Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Berita Terbaru

Survailen Laboratorium Balingtan, Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Pengujian Menjadi Laboratorium TerdepanSurvailen Laboratorium Balingtan, Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Pengujian Menjadi Laboratorium T...
04 Mei 2021 03:05 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) merupakan laboratorium yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025:2005 sebagai laboratorium penguji dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 11 Desember 2011 dan melakukan reakreditasi ISO/IEC 17025:2005 yang pertama pada April 2015, serta telah mendapatkan sertifikat Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 berdasarkan reakreditasi kedua yang telah dilaksanakan pada Nove [ ... ]

Selengkapnya...
Balingtan Mengikuti Bimtek PPID Kementerian Pertanian, Demi Tingkatkan Pelayanan Informasi PublikBalingtan Mengikuti Bimtek PPID Kementerian Pertanian, Demi Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik
03 Mei 2021 02:28 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Balingtan telah berkomitmen untuk mendukung penuh keterbukaan informasi publik dan selalu berupaya dalam meningkatkan layanan informasi publik. Salah satunya yaitu dengan mengikuti bimtek PPID yang diselenggarakan oleh PPID Utama, bertempat di BPTP Yogyakarta pada tanggal 26-27 April 2021. Acara yang berlangsung dua hari tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan Pejabat dan Petugas PPID dalam mengelola Portal PPID d [ ... ]

Selengkapnya...
Balingtan Adakan RAT KPRI Sumber TaniBalingtan Adakan RAT KPRI Sumber Tani
23 Apr 2021 09:41 - ADMIN BALINGTAN

          Berita Balingtan - Balai Penelitian Lingkungan Pertanian mengadakan Rapat Anggota Tahunan KPRI Sumber Tani yang rutin diadakan setiap setahun sekali. Kegiatan ini dihadiri oleh PKPRI Kabupaten Pati, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pati, dan Dewan Koperasi (DEKOPINDA) Kabupaten Pati. Agenda dari kegiatan RAT ini adalah untuk melaporkan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas KPRI Sumber Tani serta pemilihan pengurus dan pengawas baru periode 202 [ ... ]

Selengkapnya...
Peneliti Balingtan Sebagai Narasumber Virtual Literacy “Sayangi Bumi Dengan Pertanian Ramah Lingkungan”Peneliti Balingtan Sebagai Narasumber Virtual Literacy “Sayangi Bumi Dengan Pertanian Ramah Lingkung...
22 Apr 2021 09:35 - ADMIN BALINGTAN

          Berita Balingtan - Pustaka Kementerian Pertanian memperingati hari bumi 22 april 2021 dengan menggelar acara virtual literacy bertema “sayangi bumi dengan pertanian ramah lingkungan”. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 500 peserta secara virtual yang terdiri dari peneliti, akademisi dan petani.  sektor pertanian menjadi penopang ekonomi dan menjadi sektor penting dalam memenuhi kebuthan pangan masyarakat. Namun disisi lain, pertanian ju [ ... ]

Selengkapnya...
Kontribusi Kartini Balingtan untuk Pertanian IndonesiaKontribusi Kartini Balingtan untuk Pertanian Indonesia
21 Apr 2021 09:24 - ADMIN BALINGTAN

        Berita Balingtan - Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang sangat berkontribusi dalam membela hak-hak kaum perempuan. Perjuangan Kartini dalam membela kaum wanita untuk memperoleh kebebasan, persamaan hukum, dan pendidikan yang layak, patut kita apresiasi. Sebagai kartini masa kini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan perjuangan kartini. Potensi perempuan Indonesia sangatlah besar. [ ... ]

Selengkapnya...
Berita yang lain.......

Info Teknologi Terbaru

Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor PertanianInventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sektor Pertanian
11 Mar 2019 02:50 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Inventarisasi GRK merupakan upaya untuk mendapatkan data dan informasi mengenai tingkat, status, dan kecenderungan perubahan emisi GRK secara berkala dari berbagai sumber emisi (source) dan penyerapnya (sink), termasuk simpanan karbon (carbon stock). Ada beberapa kegiatan dalam sektor pertanian yang menjadi sumber Gas Rumah Kaca yaitu emisi gas dari lahan sawah, sendawa ternak, pengelolaan kotoran ternak, penggunaan kapur pertanian, pemupukan urea, pembakar [ ... ]

Selengkapnya...
Filtrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIOFiltrasi Air Jadi Mudah dan Sederhana dengan FIO
05 Des 2018 06:33 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Air yang berasal dari sungai, sawah, danau yang mengalir ke badan sungai yang nantinya akan digunakan untuk air irigasi dimungkinkan mengandung cemaran logam berat maupun residu pestisida. Air irigasi tersebut biasanya terkontaminasi cemaran logam berat dan residu pestisida akibat dari limbah industri dan pestisida di lahan pertanian intensif. Kandungan residu pestisida pada saluran outlet, selanjutnya akan masuk ke dalam aliran sung [ ... ]

Selengkapnya...
“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat“Taman Fito” Balingtan, Kenalkan Tanaman-Tanaman Penyerap Logam Berat
09 Nov 2018 00:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Jika kita mengamati sisi kanan dari rumah kasa Balingtan, tampak berdiri sebuah papan bertuliskan “Taman Fito Koleksi Tanaman Akumulator Logam Berat untuk Fitoremidiasi”. Di sinilah letak Taman Fito yang merupakan taman pengoleksi tanaman penyerap logam berat baik di udara, maupun di dalam tanah. Kata “Fito” sendiri diambil dari istilah Fitoremidiasi. Yang mana fitoremidiasi merupakan bioremediasi melalui penggunaan tanaman y [ ... ]

Selengkapnya...
Mengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan LysimeterMengetahui Pergerakan Cemaran dalam Tanah dengan Lysimeter
07 Nov 2018 23:11 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi. Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tah [ ... ]

Selengkapnya...
Gulma Babandotan: Pelapis Pupuk Lambat Urai Pembawa ManfaatGulma Babandotan: Pelapis Pupuk Lambat Urai Pembawa Manfaat
26 Okt 2018 22:06 - ADMIN BALINGTAN

Teknologi Balingtan - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Litbang Balingtan) tengah melakukan Kerjasama Penelitian, Pengkajian, dan Pengembanagan Pertanian Strategis (K4PS). Bertempat di Laboratorium Gas Rumah Kaca, kali ini Balingtan menggunakan pemanfaatan gulma Babandotan (Ageratum conizoides) untuk bahan pelapis pada pupuk lambat urai (SRF) guna mengingatkan efisiensi pupuk nitrogen (N), meningkatkan produ [ ... ]

Selengkapnya...
Artikel yang lain.......

SDM Profesional

Layanan Publik

 

 
Bank Pengetahuan Padi Indonesia
 
 Sinar tani
 
Kalender Tanam Terpadu
 
 
WBS -Whistleblower's System
 
Sinovik
 
 
 

 

Teknologi Balingtan - Lysimeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur evapotranspirasi aktual yang dilepaskan oleh tumbuhan dan tanah di sekitarnya. Perangkat Lysimeter berupa tank atau penampung yang berisi tanah kemudian ditanami oleh tumbuhan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) sendiri, menggunakan Lysimeter sebagai salah satu metode dalam proses pengujian teknologi.

Dalam menguji sebuah teknologi, Balingtan perlu melalui tahapan-tahapan mulai dari laboratorium, rumah kasa, Lysimeter, hingga pada akhirnya mampu diterapkan di lapangan. “Lysimeter bisa juga dikatakan sebagai lapang tetapi kita tetap bisa mengendalikan lapisan kedalamannya, sebelum pada akhirnya dibawa ke lapang yang sebenarnya”, ujar Ketua Kelompok Peneliti Evaluasi dan Penanggulangan Pencemaran Pertanian (Kelti EP3), E. Srihayu Harsanti (Etik) ketika ditemui di ruangannya, Selasa (6/11).

Ide awal pembuatan Lysimeter di Balingtan, mengacu pada Lysimeter yang digunakan oleh Balai Tanah. Oleh Balai Tanah, Lysimeter digunakan untuk melihat pergerakan air dan mengetahui kandungan unsur hara dalam tanah. Lalu, ketika para peneliti Balingtan berkunjung ke Taman Bogo Lampung terdapat pula metode Lysimeter digunakan oleh peneliti Taman Bogo. Inilah yang kemudian diadopsi Balingtan untuk melihat pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah. “Jadi dimodifikasi apa yang di Lampung tidak kita samakan semua, hanya ide dasarnya kita ambil. Kemudian kita kembangkan dan gunakan di sini untuk melihat cemaran” pungkas Etik.

Ide yang dikembangkan pada akhirnya terealisasi, Lysimeter pun dibuat dan diletakkan di lahan belakang Laboratorium Balingtan dengan kondisi semi permanen. “Yang dulu belum alami kita mendatangkan tanah dari lokasi tertentu. Bentuknya berupa besi yang dibentuk kotak, lalu diisi tanah sendiri. Sekarang benar-benar alami dari tanah sini untuk mengetahui pergerakan cemaran bagaimana, jadi seperti simulasi lapang” Etik menuturkan.

Pada tahun 2014 barulah pengadaan Lysimeter secara permanen diadakan dan dipindah ke depan oleh Balingtan. “Pemimpin di sini saat itu menyarankan untuk pindah ke depan sekaligus kita akan ada pengadaan Lysimeter yang permanen dengan sistem cor” pungkas Etik. Ketua Kelti EP3 ini juga mengungkapkan bahwa selain digunakan untuk penelitian, dengan meletakkan Lysimeter di depan nantinya Lysimeter ini mampu digunakan untuk visitor plot.

Dalam kesempatan ini pula Etik mengungkapkan jika metode Lysimeter memang sudah umum digunakan. Namun, yang membedakan Lysimeter secara umum dengan Lysimeter Balingtan sendiri adalah kegunaannya untuk mengetahui pergerakan cemaran di berbagai kedalaman tanah berupa logam berat dan pestisida. “Lysimeter itu umum, tetapi belum ada yang menggunakan Lysimeter untuk penelitian seperti di Balingtan ini” ujarnya. (Admin Balingtan)

Konsep Pertanian Berkelanjutan

Medsos Facebook

Medsos Twitter