Gulma Babandotan Sebagai Penghambat Nitirifikasi Alami Penurun Emisi GRK

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Gulma Babandotan Sebagai Penghambat Nitirifikasi Alami Penurun Emisi GRK

 

Emisi gas rumah kaca di sektor pertanian dapat dikurangi melalui pendekatan praktek budidayanya. Penggunaan bahan penghambat nitrifikasi untuk meningkatkan efisiensi pupuk nitrogen (N) dalam budidaya padi sawah juga dapat menekan pelepasan GRK ke atmosfer. Bahan penghambat nitrifikasi komersial relatif mahal sehingga petani tidak dapat terjangkaunya, sehingga harus memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia melimpah dan mudah diperoleh di sekitarnya, antara lain gulma babadotan (Ageratum conizoides L). Penambahan NI berupa gulma babadotan dengan dosis 3 ppm dapat menurunkan fluks N2O  sebesar 12 %.

Invensi ini sedang dalam proses dipatenkan. Penggunaan gulma babandotan dan pupuk Urea telah diterapkan di demonstrasi plot pada system integrasi tanaman-ternak (SITT) di Balingtan dan telah mendapat perhatian dari para pengunjung baik dari petani, penyuluh, dan peneliti dan pengkaji lingkup Badan Litbang Pertanian.

 

 


 

 

 

A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute