Selamat Datang di Situs Resmi Balai Penelitian Lingkungan Pertanian .::. Pusat Teknologi Unggulan Lahan Tadah Hujan Ramah Lingkungan .::.

Balingtan Gandeng Petani Sukopuluhan untuk 5 Ha Display Varietas Unggul Balitbangtan di Agroekositem Lahan Sawah Tadah Hujan

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Musim Walik Jerami (Wajer) menjadi musim tanam kedua bagi petani lahan sawah tadah hujan. Walik jerami merupakan musim tanam saat menjelang pergantian musim penghujan ke musim kemarau. Berbeda dengan musim Gogo Rancah (Gora), dimana petani melakukan tanam padi dengan sistem tanam benih langsung (tabela), budidaya tanaman padi musim wajer dilakukan dengan sistem tanam pindah atau biasa dikenal dengan tapin. Umumnya, petani melakukan persemaian menjelang panen musim gora dengan harapan bibit dapat segera ditanam saat selesai pengolahan lahan sawah.

 

Balitbangtan memiliki beberapa jenis Varietas Unggul Baru (VUB) yang telah dikembangkan khusus untuk padi di lahan sawah tadah hujan seperti Inpari 32, 38, 39, 41, Cisaat dan beberapa varietas  lainnya. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) mengembangkan demfarm seluas 5 Ha guna mendiseminasikan benih VUB kepada petani dengan harapan agar dapat dikenal luas oleh petani. Bekerjasama dengan BPP Kostratani Pucakwangi, display 5 Ha tersebut dilakukan di Desa Sukopuluhan dengan menggaet 8 pemilik lahan.

 

Pengembangan display VUB bukan hanya mendiseminasikan demfarm VUB namun juga mendiseminasikan hasil inovasi Balingtan melalui teknologi Panca Kelola Ramli, di antaranya: Teknik tanam jajar legowo 2:1, penggunaan pupuk organik (kompos), pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu, penggunaan VUB.

 

“Kita kembangkan Panca Kelola Ramli di lahan sawah tadah hujan. Harapannya, petani dapat mengenal dan meniru inovasi yang telah kita lakukan”, arahan Ir. Mas Teddy Sutriadi, kepala Balingtan.

 

Bak gayung bersambut, petani menerima tawaran ini. Kholiq, pemilik 2,2 Ha juga menyambut baik kegiatan Balingtan ini.

 

“Saya bisa tahu teknologi apa yang dilakukan oleh Balingtan. Bisa dicontoh untuk musim tanam berikutnya. Karena selama ini, petani biasanya melakukan percobaan sendiri di lahan” Pungkas bapak 67 tahun yang sehari-harinya mengurus sawahnya. (Admin).

 

   
   

Medsos Facebook