Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Laboratorium Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) merupakan laboratorium yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025:2005 sebagai laboratorium penguji dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tanggal 11 Desember 2011 dan melakukan reakreditasi ISO/IEC 17025:2005 yang pertama pada April 2015, serta telah mendapatkan sertifikat Akreditasi ISO/IEC 17025:2017 berdasarkan reakreditasi kedua yang telah dilaksanakan pada November 2019. Laboratorium Balingtan terdiri dari dua Laboratorium, yaitu Laboratorium terpadu dan Laboratorium Gas Rumah Kaca (GRK)

Menjadi Laboratorium uji mutu pestisida yang handal dan berkualitas merupakan salah satu cita – cita Laboratorium Balingtan yang telah diupayakan dengan penuh kerja keras oleh seluruh personel Laboratorium Balingtan. Bukan hanya itu, Laboratorium Balingtan juga akan menambah ruang lingkup parameter pengujian untuk pupuk organik padat, sehingga dapat menjadi rujukan bagi uji mutu pupuk organik. Oleh karena itu, pada tanggal 29-30 April 2021 dilakukan Survailen dan Asesmen Perluasan Ruang Lingkup oleh KAN. Survailen dilakukan secara remote asesmen atau melalui Zoom Meeting untuk menghindari penyebaran Covid 19. Tim asesor KAN yang bertugas adalah Ibu Salmeiningsih sebagai asesor kepala dan Ibu Raden Tina Rosmalina sebagai asesor anggota.

Kegiatan asesmen selama dua hari tersebut dimulai dengan acara pembukaan yang diikuti oleh seluruh personil Laboratorium Balingtan. Acara dibuka oleh Manajer Mutu Laboratorium Anik Hidayah, S.Si., M.Biotech. Kepala Balingtan selaku Manajer Puncak Laboratorium, Bapak Ir, Mas Teddy Sutriadi, M.Si. juga berkesempatan untuk memberikan arahan kepada seluruh personel laboratorium, supaya seluruh personel mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan sungguh – sungguh. Beliau juga menjelaskan bahwa uji mutu pestisida dan pupuk organik sangat penting bagi Balingtan karena terkait erat dengan kegiatan penelitian yang dilakukan selama ini dalam mendukung pertanian ramah lingkungan, sehingga diharapkan kegiatan survailen ini berjalan dengan baik dan penambahan ruang lingkup pengujian dapat terlaksana.

Beberapa hal yang menjadi perhatian asesor dari aspek mutu hingga teknis seperti, persyaratan umum, struktural, dokumen, sumber daya, hingga teknis pengujian kimia ruang lingkup (RL)  residu pestisida, kimia tanah rutin, logam berat dan udara emisi lingkungan pertanian. Untuk perluasan ruang lingkup (PRL) dilakukan asesmen terhadap aspek pengujian kimia, kemurnian bahan aktif organofosfat dan klorpirifos, serta pengujian pupuk organik padat dengan parameter, Kadar air, pH, C Organik, N total, KTK, P dan K Potensial, Al dan Fe. Proses survailen dilakukan dengan sangat rinci dari semua aspek demi kemajuan Laboratorium Balingtan

