digunakan secara intensif di lahan pertanian terutama padi sawah dan sayuran, sehingga dapat mengakibatkan akumulasi residu pestisida pada tanaman, tanah, dan air. Kandungan residu pestisida yang ditemukan tidak hanya pad air di dalam petakan sawah namun juga pada air inlet maupun outlet.


Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sungai dan akan membahayakan lingkungan biota air dan kesehatan manusia. Alat filter merupakan arang atau arang aktif yang berasal dari limbah pertanian. Pembungkus filter ini terbuat dari plastik, dan silinder tempat tempat arang aktifnya terbuat dari kawat kasa, sehingga alat ini ringan sekali bila dibawa. Filter ini dapat menjerab jenis residu insektisida organoklorin (DDT, lindan, dieldrin, endrin, heptklor, endosulfan), organofosfat (klorpirifos, profenofos, diazinon), karbamat (karbofuran) di saluran air.


Teknologi ini potensial dikembangkan oleh industri lingkungan pertanian untuk menanggulangi lahan-lahan pertanian tercemar residu pupuk dan pestisida dan aktivitas penambangan. Teknologi ini telah dipatenkan dengan nomor paten S00200900258.

 

 

BALAI PENELITIAN LINGKUNGAN PERTANIAN

Indonesian Agricultural Environment Research Institute (IAERI)



A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute