Sistem Integrasi Tanaman-Ternak Ramah Lingkungan Lestari

Cetak

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Sistem Integrasi Tanaman-Ternak Ramah Lingkungan Lestari


Sistem integrasi tanaman-ternak merupakan salah satu sistem terpadu dalam meningkatkan produktivitas tanaman, ternak, dan tanah dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Balingtan telah mengembangkan model SITT ramah lingkungan lestari dengan mengintegrasikan tanaman sawah tadah hujan, pengelolaan ternak, pengelolaan kotoran ternak untuk bahan biogas dan pupuk organic, dan komponen teknologi ramah lingkungan seperti pembuatan arang pereduksi residu bahan agrokimia (pestisida, pupuk, logam berat) yang menggunakan bahan bakar dari biogas. Pada proses pembuatan arang, dihasilkan asap cair yang merupakan senyawa fenolik yang potensial sebagai bahan pengawet alami dan antiseptic. Model SITT ramah lingkungan yang dikembangkan Balingtan berbasiskan zero waste.

Model SITT ramah lingkungan lestari spesifik sawah tadah hujan yang dikembangkan di Balingtan telah mendapat perhatian dan kunjungan antara lain BPTP lingkup Badan Litbang Pertanian, Dinas lingkup Direktorat Jenderal Hortikultura, Dinas lingkup Direktorat Jenderal Perkebunan, Balai komoditas lingkup Badan Litbang Pertanian, Lembaga Swadaya Masyarakat, penyuluh daerah dari Kabupaten Pati dan Rembang.




A. Wihardjaka (1) and L.J. Wade (2)
(1)Research Station of Agricultural Environment Preservation

(2)International Rice Research Institute