Pada hari kedua kegiatan survailen, asesor menyampaikan temuan ketidaksesuaian dokumen maupun teknis RL dan PRL terkait SNI ISO/IEC 17025:2017 dalam pengelolaan Laboratorium Balingtan. Tindak lanjut perbaikan dan verifikasi harus segera dilakukan dalam kurun waktu dua bulan. Pada acara penutupan, Manajer Puncak menyampaikan kepada seluruh personel untuk segera mempersiapkan jawaban dan tindak lanjut dari temuan ketidaksesuaian dengan sebaik-baiknya. (BNS-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Balingtan telah berkomitmen untuk mendukung penuh keterbukaan informasi publik dan selalu berupaya dalam meningkatkan layanan informasi publik. Salah satunya yaitu dengan mengikuti bimtek PPID yang diselenggarakan oleh PPID Utama, bertempat di BPTP Yogyakarta pada tanggal 26-27 April 2021. Acara yang berlangsung dua hari tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan Pejabat dan Petugas PPID dalam mengelola Portal PPID dan memberikan informasi kepada publik. Acara tersebut juga diikuti oleh 9 PPID Pelaksana UPT Kementerian Pertanian yang berlokasi di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada hari pertama peserta mendapatkan materi tentang pengenalan aplikasi PPID yang disampaikan oleh PPID Utama. Pemateri menjelaskan bahwa aplikasi PPID dapat diakses oleh Petugas dan Pejabat PPID. Petugas PPID bertugas untuk menerima permohonan, verifikasi permohonan dan transfer permohonan ke pejabat PPID. Pejabat PPID bertugas untuk memproses permohonan. Peserta mendapatkan bimbingan cara memproses permohonan hingga selesai dan juga bagaimana cara mengunggah dokumen ke Aplikasi SIDADO yang ada di portal PPID dengan praktik secara langsung.

Acara selanjutnya adalah sambutan dari Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr., Ph.D, dalam arahannya Bapak Kuntoro menjelaskan pentingnya PPID dalam informasi publik, dan juga berharap supaya semua PPID Pelaksana UPT yang hadir dalam acara tersebut ikut berkontribusi dalam mempertahankan predikat Kementerian Pertanian sebagai Kementerian paling infromatif oleh Komisi Informasi Publik, dan supaya kita semua Konsisten menjaga performance dari layanan informasi dan terus melakukan inovasi dalam keterbukaan informasi publik.

Peserta Bimtek juga mendapat bimbingan cara menyusun Daftar Informasi Publik. terutama terkait pengklasifikasian jenis informasi publik yaitu berkala, serta merta, setiap saat, dan dikecualikan. Supaya acara tidak membosankan dan untuk membuat peserta  lebih memahami jenis informasi publik, panitia memberikan tugas kepada peserta untuk  untuk mengklasifikasikan 27 informasi publik, apakah bersifat berkala, setiap saat atau dikecualikan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Daftar Informasi Publik. Acara Bimtek PPID kemudian ditutup oleh Kabag Humas dan Informasi Publik Bapak Erwin zulkarnaen. (BNS-Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Pustaka Kementerian Pertanian memperingati hari bumi 22 april 2021 dengan menggelar acara virtual literacy bertema “sayangi bumi dengan pertanian ramah lingkungan”. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 500 peserta secara virtual yang terdiri dari peneliti, akademisi dan petani.  sektor pertanian menjadi penopang ekonomi dan menjadi sektor penting dalam memenuhi kebuthan pangan masyarakat. Namun disisi lain, pertanian juga dapat menghasilkan cemaran yang berbahaya bagi lingkungan, seperti Gas Rumah Kaca (GRK), logam berat, dan residu pestisida. Untuk meminimalisir hal tersebut, diperlukan konsep pertanian ramah lingkungan.  Dalam acara tersebut Peneliti balingtan Bapak Sukarjo, STP., MP. berkesempatan menjadi salah satu narasumber yang menyampaikan materi tentang pertanian ramah lingkungan. Balingtan merupakan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian yang salah satu fungsinya adalah melaksanakan penelitian komponen teknologi budidaya pertanian ramah lingkungan.

Sukarjo menjelaskan bahwa pertanian ramah lingkungan adalah pertanian yang menerapkan teknologi yang serasi dan selaras dengan lingkungan, dengan melakukan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dan mengelola seluruh sumber daya pertanian dengan memberikan input pertanian secara bijak, berdasarkan inovasi teknologi dengan tujuan mendapatkan produksi yang tinggi, aman dan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam pertanian. Pertanian ramah lingkungan seringkali disamakan dengan pertanian organik, namun keduanya sebenarnnya memiliki perbedaan,” ungkap Sukarjo.  Pertanian ramah lingkungan belum tentu organik, pertanian organik harus memiliki sertifikasi sehingga pertanian organik sudah pasti ramah lingkungan. Pada pertanian ramah lingkungan masih diperbolehkan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, namun penggunaanya dibatasi atau diminimalisasi dengan menggunakan teknologi pertanian yang tepat. Dalam kesempatan tersebut Sukarjo juga menjelaskan teknologi-teknologi  hasil penelitian Balingtan yang mendukung pertanian ramah lingkungan seperti  FIO (Filter Inlet Outlet), Biopestisida, Pupuk Organik Cair, dan Biokompos (Biochar + Kompos), serta penerapan Sistem Integrasi Ternak Terpadu (SITT) di Kebun Percobaan Balingtan yang menggunakan konsep Zero Waste Agriculture. Balingtan akan terus mendukung pertanian ramah lingkungan demi bumi yang lebih baik. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
       

Berita Balingtan - Balai Penelitian Lingkungan Pertanian mengadakan Rapat Anggota Tahunan KPRI Sumber Tani yang rutin diadakan setiap setahun sekali. Kegiatan ini dihadiri oleh PKPRI Kabupaten Pati, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pati, dan Dewan Koperasi (DEKOPINDA) Kabupaten Pati. Agenda dari kegiatan RAT ini adalah untuk melaporkan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas KPRI Sumber Tani serta pemilihan pengurus dan pengawas baru periode 2021-2023. Pengurus baru Koperasi Sumber Tani th 2021-2023 yakni :

Ketua                    :  Suryanto, S.ST

Wakil Ketua        : Edi Supraptomk, S.ST

Sekertaris            : Aji Ispatrika, Amd

Bendahara          : Mayang Fikra, Amd

Anggota               : Sukur Basuki

Sedangkan untuk pengawas Koperasi Sumber Tani th 2021-2023 yakni :

Koord. Pengawas             : Purwanto

Anggota 1                            : Ali Pramono, M.Biotech

Anggota 2                            : Debby oktaviani, Amd

Bp Budiono selaku Dewan Koperasi (DEKOPINDA) Kabupaten Pati mengatakan bahwa setiap KPRI wajib melaporkan pertanggungjawaban sebagai bukti transparansi dari kegiatan yang telah dilakukan. Beliau juga berharap pengurus dan pengawas KPRI Sumber Tani terpilih dapat menjaga amanahnya dengan baik sehingga mampu membawa KPRI Sumber Tani menjadi lebih maju. (Admin Balingtan)

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
       

Berita Balingtan - Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang sangat berkontribusi dalam membela hak-hak kaum perempuan. Perjuangan Kartini dalam membela kaum wanita untuk memperoleh kebebasan, persamaan hukum, dan pendidikan yang layak, patut kita apresiasi. Sebagai kartini masa kini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkan perjuangan kartini.

Potensi perempuan Indonesia sangatlah besar. Perempuan memiliki kemampuan multitasking yang sangat baik. kartini masa kini mampu menyeimbangkan kodratnya sebagai perempuan dalam peran sebagai Ibu rumah tangga dan sebagai peneliti profesional yang berkontribusi bagi kemajuan pertanian Indonesia. Para peneliti perempuan sebagai Kartini Balingtan telah banyak berkontribusi untuk menyelamatkan lingkungan pertanian dari pencemaran logam berat, residu pestisida dan peningkatan Gas Rumah Kaca.

Kartini Balingtan telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi pertanian ramah lingkungan berupa produk Pestisida Nabati, Biopestisida, Pupuk organik cair Balingtan, Biochar, Urea Berlapis Biochar. Selain produk pertanian ramah lingkungan, para Kartini Balingtan juga telah berkontribusi dalam mengedukasi petani, akademisi, penyuluh pertanian dan juga masyarakat umum mengenai pentingnya pertanian ramah lingkungan untuk kesejahteraan dan ketahanan pangan bangsa Indonesia. Teruslah maju Kartini Balingtan, berjuang bersama memajukan Bangsa kita tercinta. (Admin Balingtan)

Halaman 1 dari 105

Medsos Facebook